BUKU ISLAM : RUNTUHNYA MITOS Kebutahurufan Nabi Muhammad


Berhubung gue baru beli bukunya, ntar dalam minggu ini lah gue scan semua isinya yah ! (isinya dijamin asik deh🙂
Buku ini karangan MUSLIM ARAB .
===================================

Image

==========

Untuk pemanasan. Baca2 aja dulu KORAN republika edisi 11 Mei 2007 dan review dari site penerbitnya :

http://http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=292808&kat_id=373

Betulkah Nabi SAW Buta Huruf?

Judul Buku : Nabi Muhammad Buta Hurup atau Genius?
Judul Asli : Khurafatu ‘Ummiyati Muhammad
Penulis : Syekh Al Maqdisi
Kata Pengantar : Prod Dr H Nasaruddin Umar MA
Penerbit : Nun Publisher
Cetakan Pertama : April 2007
Tebal : 130 halaman plus indeks

Dalam pandangan banyak umat Islam –dan itu lebih sering dipaparkan para acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW– Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang ummi yakni buta huruf alias tidak mampu membaca dan tidak mampu menulis. Pemahaman ini berdasar dari ungkapan di Alquran pada surat Al Ankabut ayat 48 yang artinya: ”Dan kau tiada (dapat) membaca Kitab sebelum (Alquran) ini (datang) dan tiada pula kau (dapat) menuliskannya dengan tangan kananmu. (Sekiranya kau dapat membaca dan menuliskannya), tentulah ragu-ragu orang yang mengingkarimu.” Tujuannya? Untuk memperkuat klaim bahwa Alquran memang benar-benar kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara ajaib, karena ia buta huruf.

Syekh Al Maqdisi, ulama Timur Tengah yang berpengetahuan luas dan dikenal sebagai penulis yang produktif justru membongkar habis pemahaman kebanyakan umat Islam itu. Ia menegaskan, Nabi Muhammad SAW sesungguhnya tidaklah buta huruf dan tidak buta tulisan. Ayat di atas menurut Syekh Al Maqdisi, justru tidak menafikan kemungkinan Nabi SAW mampu baca tulis, tetapi hanya menafikan pembacaan dan penulisan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

”Apa yang dimaksud dengan kata ‘kitab’ dalam ayat itu, apakah itu kitab apa pun secara umum? Bukankah maksudnya adalah kitab suci dari kitab suci samawi sebelumnya? Saya berpendapat makna yang kedua inilah yang paling tepat. Maksudnya, Nabi Muhammad SAW bukanlah seorang dukun dan beliau tidak punya pengetahuan asal tentang agama-agama samawi sebelumnya.” (halaman 52).

Buku ini sangat menarik dibaca terutama buat mereka yang bergerak di bidang dakwah dan taklim, sehingga dapat menyampaikan kebenaran kepada umat. Buku ini pun dilengkapi tulisan pengantar yang disampaikan Prof Dr H Nasaruddin Umar MA, salah seorang tokoh penggiat studi Quran.

=========

http://www.nunpublisher.com/content/view/1/1/

Runtuhnya Mitos Kebutahurufan Nabi Muhamad

Ajaran bahwa Rasulullah tidak mampu baca-tulis adalah sebuah kekeliruan tafsir sejarah yang konyol. Inilah buku kontroversial yang mematahkan mitos kebutahurufan Nabi Muhammad.

Kalau ada umat yang begitu bangga menerima kenyataan bahwa pemimpin atau nabi-nya sebagai sosok yang buta huruf, itulah umat Islam. Tak ada lain. Sejak kecil, ketika seorang anak muslim mulai mengenal baca-tulis, ajaran bahwa Nabi adalah sosok yang buta huruf selalu ditekankan.

Kebutahurufannya seakan menjadi kenyataan yang patut dibanggakan dan bisa membangun kepercayaan diri umat Islam! Pertanyaannya, benarkah ajaran itu? Atas dasar apa Nabi dianggap sebagai sosok yang buta huruf? Apakah ia pernah menyatakan dirinya betul-betul tidak mampu membaca dan menulis sejak kecil hingga akhir hayatnya? Lalu, jika ada anggapan ia mampu membaca dan menulis, apakah itu akan mengurangi keabsahannya sebagai utusan Allah?

Bagi Syekh Al-Maqdisi, jawabannya cukup jelas: Ada tafsir sejarah yang keliru terhadap kapasitas Rasulullah, khususnya dalam soal baca-tulis. Dan semua itu, bersumber dari kekeliruan kita dalam menerejamahkan kata “ummi” dalam Alquran maupun Hadis, yang oleh sebagian besar umat Islam diartikan “buta huruf”.

Menurut Al-Maqdisi, “ummi” memang bisa berarti “buta huruf”, tapi ketika menyangkut Nabi Muhammad, “ummi” di situ lebih berarti orang yang bukan dari golongan Yahudi dan Nasrani. Pada masa itu, kaum Yahudi dan Nasrani sering kali menyebut umat di luar dirinya sebagai orang-orang “ummi” atau “non-Yahudi dan non-Nasrani”. Termasuk Rasulullah dan orang Arab lainnya.

Selain itu, kata “ummi” di situ juga bisa merujuk pada kata “umm” atau ibu kandung. Jadi, maknanya adalah “orang-orang yang seperti masih dikandung oleh rahim ibunya, sehingga belum tahu apa-apa”.

Dalam buku ini, Syekh Al-Maqdisi menunjukkan bukti-bukti otentik (hadis) yang menunjukkan fakta sebaliknya bahwa Rasulullah adalah sosok yang justru pintar membaca dan menulis. Antara lain, sebuah hadis yang diungkapkan Zaid bin Tsabit bahwa Nabi pernah bersabda: ”Jika kalian menulis kalimat Bismillahirrahmanirrahim, maka perjelaslah huruf sin di situ.”

Pikirkan, kalau untuk soal huruf saja ia memperhatikan, ibarat seorang editor naskah, mungkinkah Nabi seorang yang buta huruf? Buku Maqdisi ini, sekali lagi, mematahkan semua kekeliruan sejarah ini.

6986. (HR: Bukhari)
Dari Ibnu Abbas, dia berkata:”Ketika Nabi saw dikunjungi di dalam rumah itu terdapat beberapa orang lelaki, termasuk Umar bin Al-Khatab, beliau bersabda :”Kemarilah, aku akan menulis untuk kalian sebuah catatan, yang kalian tidak akan tersesat setelah itu selamanya”.

6073. (HR: Bukhari)
Dari Sa`d bin Abi Waqqash ra. ia berkata: “Nabi saw. pernah mengajarkan beberapa kalimat kepada kami sebagaimana diajarkan tulis menulis, yaitu ” “Wahai Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari sifat kikir, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari rasa takut, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kembali ke usia renta, dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari cobaan dunia dan siksa kubur” “.

Terbukti sudah bahwa Muhamad bukanlah bodoh seperti yang diyakini oleh umatnya, Muhamad adalah seorang figur yang cerdik dan terpelajar.
6100. (HR: Bukhari)
Dari Abdullah (bin Mas`ud) ra., ia berkata: “Nabi saw. menuliskan garis persegi empat dan beliau menuliskan garis 1 lurus di tengah hingga keluar dari garis persegi empat itu. Dan beliau menuliskan beberapa garis yang kecil pada garis yang ada di tengah, dia mulai dari sudut yang ada di tengah. Beliau bersabda: “Garis ini adalah manusia dan ini adalah batas kematian yang mengelilinginya, sedangkan garis yang keluar ini adalah pengharapannya dan beberapa garis yang kecil ini adalah berbagai malapetaka. Apabila ia luput dari (malapetaka) ini, tentu ia digigit oleh (malapetaka) yang ini. Dan apabila ia luput dari (malapetaka) ini, tentu ia digigit oleh (malapetaka) yang ini”.

Diagram bujur sangkar dengan garis2 lain, menunjukkan tingkat kepandaian yang tinggi dari Muhamad, Ciri khas orang yang pandai, menjelaskan segala sesuatu secara sistimatis. Bahkan muslim saat ini pun banyak yang tidak bisa memahami sistimatika garis yang dimaksudkan oleh Muhamad.
yg melakukan riset justru MUSLIM ARAB penulis buku tsb.
saya cuman beli bukt itu dan berencana mem postingnya doang kok.

itung2 buat MEMBANGUNKAN MUSLIM yg selama ini di nina bobokan oleh dongeng ulama😛😛,spt kata2 di buku itu yg terdapat di situs PENERBITNYA :

http://www.nunpublisher.com/content/view/1/1/

Ajaran bahwa Rasulullah tidak mampu baca-tulis adalah sebuah kekeliruan tafsir sejarah yang konyol. Inilah buku kontroversial yang mematahkan mitos kebutahurufan Nabi Muhammad.

Kalau ada umat yang begitu bangga menerima kenyataan bahwa pemimpin atau nabi-nya sebagai sosok yang buta huruf, itulah umat Islam. Tak ada lain. Sejak kecil, ketika seorang anak muslim mulai mengenal baca-tulis, ajaran bahwa Nabi adalah sosok yang buta huruf selalu ditekankan.

Kebutahurufannya seakan menjadi kenyataan yang patut dibanggakan dan bisa membangun kepercayaan diri umat Islam! .

🙂
ok sekarang kita mulai!!!

** MAaf kalau B.arab qurannya tidak saya CANTUMKAN.karena softwarenya gak bisa melakukan hal tsb😛
*** Saya heran dgn ayat TERJEMAHAN di buku ini,karena berbeda dgn TERJEMAHAN versi CD-ROM yang saya miliki.
utk kedepan saya akan MENAMBAH juga dgn TERJEMAHAN versi CD-ROM ****

Buku ini gak tebal2 banget kok,cuman 130 halaman
saya akan coba posting halaman per halaman

kita mulai dari halama 7-14
🙂

Konon, berdasarkan dalil-dalil Alquran dan Sunnah, Nabi Muhammad disebut UMMI, dan hal itu dimaknai sebagai fakta bahwa beliau “buta huruf”. Umat Islam, terutama di kalangan ulama, lalu membangun teori tentang kebutahurufan Nabi Muhammad berdasarikan sejumlah ayat Alquran dan hadis-hadis Nabi yang termaktub di dalam kitab-kitab sirah dan hadits yang Shahih.

Di antara ayat Alquran yang pernah memuat kata UMMI dengan berbagai bcntuknya — untuk temudian disalahpahami artinya. walau begitu terang maknanya — adalah firman Allah berikut ini:

(yaitu) mereka yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi, yang mereka dapati dtssbut dalam kitab mereka sendiri, Kitab Taural dan Injil,yang menyu-ruh mereka melakukan kebaikan dan melarang kemungkaran. Yang menghalalkani bagi mereka segala yang baik, dan melarang segala yang buruk. Yang membebaskan mereka dari bebannya, dan belenggu yang memberatinya. Maka orang yang beriman kepadanya,memuliakannya, rnembelanya, serta mengikuti cahayu yang diturunkan bersamanya.merekalah yang memperoleh kejayaan (Al-Araf: 157).

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-Araf: 157).(Cd-Rom VERSION)

Ayat yang juga dijadikan landasan adalah :

“Katakanlah: “”Hai manusia! Akulah utusan Allah kepada kamu sekalian,(Allah) pemilik kerajaan langit dan bumi.Tiada tuhan selain Dia. Dia menghidupkan dan Dia mematikan. Maka berimanlah kepada Allah dan Rasulnya, Nabi yang ummi, yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimatNYA. Taatilah dia supaya kamu memperoleh bimbingan. (Al-A’raf: 158).

“Katakanlah: “”Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk””.” (Cd-Rom VERSION)

Catatan: inilah dua ayat Alquran yang secara terang-terangan(sharih) bcrbicara tentang “Keummian” Nabi Muhammad.

Akan tetapi, tcrdapat juga ayat lain yang tidak secara terang-terangan menyebutkan kata UMMI di dalam rcdaksinya, yaitu ayat berikut ini:

Dan kau tiada (dapat) membaca Kitab (Alquran) ini (datang), dan tiada pula kau (dapat) menuliskannya dengan tangan kananmu. (Sekiranya demikian), tentulah ragu-ragu orang yang mengingkarimu-, (Al-Ankabut: 48):,

“Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Qur’an) sesuatu Kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; andai kata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari (mu).” (cd-rom version)

Demikian juga dengan ayat berikut ini :

Dialah yang mengutus diantara orang yang ummi seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, dan menyucikan mereka, dan mengajar mereka Kitab (Alquran) dan Hikmah, sekalipun mereka sebelumnya dalam kesesatan yang nyata. (Al-Jumu’ah: 2).

Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (cd-rom version)

Dalarn sebuah hadis yang diriwayatkan dari ibnu Urnar dinyatakan, Nabi Muhammad pernah bersabda: Kita adalah umatb yang ummi, tidak menuliss dan tidak berhitung (Shahihul Bukhari, juz III, him. 27-23; juga diriwayatkan oleh Malik bin Anas dalam Al-Muwatta,juz I, him. 269).

Dalam hadis lainnya, Nabi pcmah bcrsabda:”Aku diutus kepada umat yang ummi

Dalam Sahibnya, Imam Eukhan mengatakan, Yahya bin Bakir mengatakan bahwa Al-Laits bin Aqil dari riwayat Ibnu Syiliab dari Urwah bin Zubair, dan Aisyah Ummul Mukminin mcngatakan:

“Permulaan wahyu yang ditenma oleh Rasullulah adalah mimpi yang sahih datam tidur. Beliau tidak bermimpi kecuali tampak nyata baginya scbagaimana jernmihnya subuh . Setelah begitu, beliauy lebih senang menyendiri di Gua Hirara untuk bersamadi dalam bentuk ibadah malam dalam bilangan terlentu. Setelah itu beliau akan kernbali kepada keluarganya untuk kembali berbekal.Beliau kemudian pulang
kepada Khadijah dengan bekal seperti tadi, sampai beliau mendapat kebenaran saat masih berada di Gua Hira, Pada saat itulah beliau dodatangi olehi Malaikat Jibril yang menyuruhnya untuk membaca. Beliau menjawab, “Aku tidak membaca atau apa yang harus dibaca? )ma ana biqari). Lalu ia(jibril)) menghampiriku lalu merangkulku hingga aku kepayahan.lalu ia menuntunku lagi dan menyuruhku untuk membaca . Tapi aku masih bertanya apa yang harus dibaca. la menghampiri dan merangkulku hingga aku kepayahanun . Lalu ia lagi-lagi memintaku untuk membaca dan aku tidak tahu apa yang harus dibaca. Lalu ia menuntunku untuk membarca; “Bacalah dengan nama Tuhanmu.”

Berdasarkan kisah di ataslah scbagian besar umat Islam membangun teori tentang kebutahurufan Nabi Muhammad, seakan-akan klaim kcnabian semakin valid dengan ketidaktahuan. Mernang, teori tersebut dibangun untuk mengetengahkan argumen lain tentang betapa hcbatnya mukjizat Alquran yang bersum dari sesuatu yang ilahi. Dengan teori “Nabi yang buta huruf'” mukjuat terkesan semakin luar biasa, Bagaimana mungkin seorang anak manusia yang buta huruf datang ke tengah-tengah masyarakat dcngan membawa sebuah kitab suci yang sangat memikat seperti Alquran? Barangkali, pandangan tentang “Nabi yang buta huruf mcmberikan sebuah kcyakinan bahwa wahyu-w’ahyu yang beliau sampaikan pastilah bersumber dari Allah, bukan rckayasa dari beliau yang tidak mampu mcmbaca dan mcnulisr Bcgilulah kira-kira alur logikanya.

Akan tetapi,
walau tampak mengesankan, sebenarnya teori semacam itu juga dibangun berdasarkan kekcliruan persepsi scjarah karcna menyangka bahwa kawasan Makkah masa itu betul-bctul beada dalam era kebodohan dan kckafiran yang parah. Itulah persepsi yang populer tentang kondisi Makkah pra-lslam yang banyak dituturkan (padahal faktanya tidak sepenuhnya demikian). Namun, dengan perkenan Allah, kondisi sosial demikian itu – mengikuti logika yang berpandangan demikian – dapat dibalikkan seketika, sehingga secara sekonyong-konyong muncullah lisan-lisan yang fasih, bahkan dan seorang yang buta huruf sekalipun. Lalu, fajar pcngetahuan hadir menggantikan kebodohan; keimanan membentang menutupi kekafiran.
Padahal, kalau kila mau menggunakan lugika yang paling scderhana, kita akan tahu bahwa ketidakmampuan dalam melakukan sesuatu adalah sebuah kekurangan.
Oleh karena itu, ketidakmampuan baca-tulis, misalnya, yang dibanggakan pada Nabi Muhammad—mcskipun dibumbui dengiin sifat-sifatnya yang paling agung di atas manusia lain—mestinya juga harus dianggap sebagai kekurangan atau kclcmahan yang mendasar Inilah yang harus kita kaji dalam buku ini selanjutnya.

**INGAT!!.. tulisan ini bukan OPINI SAYA!,tapi opini dari MUSLIM ARAB yang menulis buku ini :)**

bersambung …
Muhamad buta huruf ??
viewtopic.php?f=98&t=276
Jelas……Buta huruf…..ingat sejarah surat pertama yang turun
i

ni lanjutannya mana Ya ?
umur berapa baru bisa baca?, bukannya pas lg di goa itu diajarin baca, mungkin setelah itu jd jago baca tulis…
emngnya mo buta huruf selamanya??, belajarlah…
dibilang buta huruf umur brp??, di bilang bisa baca tulis sejak kapan??

audi wrote:Rasulullah memang Rasulullah yang ummy…. entah buta huruf (tidak bisa membaca) ataupun tidak pernah menulis ataupun membaca kitab lainnya itu bukan masalah. Andaikata Rasulullah buta huruf terus sampai kapan kemudian Reasulullah bisa membaca?. Karena dialog wahyu pertama disebutkan bahwa malaikat Jibril menyuruh Rasulullah untuk membaca, namun Rasulullah menjawab “Saya tidak bisa membaca” dan diulang hingga 3x. maka ayat pertama justru tentang ‘membaca’. Iqro, Iqro bismirobbikalladzi kholaq (Bacalah, bacalah atas nama Tuhan yang telah menciptakanmu). Maka pastinya Rasulullah setelah itu akan mengamalkan surat pertama tersebut untuk bisa membaca. Bahkan para tawanan perang yang bisa membaca dan menulis diberi tawaran untuk menebus kebebasannya dengan cara mengajari pengikutnya baca dan tulis waktu itu.

JADI INTINYA APA MAS ?
SETUJU ATAU TIDAK DENGAN MUSLIM ARAB YANG MENULIS BUKU TSB?

audi wrote:Masyaallah…. ini bukan pro kontra Rasulullah ummi atau tidak…..
pelajari sejarah nabi secara lengkap maka akan tahu kapan nabi benar-benar tidak bisa baca tulis, dan kapan nabi bisa membaca dan menulis….

Kalau nurutmu kapan, Di? Hayo pengen tau sejauhmana pengetahuan islammu….

audi wrote:Kayak ujian akhir semester aja…. ya pelajari sendiri toh dondong…. jadi murid kok enggak mau usaha dikit….. emang siapa loe siapa gua mau ngukur pengetahuan islam gua….. sudahlah… perdalam aja ajaran agamamu sendiri….. daripada repot-2 menghardik kepercayaan orang lain… kami bukan domba tersesat mu ……

Lha truz, maxudmu kmari tuh apa? Kalau cuman ngotor2i forum, alamat posting2mu bakal pindah ke Tong Sampah.

audi wrote:Kayak ujian akhir semester aja…. ya pelajari sendiri toh dondong…. jadi murid kok enggak mau usaha dikit….. emang siapa loe siapa gua mau ngukur pengetahuan islam gua….. sudahlah… perdalam aja ajaran agamamu sendiri….. daripada repot-2 menghardik kepercayaan orang lain… kami bukan domba tersesat mu ……

Hahahahaha….lucu bener, udah sok tahu gak bisa jawab.
Kita udah terbiasa sama muslim yang sok tahu, selalu bilang sudah dibahas di website a, cari sendiri, sudah dibantah dibuku2.
Ingat mas, kita ini bukan muslim yang bodoh, kita kafir yang berotak, jadi kalau ada masukan disaring dulu, gak ditelan mentah2.
Makanya kita gak mau jadi pengikut nabi bejat.
yang jelas nabi Muhammad SAW bukan berasal dari kalangan yahudi & nasrani, inilah yang membuat bangsa yahudi & nasrani kecewa, maka disebutkanlah “ummi” bukan dari kalangan yahudi ataupun nasrani.
Permasalahan buta huruf ini menimpa semua orang, tidak ada orang yang bisa membaca tanpa belajar, disinilah maka diturunkan surat al alaq yang isinya bacalah atas nama tuhan yg telah menciptakanmu. ini berarti nabi diperintahkan untuk membaca atas nama tuhan yang telah menciptkan.
permasalahan bahwa nabi muhammad saw buta huruf menurut saya adalah pada awalnya, jika ada yang mengatakan bahwa nabi Muhammad SAW genius itu sudah pasti, karena sampai sekarang tidak ada manusia yang mampu mengubah suatu kaum yang bejat menjadi bermoral.

jams wrote:yang jelas nabi Muhammad SAW bukan berasal dari kalangan yahudi & nasrani, inilah yang membuat bangsa yahudi & nasrani kecewa, maka disebutkanlah “ummi” bukan dari kalangan yahudi ataupun nasrani.
Permasalahan buta huruf ini menimpa semua orang, tidak ada orang yang bisa membaca tanpa belajar, disinilah maka diturunkan surat al alaq yang isinya bacalah atas nama tuhan yg telah menciptakanmu. ini berarti nabi diperintahkan untuk membaca atas nama tuhan yang telah menciptkan.
permasalahan bahwa nabi muhammad saw buta huruf menurut saya adalah pada awalnya, jika ada yang mengatakan bahwa nabi Muhammad SAW genius itu sudah pasti, karena sampai sekarang tidak ada manusia yang mampu mengubah suatu kaum yang bejat menjadi bermoral.

Wah maksud ente kaum bermoral itu umat islam ya??? Kang masih tinggal di Indonesia kan??? Tau dong yang suka bom sana sini itu umatnya siapa???

Peace…

Kalaupun muhammad pada awalnya tidak busa baca tulis/butahuruf………….tentu dengan kepintaran dan kuasanya muhammad bisa belajar membaca dan menulis….masak mau terus bodoh dan terbelakang dalam hal ini.
Saya rasa muhammad memiliki kemampuan untuk menyerap segala informasi dan mempunyai akal yang cukup cerdasa dalam belajar dan membaca……….!!!

Selama ini kesan muhammad buta huruf lebih condong pada membuat ” KESAN MENDALAM ” bahwa alquran bukan berasal dari muhammad sendiri tetapi berasal dari Allah SWT…………propaganda psikologis bagi pengikutnya.

Dan selang waktu berlalu kemampuan dan kecerdasannya akan membuat muhammad mampu beradaptasi dan mempelajari hal yang baru bahkan mampu membaca dan menulis…………..permasalahannya adalah muhammad tidak menginformasikan dalam alquran kemampuan itu sehingga KESAN asal mula Alquran yang berasal dari Allah tetap terjaga.

Inilah strategi siar agama islam yang telah dipikirkan muhammad untuk menutupi kondisi sebenarnya dan tentunya hal ini berhasil mengelabui pengikut-pengukutnya sampai sekarang

Nabi Muhammad SAW. bisa baca tulis??? pro dan kontra manusia dalam menanggapi ini. Klo dibandingkan dengan anda, maka mungkin sama. anda klo tak bersekolah kemungkinan besar tak tahu baca tulis, tapi klo Anda bersekolah dapat dipastikan jika anda lulus dalam sekolah itu bisa baca dan tulis. ya biarkan itu berlalu sesuai dengan pemahaman masing2. kita harus tahu diri bahwa kita tak tahu pasti…mana yang benar??? klo anda membenarkan ya silahkan, tapi sebetulnya anda juga tidak tahu secara pasti…

saiful Hasan wrote:Nabi Muhammad SAW. bisa baca tulis??? pro dan kontra manusia dalam menanggapi ini. Klo dibandingkan dengan anda, maka mungkin sama. anda klo tak bersekolah kemungkinan besar tak tahu baca tulis, tapi klo Anda bersekolah dapat dipastikan jika anda lulus dalam sekolah itu bisa baca dan tulis. ya biarkan itu berlalu sesuai dengan pemahaman masing2. kita harus tahu diri bahwa kita tak tahu pasti…mana yang benar??? klo anda membenarkan ya silahkan, tapi sebetulnya anda juga tidak tahu secara pasti…

IQRA
ooh,buku terjemahan dr penulis arab tho,tak pikir penulisnya orang Indonesia. ttg iqra,yg disuruh baca itu kalam Ilahi,bukan baca beneran,baca huruf. lagian kl orang yg mula2 buta huruf apa gak boleh belajar trus bs jg baca tulis,lama-lama.
kalo dikatakan tak bisa baca tulis takut dikatakan bloon… kalu bisa baca tulis takut dikatakan ngarang dan nyontek kitab yang terdahulu……jadi.. tak punya kredibilitas ya..

Read More

Posted on Juli 8, 2011, in buku islam, Hukum islam, Muhammad and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada BUKU ISLAM : RUNTUHNYA MITOS Kebutahurufan Nabi Muhammad.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: