BUKU : Jihad Apakah yang Terbesar? Jihad Perang?


Jihad Apakah yang TERBESAR ? Melawan hawa nafsu kah ??

MENGKRITISI HADITS JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU

Image

Judul : Hukum islam seputar
Jihad dan mati syahid
Menyikapi Aksi Terorisme dan Perang fisik
Karya : Syamsuddin ramadlan al-Nawiy
Penerbit : Fadilah Print Surabaya
Telp : 031-60244576
Email : syamsuddin.Ramadhan@gmail.com
Tebal : 276 Halaman

[Bila anda tidak setuju,jangan bilang forum ini menyebarkan FITNAH, Apa yang saya kutip semua berasal dari buku tersebut , Silahkan kirim imel kepada penulis bila anda mau menyanggahnya.Tujuan saya hanya untuk MEMBUKTIKAN Jihad yang tertinggi itu adalah jihad fi sabililah bukan jihad NAFSU,dan ini bukan hasil rekayasa dari ORIENTALIS ataupun pihak2 yang anti ISLAM ataupun pihak2 yang mau MENJELEK2KAN arti dari JIHAD fi sabililah,tapi semua ini murni dari Muslim sendiri.KHUSUSNYA MUSLIM di INDONESIA tercinta ini : )) ]

ok langsung saja kita baca dari BAB IX

BAB IX
MENGKRITISI HADITS JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU

[Semua ayat quran dalam b.arabnya tidak saya sertakan,untuk menghemat tempat,tetapi di buku aslinya ada b.arabnya baik ayat quran dan hadits ]

Meskipun keutamaan jihad fi sabilillah di atas amal perbuatan lain telah ditetapkan berdasarkan nash-nash syara’, akan tetapi ada sebagian kaum Muslim mema-hami, bahwa jihad melawan hawa nafsu (jihad al-nafs) merupakan jihad besar {jihad al-akbar} yang nilainya lebih utama dibandingkan dengan jihad fi sabilillah dengan makna perang fisik melawan orang-orang kafir. Mereka menyandarkan pendapat mereka pada sebuah sebuah hadits yang berbunyi:

“Kita baru saja kembali dari jihad kecil menuju jihad yang besar. Para shahabat bertanya, “Apa jihad besar itu? Nabi saw menjawab, “jihaad al-qalbi (jihad hati). ‘
Di dalam riwayat lain disebutkan jihaad al-nafs”
.178(178 KanZ al-’Ummaal, juz 4/616; Hasyiyyah al-Baajuriy, juz 2/ 265)

Berdasarkan hadits ini, mereka berhujjah bahwa jihad memerangi orang kafir adalah jihad kecil (jihad al-ashghar), sedangkan jihad memerangi hawa nafsu adalah jihad besar (jihad al-akbar). Walhasil, jihad memerangi hawa nafsu memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan jihad memerangi orang-orang kafir. Sesungguhnya, kesimpulan semacam ini adalah kesimpulan salah, akibat kesalahan dalam memahami nash-nash syariat.

Adapun bantahan terhadap pendapat mereka adalah sebagai berikut;

Pertama, status hadits jihaad al-nafs lemah, baik ditinjau dari sisi sanad maupun matan. Dari sisi sanad, isnaad hadits tersebut lemah (dla’if). Al-Hafidz al-’Iraqiy menyatakan bahwa isnad hadits ini lemah. Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalaaniy, hadits tersebut adalah ucapan dari Ibrahim bin ‘Ablah.179 (179 Lihat Imam al-Dzahabiy, Syiar A’laam al-Nubalaa’, juz 6/ 324-325. Di dalam kitab ini dituturkan, bahwasanya Mohammad bin Ziyad al-Maqdisiy pernah mendengar Ibrahim bin ‘Ablah berkata kepada orang-orang yang baru pulang dari peperangan (jihad), “Kalian baru saja kembali dari jihad kecil ffihaadal-ashghar), lantas, apayang kamu lakukan dalam jihad al-qalbiy.”

Al-Hafidz al-Suyuthiy juga menyatakan, bahwa sanad hadits ini lemah (dla’if).

Kedua, seandainya keabsahan hadits ini tidak perlu kita perbincangkan, maka lafadz jihad al-akbar yang tercantum di dalam hadits itu wajib dipahami dalam konteks literal umum; yakni perang hati atau jiwa melawan hawa nafsu dan syahwat serta menahan jiwa untuk selalu taat kepada Allah swt. Sebab, jihad menurut pengertian bahasa bisa bermakna perang maupun bukan perang. Sedangkan jihad kecil (jihaad al-ashghar) dalam hadits itu mesti dimaknai dalam konteks syar’iy dan ‘urfy, yakni berperang melawan orang-orang kafir di jalan Allah.180 (180 Dr. Mohammad Khair Haekal, al-Jihaad n>a al-Qitaal, juz 1/46)

Suatu lafadz, jika memiliki makna bahasa, syar’iy, dan ‘urfiy, harus dipahami pada konteks syar’iynya terlebih dahulu. Baru kemudian dipahami pada konteks ‘urfiy (konvensi umum), dan lughawiy (literal). Demikian juga kata jihaad. Lafadz ini mesti dipahami pada konteks syar’iynya terlebih dahulu, yakni berperang melawan orang kafir. Jika makna ini ingin dialihkan ke makna-makna yang lain, selain makna tersebut, harus ada qarinah (indika-tor) yang menunjukkannya. Lafadz jihad (jihad al-akbar) yang termaktub di dalam hadits jihaad al-nafs harus dibawa kepada pengertian literal secara umum.
Hanya saja, dalam konteks syar’iy dan konvensi umum, lafadz jihad harus dipahami perang melawan orang kafir (perang fisik), dan tidak boleh diartikan dengan perang melawan hawa nafsu dan syahwat.

Ketiga, dari sisi matan hadits (redaksi), redaksi hadits jihaad al-nafs di atas bertentangan nash-nash yang menuturkan keutamaan jihaad fi sabilillah di atas amal-amal kebaikan yang lain. Oleh karena itu, redaksi (matan) hadits jihad al-nafs wajib ditolak karena bertentangan dengan nash-nash lain yang menuturkan keutamaan jihad fi sabilillah di atas amal-amal perbuatan yang lain. Bahkan, para ulama yang memiliki kredibilitas ilmu dan iman telah menetapkan jihaad fi sabilillah sebagai amal yang paling utama secara mutlak. Adapun bukti yang menunjukkan bahwa jihad fi sabilillah adalah amal yang paling utama adalah sebagai berikut:

a.Al-Quran telah menempatkan jihad fi sabilillah (berperang di jalan Allah) sebagai amal yang paling utama dibandingkan amal-amal yang lain.
Allah swt berfirman di dalam al-Quran al-Karim;
Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan
yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khaivatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempattinggalyangkamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nja dan (dart) berjihad di jalan-Nja, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. ” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” [al-Taubah:24]

Di ayat yang lain, Allah swt berfirman:
“Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orangyang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram, kamu samakan dengan orang-orangyang beriman kepada Allah dan hart kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama disisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang splim.” [al-Taubah:19]
Allah swt juga melebihkan orang yang berangkat ke medan perang di atas orang yang tidak berangkat perang. Al-Quran telah menyatakan hal ini:
“Tidaklah sama antara mu’minyang duduk (yang tidak turut berperang)jang tidak mempunyai u^ur dengan orang-orang yang berjihad dijalan Allah dengan harta mereka danjhvanya. Allah melebihkan orang-orangyang berjihad dengan harta dan jiwanja at as orang-orangyang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahalayang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang jang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar;(yaitu) beberapa derajat daripada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. al-Nisaa’: 95-96]

Al-Quran juga menjelaskan balasan Allah swt atas semua waktu dan usaha yang dihabiskan oleh seorang mujahid ketika melaksanakan kewajiban jihad, serta kesibukan dirinya dengan aktivitas jihad. Hal ini telah dinyatakan dengan sangat jelas di dalam al-Quran;

“Tidaklah sepatutnya bagipenduduk Madinah dan orang- orang Arab Badwiyang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparanpadajalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. SesungguhnyaAllah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkahyang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apayang telah mereka kerjakan.” [al-Taubah: 120-121]

b.Al-Quran juga memuji mujahid di jalan Allah, serta perbuatan yang mereka lakukan.

Dalam hal ini Allah swt telah berfirman di dalam al-Quran;

[9.111] “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.”

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari a^abyangpedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasu/-Nya dan berjihad dijalan Allah dengan harta danjiwamu. Itulahyang lebih baik bagi kamujika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surgayang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggalyang baik di dalam surga ^Adn. Itulah keberuntungan yang besar. ” [al-Shaff: 10-12]

c. Ada celaan dari Allah swt bagi orang yang meninggalkan jihad di jalan Allah swt.

Allah swt berfirman;
“Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya
sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ” [al-Taubah: 39]

d. Di dalam hadits Rasulullah saw telah menyatakan dengan sangat jelas keutamaan jihad di atas amal kebaikan yang lain.

Di dalam hadits banyak disebutkan keutamaan jihad di atas amal kebaikan yang lain. Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Anas bin Malik ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
“Berjaga-jaga pada saat berperang di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya”. [HR. Imam Bukhari] Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim, Turmudziy, dan lain-lain.
“Sesungguhnya, kedudukan kalian di dalam jihad di jalan Allah, lebih baik daripada sholat 60 tahun lamanya.” [HR. Imam Ahmad].
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudziy disebutkan, bahwa jihad lebih baik daripada sholat di dalam rumah selama 70 tahun.
Masih banyak lagi riwayat yang menuturkan keutamaan dan keagungan jihad di atas amal kebaikan yang lain.

Dari sini kita bisa menyimpulkan, bahwa jihad melawan orang-orang kafir merupakan amal yang paling utama secara mutlak. Oleh karena itu, hadits yang menyatakan bahwa jihad al-nafs di atas jihad fi sabilillah (perang di jalan Allah) harus ditolak untuk menyelamatkan khabar dari pertentangan.
Silahkan pindah ke forum utk melanjutkan perdebatan.
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … php?t=2922


Bill Warner dari Centre of the Study of Political Islam mengatakan :

Quote:

Dlm Bukhari, 97% perintah jihad merujuk kpd PERANG dan 3% kpd perjuangan batin. Jadi jawaban statistik adalah : jihad adalah 97% perang (fisik) dan 3% perjuangan batin. Apakah jihad berarti perang ? Ya—97%. Apakah jihad perjuangan batin ? Ya—3%.

Paling tidak 75% dari Sirat Rasulullah adalah ttg jihad. Sekitar 67% dari bagian Quran yg didapatkan di Mekah adalah tentang kafir atau politik. Dari bagian Quran yg ‘diturunkan’ di Medinah, 51% berbicara ttg kafir. 20% dari Hadis Bukhari adalah ttg jihad dan politik. Jadi, agama (perjuangan batin) hanya merupakan bagian yg paling kecil dari teks fundasi Islam.

Dari sini kita bisa menyimpulkan, bahwa jihad melawan orang-orang kafir merupakan amal yang paling utama secara mutlak. Oleh karena itu, hadits yang menyatakan bahwa jihad al-nafs di atas jihad fi sabilillah (perang di jalan Allah) harus ditolak untuk menyelamatkan khabar dari pertentangan.
HAYOOOOOOO
DENGER TUH
setahu saya, jihad terbesar itu adalah berpuasa di bulan Ramadhan. Yakni,melawan hawa nafsu, melawan diri kita sendiri.

siali sina wrote::stun: setahu saya, jihad terbesar itu adalah berpuasa di bulan Ramadhan. Yakni,melawan hawa nafsu, melawan diri kita sendiri.

hi…hi..hi…kasihan. Ternyata selama ini elo belum ngelaku’in jihad yg terbesar..!
Baca QS Al Hajj 22:77-78 dan 22:39

itulah jihad tertnggi.
DORAMA / TUANKU

Alhajj 22
39. Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,

Alhajj22
77. Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

78. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu[993], dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong.

>> ayat ini Jelas menerangkan bahwa :

- karangan buku Satanic Verse solid dan benar.
- Quran adalah buku sejarah copy paste Perjanjian Lama yg dicerna secara Bodoh oleh si memet.
- Ticket go to Hell Amrozi CS

QS ayat Alhajj, adalah ayat2 yg berisi kesimpulan si memet dengan otak udangnya, sang narsis sejati yg minta diakui sebagai RasuL oleh zombie2 pengikutnya.

Hanya satu ayat yg bagus, gak tau si memet nyontek darimana :

Alhajj22

74. Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Ayat sebagus ini sayang sekali harus dinodai oleh pemikiran Slimers, yg ber IQ jongkok…
Kafirun IQ jongkok! tinggal baca aja gak bisa!

Al hajj22
77. Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

Jadi yg dimaksud sebagai KEMENANGAN itu sama sekali BUKAN kemenangan perang fisik melawan kafir, TAPI adalah kemenangan perang terhadap hawa nafsu, kemalasan beribadah ruu, sujud, sembahyang, SHOLAT adalah jihad tertinggi, juga beruat kebajikan. Paham?!

78. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu[993], dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong.

Jadi jihad yang sebenar-benarnya adalah selalu dalam keIslaman.

Al hajj 22
39. Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,

Adapun berperang secara fisik diijinkan, jika telah teraniaya….
Maaf, saya harus bilang ini.
Wahai Muslim *****!

Bila anda tidak setuju,jangan bilang forum ini menyebarkan FITNAH, Apa yang saya kutip semua berasal dari buku tersebut, Silahkan kirim imel kepada penulis bila anda mau menyanggahnya.

Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
[at-Taubah: 39]

Tidaklah sama antara mukmin yangduduk (yang tidak turut berperang)yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad denganharta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derjat.
Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.
QS. an-Nisa’ (4) : 95

At-Taubah 120-121
120. Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,
121. dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akanmemberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
sudah dibilang berkali-kali,itu ayat2 yg berlaku pd saat perang,jd dlm kondisi perang pun ada aturannya,tak biadab spt kafir. jgn campuradukkan ayat aturan dlm kondisi perang dg pd kondisi normal.lol!

doramma wrote:sudah dibilang berkali-kali,itu ayat2 yg berlaku pd saat perang,jd dlm kondisi perang pun ada aturannya,tak biadab spt kafir. jgn campuradukkan ayat aturan dlm kondisi perang dg pd kondisi normal.lol!
Pada dasarnya jihad adalah perang.
Permasalahannya perang macam apa yang paling tinggi.
Perang hawa nafsu atau perang fisik melawan kafir.

Mau masa perang kek, mau kondisi normal.
Perang melawan kafirlah yang nilainya lebih tinggi dan pahala lebih besar.
Cuma kamu aja yang malu mengakui memerangi kafir berpahala besar.
KLIK SYEIKH AL-ALBANI: APA JIHAD TERBESAR?

doramma wrote:sudah dibilang berkali-kali,itu ayat2 yg berlaku pd saat perang,jd dlm kondisi perang pun ada aturannya,tak biadab spt kafir. jgn campuradukkan ayat aturan dlm kondisi perang dg pd kondisi normal.lol!

Ini Indonesia Bung…emangnya lagi perang………………ngebom sana-ngebom sini….

….Alhajj jelas ayat cacat….yg buat itu GILA KEKUASAAN, EGOIS, MENGHALALKAN SEGALA CARA ……

doramma wrote:Kafirun IQ jongkok! tinggal baca aja gak bisa!

Al hajj 22
39. Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,

Adapun berperang secara fisik diijinkan, jika telah teraniaya….

BANDINGKAN dengan tulisan TUANKU DORAMA :

Re: The Golden Rule, 5 artikel
by doramma » Fri Nov 05, 2010 1:20 pm
ya memang, harus ada kata, apabila-nya, inilah spesifiknya, karena kemungkinan kejadiannya tidak hanya 1, tapi setidaknya ada 2 kemungkinan kejadian, yaitu KEBAIKAN dan KEBURUKAN.

Jadi : kalau ada perbuatan BAIK, balaslah dengan perbuatan yang LEBIH baik, TAPI apabila diperlakukan BURUK, jangan ikuti dengan perbuatan yang SAMA buruknya, namun tetaplah berbuat BAIK.

DOrama Otaklo…kececer-cecer noh……LO Ustad apa Kyiai seh………kalo ia lulusan apa…SD, SMP…..hmmmm..ngasih ceramahnya disana laeen disini laeen…..percuma loh tutupin terus Muhahamet Lo dari keburukannya dan Islam pasti kalah referensinyeee quran hadis yg emang penuh dengan ayat cacat dan pembuatnya juga gak Lulus TK apalagi SD…masih pinteran elo kali…ckckckckck…makin gak konsisten nih orang…sakiiiitttt……jelas2 orang gila……dibelain lagi dorama kau memang netter berotak
baca quran itu scr keseluruhan,dilarang manusia berbuat aniaya,baik thd dirinya sendiri atau bunuh diri. jg BEDAkan perbuatan buruk dg berbuat jahat yg mengancam nyawa. nah,kalau sudah terancam jiwanya,muslim wajib membela diri,tp kalau sekedar digosipin,difitnah,ya jgn ikutan memfitnah. begitu,paham?!

doramma wrote:baca quran itu scr keseluruhan,dilarang manusia berbuat aniaya,baik thd dirinya sendiri atau bunuh diri. jg BEDAkan perbuatan buruk dg berbuat jahat yg mengancam nyawa. nah,kalau sudah terancam jiwanya,muslim wajib membela diri,tp kalau sekedar digosipin,difitnah,ya jgn ikutan memfitnah. begitu,paham?!
Kamu yang harus belajar lagi dengan benar.
Silahkan tanya ustad mu, Jihad apa yang terbesar?

KLIK SYEIKH AL-ALBANI: APA JIHAD TERBESAR?

doramma wrote:baca quran itu scr keseluruhan,dilarang manusia berbuat aniaya,baik thd dirinya sendiri atau bunuh diri. jg BEDAkan perbuatan buruk dg berbuat jahat yg mengancam nyawa. nah,kalau sudah terancam jiwanya,muslim wajib membela diri,tp kalau sekedar digosipin,difitnah,ya jgn ikutan memfitnah. begitu,paham?!

Tuanku Doramma, saya sudah membaca 20% isi dari Quran, itu sudah cukup soalnya saya fans berat AMrozi CS, karena saya penasaran sekali dgn Amrozi Cs, manusia yg diciptakan Tuhan sebagai mahluk yang paling Mulia dimuka bumi ini yg katanya lebih Mulia dari malaikat sekalipun… tega membunuh Lusinan Manusia, karena Amrozi CS selalu meng Yel-yelkankan nama tuhannya, disitulah saya mulai membaca quran..dan isinya ckckckckck….pantas Amrozi Cs berperilaku seperti itu…..dan sisanya yang 80%..!! itu berita basi….kenapa saya bilang basi karena isinya saduran dari kitab agama lain..dan yang bikin malu-maluin…apa….intisari dari 20% itu..isinya pengakuan,pembelaan,ayat-ayat kepepet ciptaan muhamad….
achh bikin Malu….

Membela diri itu adalah hak Setiap Manusia bila terancam nyawanya tuanku Doramma, namun soal bunuh-membunuh sesama Manusia itu adalah Hak dari yang Kuasa, bukan hak manusia, bukan hak Iblis dan setan, bukan hak Alloh yg disebut muhhamad.

TUANKU DORAMA, kelak nanti anda sadar akan kesalahan yang telah anda Buat..jangan malu-malu menggunakan nama DORAMMA, yang nantinya menjadi acuan para muslim disini bahwa orang yg bernama Doramma sekalipun mampu untuk lepas dari ajaran sesat muhhamad, dan dengan ke ikhlasannya memberitakan kepada kaumnya untuk memilih jalan yang lurus…. Doramma u must be legend…
dasar kapir sok teu,kamu tanya aja sana ke semua uztad dan MUI jawabannya sama. lol! teroris dg kafirun itu penyakitnya SAMA, sama-sama sok teu n salajh tafsir…lol!

doramma wrote:dasar kapir sok teu,kamu tanya aja sana ke semua uztad dan MUI jawabannya sama. lol! teroris dg kafirun itu penyakitnya SAMA, sama-sama sok teu n salajh tafsir…lol!
KLIK >SYEIKH AL-ALBANI: APA JIHAD TERBESAR?<

Read More

Posted on Juli 8, 2011, in buku islam, Hukum islam, Jihad, Muhammad, Syahid and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Komentar Dimatikan.

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: