MATI SYAHID, Suicide Bomber : SESUAI Islam atau Tidak ?


HUKUM BOM BUNUH DIRI

Seperti yang kita ketahui bersama sama,MUSLIMERS di forum ini pasti akan menolak MENTAH2 apabila dikatakan BOM BUNUH DIRI = HALAL/ISLAMI.
Ataupun berkata ‘Salah tafsir’ , ‘Ulamanya cuman ngikutin hawa nafsu’,’tidak memahami islam yg aslilah’

Untuk MEMBUNGKAM hal tsb sekaligus juga untuk MENGHINDARI FITNAH dari para MUSLIMERS,Maka saya akan BUKTIKAN bahwasanya FORUM INI TIDAK FITNAH,Terbukti dgn adanya BUKU2 di INDONESIA baik terjemahan ataupun karya anak bangsa yang memang MENGAKUI BOM BUNUH DIRI = ISLAMI.

Kalau anda masih ngotot mengatakan forum ini fitnah,ANDA juga harus jujur untuk MENGATAKAN PENULIS buku2 tsb menyebarkan FITNAH. Fair enough ?

Masalah anda setuju atau tidak itu bukan urusan saya,TAPI yang jelas.buku2 yang saya kutipkan ini memang MEMBENARKAN tulisan di forum ini bahwa ISLAM itu GANAS bin BRINGAS!

Image
Judul : DARAH SYUHADA
KISAH KISAH HEROIK PARA MUJAHID

PENYUSUN : FAUZAN AL ANSHARI
Email : HEHEHE..beliau ini cukup terkenal.kalau ada muslimers yang tidak kenal,saya anggap aja anda baru tiba dari abad ke 6 :P~~

Halaman 39-42

OPERAS1 MENCARI JIHAD

Ada sebuah buku berjudul Hukum Bom Bunuh Diri dan Antek-antek Thaghut, aslinya berjudul al- ‘Amaliyyaat al-lstisyhaadiyyah fi al-lslam wa Hukmi A’wani at-Jhawaaghiit wa Junuudihim karya Abu Mahmud Abdul Majid, diterjemahkan oleh Abu Zufar dan diterbitkan oleh Pustaka Ikhtiar, Solo, cetakan I, September 2001.

Kematian syahid memang bukan sembarang kematian, karena di dalamnya mengandung banyak keutamaan. Di antara keutamaan mati syahid menurut Rasulullah saw adalah:

1) diampuni dosanya sejak tetes pertama darahnya,
2) diperlihatkan kepadanya tempat duduknya di sorga,
3) dipakaikan baginya hiasan iman,
4) dinikahkan dengan bidadari,
5) dijauhkan dari azab kubur,
6) diamankan dari guncangan yang dahsyat,
7) diletakkan di atas kepalanya mahkota waqar yang terbuati dari permata yaqut sumber kebaikan dunia dan segala yang ada di dalamnya,
8. dinikahkan dengan 72 orang bidadari,
dan
9) dapat memberikan syafaat bag! 70 orang kerabatnya.
(HR. Ahmad, At-Turmudzi, dan Ibnu Majah dengan sanad yang sahih).

Dengan kemuliaan sedemikian tinggi, wajarlah banyak umat Islam yang memburunya dengan melakukan berbagai operasi mencari syahid (amaliyah isytisyhadiyah). Salah satu operasi yang banyak melahirkan kesyahidan adalah perang (jihad) di jalan Allah, sebagaimana firman Allah SWT:

Artinya: Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an….” (QS At-Taubah (9): 111).

Dalam operasi peperangan, Rasulullah saw telah menjelaskan bahwa inti dari peperangan adalah tipu daya (khid’ah) (HR. Bukhari Muslim). Oleh karena itu, kaum muslimin diperbolehkan melakukan apa saja dalam peperangan demi kemenangan serta kemuliaan kalimat Allah. Termasuk di dalamnya adalah dengan melakukan bom bunuh diri. Hukum tentang bom bunuh diri dalam peperangan dibahas tuntas dalam buku tersebut yang disertai dengan dalil-dalil sahih dan contoh-contoh peristiwa pada zaman Rasulullah,sahabat,dan kontemporer. Di mana banyak kejadian menunjukkan bahwa bom bunuh diri ini sangat efektif untuk memenangkan sebuah pertempuran, karena senjata jenis ini amat ditakuti oleh musuh, seperti Israel dan Amerika.
Di antara pembahasan yang paling penting dalam buku ini adalah ketika penulis memaparkan bebarapa hal pokok seperti:

1- Kebolehan bunuh diri demi tercapainya maslahat kemuliaan dien dan kemenangannya.
2. Ijma’ ulama akan kebolehan menceburkan diri ke dalam hal-hal yang sangat membahayakan di dalam jihad.
3. Dibolehkan seorang diri menyerang musuh yang banyak dalam jihad.
4. Orang yang bunuh diri demi kemuliaan dien terbebas dari ancaman yang ada pada larangan bunuh diri.
5. Orang yang mengorbankan dirinya sampai mati di jalan Allah tidak termasuk orang yang melemparkan diri ke dalam kehancuran.
6. Keutamaan sabar bag! yang tertawan dan keutamaan berperang sampai mati serta menolak untuk ditawan.
7. Keutamaan sabar sampai dibunuh dan tidak mengucapkan kata-kata kufur.
8. Keutamaan sabar sampai dibunuh di dalam beramar makruf nahi munkar.
9. Kebolehan bunuh diri demi tidak terbongkarnya rahasia manakala diintimidasi.

Kesembilan bahasan pokok dalam buku ini nampaknya harus segera dibaca oleh mereka yang ingin berjihad jalan Allah, seperti membela umat Islam Afghanistan, Irak Chechnya, Kashmir, Moro, Palestina, dan negeri-negeri jihad lainnya dari gempuran Amerika dan sekutunya. Karena pemaparan dalam buku ini merupakan ilmu yang sang bermanfaat bagi para mujahid agar semakin mantap dalar melangkah menuju medan tempur. Semangat tanpa ilmu ibarat orang buta. Ilmu tanpa semangat bagaikan orang lumpuh. Oleh sebab itu, dengan membaca buku ini akan menjadi salah satu bekal yang berharga dalam berjuang menegakkan syahadah di muka bum! ini. Wallahu a’/am.

Di buku DARAH SYUHADA KISAH KISAH HEROIK PARA MUJAHID terdapat banyak contoh SYUHADA yang tewas baik ditembak ataupun dgn MELEDAKKAN DIRINYA.tapi saya cuman tertarik untuk mengutip beberapa kisah SYUHADA WANITA yang melakukan BOM BUNUH DIRI

Dari Halaman 180 :

Ayat al-AWiras [l 8], 19 Maret 2OO2

Pelaku aksi syahid ini berasal dari kamp pengungsi Dahesya dekat Ramallah, wilayah Tepi Barat. Meski usianya masih tergolong muda, siswi sekolah menengah atas ini senantiasa mencari jalan untuk bisa terlibat dalam jihad dan perlawanan.
Hari itu para siswa dan siswi Palestina sudah pulang ke rumah-rumah mereka, namun Ayat justru berpamitan kepada mereka dengan kucuran air mata yang melinangi mukanya seraya berkata kepada siswi-siswi yang lain, “Saya ingin menyelesaikan sebuah pekerjaan.” Maka sebelum menunaikan pekerjaan yang dimaksud, Ayat menulis di atas secarik kertas dan menolak mengungkapkan isi surat tersebut. Dia minta kepada salah seorang teman dekatnya agar membawa lipatan kertas tersebut dan tidak membukanya kecuali keesokan harinya.
Setelah memberikan kertas, yang tidak lain berisi wasiat darinya, Ayat segera menenteng tas yang penuh dengan bahan peledak. Dia bertolak ke sebuah jalan di al-Quds (Jerusalem) terjajah. Hari itu, 29 Maret 2002, Ayat telah menunaikan tugas jihad dengan melakukan aksi bom syahid yang menewaskan dan melukai puluhan orang Zionis Israel

Andaleeb [18], 12 April 2OO2

Namanya Andaleeb Taqateqa, berasal dari kampung Beit Fajjar, utara Hebron Tepi Barat. Paska perang bumi hangus yang dilancarkan penjajah Zionis Israel terhadap kamp pengungsi Jenin, pihak penjajah menerapkan operas! “tembok pengaman”. Maka tidak ada jalan lain bagi kelompok perlawanan Palestine kecuali menunjukkan kepada dunia akan kegagalan aksi teror yang dilakukan di Jenin dan operas! “tembok pengaman”nya.
Pemandangan hari itu benar-benar menggoncang semua jiwa yang hadir, saat Andaleeb membaca wasiatnya (sebelum melakukan aksi syahid) kepada semua yang hadir seraya mengangkat al-Qur’an. Dia mengatakan, “Sesungguhnya kehidupan ini…kehidupan yang fana. Tidak ada rasa dan harganya. Sebaik-baik yang dicari manusia adalah kehidupan yang mulia di syurga.” Note : hayooo..mirip kata2 siapa? Siapa lagi klo bukan mr.Monasjazz
Di pagi hari, sebelum berangkat keluar rumah, Andaleeb berkata kepada ibunya agar mempersiapkan diri. Karena akan datang kabar yang menggembirakan secara tiba-tiba di sore hari. Ibu Andaleeb hanya menduga bahwa dia akan kedatangan seseorang yang akan melamar putrinya ini. Namun hari itu, 12 April 2002, Andaleeb tengah melakukan tugas jihad dengan melakukan aksi bom syahid yang menewaskan tidak kurang dari 10 orang Zionis Israel

hunadi Garadat [28} , 4 October 2003

Hunadi Taisir Caradat, ia lahir pada tanggal 22 September 1 975 di kota Jenin, wilayah utara Tepi Barat. Pada hari Sabtu tanggal 4 Oktober 2003, untuk hari yang kedua, wanita pengacara ini keluar meningalkan rumah pada pukul 07:30 tanpa mengucapkan “salam perpisahan” kepada siapa pun atau menampakkan perubahan yang mengisyaratkan dia tengah bertekad melakukan sesuatu.
Waktu terus berjalan, hingga kemudian radio Zionis Israel meng-umumkan bahwa seorang wanita Palestina meledakkan dirinya di kafe Zionis di Haifa dan menewaskan 19 orang Zionis Israel dan puluhanlainnya terluka. Selanjutnya diketahui, aksi tersebut dilakukan seorang wanita muda Palestina bernama Hunadi setelah pihak gerakan Jihad Islam menyatakan bertanggung jawab atas aksi tersebut. Dia adalah pelaku aksi syahid wanita ke-6 selama masa intifadhah al-Aqsha yang meletus sejak 28 September 2000. Hunadi menyelesaikan studi magister bidang pembelaan hukum setelah menyelesaikan sarjana hukum di Universitas Jarsy diYordania tahun 1999.
Dari KETUA UMUM PBNU ( K.H.HASYIM MUZADI )

Note : Beliau MEMBOLEHKAN BOM BUNUH DIRI,BILA TIDAK ADA JALAN LAIN,TAPI HARUS DIDAERAH KONFLIK ,jadi intinya Belia menolak bom bali,marriot karena menurut breliau indonesia bukan daerah konflik.TAPI beliau setuju dgn BOM BUNUH DIRI di PALESTINA dan IRAK(daerah konflik)

Silahkan simak wawancara dibawah ini :
http://suara-santri.tripod.com/files/na … ional7.htm

Maraknya bom bunuh diri tanah air belakangan ini, membuat Ketua Umum PBNU, KH
Hasyim Muzadi, angkat bicara. Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Hikam, Malang,
itu berpendapat beda dengan yang diyakini Imam Samudra Cs dan orang-orang yang
berpandangan serupa.
Kiai yang belakangan ini lantang menyuarakan persatuan dan kesatuan bangsa
serta ukhuwwah islamiah dan nahdliyah, itu cenderung berpendapat, bom bunuh
diri haram, jika dilakukan di negara aman.
Bom bunuh diri hanya boleh dilakukan di negara perang dan tidak ada jalan lain.

Suara Santri menemui ketua ormas Islam terbesar itu, usai yang bersangkutan memberikan ceramah pada
haflah NU ke 80 di Alun-alun Jombang, Sabtu malam pekan lalu.

Berikut petikan
wawancara Suara Santri (SS) dengan KH Hasyim Muzadi (KHM).

SS : Bagaimana hukum orang melakukan bom bunuh diri?

KHM : Bom bunuh diri, secara prinsip tidak diperkenankan, kecuali dalam
keadaan perang dan tidak ada jalan lain
. Itu alternatif paling akhir. Selama
tidak ada itu (perang), tidak boleh dilakukan.

SS : Bagaimana dengan bom Bali dan Marriott?

KHM : Seperti bom Bali, tidak boleh karena tidak dalam keadaan perang.

SS : Bom bunuh diri malah sering terjadi di luar negeri, di negara-negara
Islam. Bagaiamana kiai?

KHM : Lha dalam keadaan perang apa enggak? Kalau dalam keadaan perang, dan
tidak ada jalan lain, (boleh)
.
Di sini (Indonesia) kan damai, toh? Bali damai,
Marriott damai. Untuk apa (bom bunuh diri)?

with thanks to noor_al_maseeh
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=10746

Komando Al-Qaeda atas Perang Salib
TENTANG OPERASI BOM SYAHID

Fatwa Syaikh Salman Al Audah
===============================================

Pertanyaan:
———–
Assalamu’alaikum Wr Wb.
Fadhilatu Syaikh, telah banyak pembicaraan dan perdebatan seputar operasi mati syahid. Telah diselenggarakan berbagai seminar, diskusi dan ditulis berbagai pendapat serta berbagai selebaran dicetak antara yang pro dan yang kontra, yang semangat dan yang minder dan bimbang. Masing-masing pendapat mempunyai pendukungnya sehingga kita melihat dan mendengar suatu keanehan!! Pada akhir-akhir ini dikeluarkan beberapa pendapat dari sebagian ulama yang tentunya
ada pengaruhnya. Fadhilatu Syaikh, kami berharap supaya anda memberikan penjelasan kepada kami mengenai persoalan berikut ini.

Jawaban:
——–
Wassalamu’alaikum wr wb

Persoalan yang disebut dengan operasi mati syahid termasuk persoalan kontemporer yang barangkali tidak akan anda dapati nashnya dalam kitab-kitab para fuqoha dulu. Hal itu karena persoalan ini termasuk bentuk perlawanan baru yang muncul setelah adanya bahan peledak dan kemajuan tehnologinya. Masalah ini seringkalinya menjadi salah satu bagian dari apa yang disebut dengan perang urat saraf yang dijalani oleh sebuah kelompok yang siap berkorban dan beraksi cepat.
Pentingnya perlawanan semacam ini telah nampak pada perang lokal Amerika dan pada perang dunia kedua dan setelahnya. Selanjutnya menjadi salah satu bagian dari aturan perang yang dikaji di institut-institut dan akademi-akademi perang. Dalam konteks lebih khusus, kaum muslimin butuh perlawanan semacam ini karena beberapa faktor berikut:

*- A. Sifat siap berjuang, berkorban dan cinta mati syahid yang sudah menjadi tabiat mereka serta murahnya nilai kehidupan bagi mereka jika ia hina, maka mati secara mulia lebih baik bagi mereka daripada hidup dalam keadaan hina.

*- B. Apa yang dirasakan oleh mereka di sejumlah nergara kaum muslimin dari kekejaman yang dilakukan musuhnya dan keberaniannya terhadap mereka karena memandang mereka terbelakang dalam
hal ilmu pengetahuan, tehnologi dan peradaban sekaligus musuh mereka unggul dari segi ini. Sehingga jadilah negara-negara Islam santapan bagi kaum imperalis dan penjajah.

Dan inilah yang kita saksikan di bumi Palestina, di Kashmir, di Chehcnya, di Afghanistan ditambah wilayah-wilayah Islam lain yang sebelumnya di bawah cengkraman Uni Soviet.

*- C. Sulitnya ditemukan altenatif lain bagi mereka. Oleh karena ini, muncul banyak pertanyaan tentang operasi semisal ini yang oleh sebagian kalangan menyebutnya dengan operasi mati syahid sebagai isyarat membolehkan sesuai syariat. Sedang kalangan lain menyebutnya dengan operasi bunuh diri sebagai isyarat melarangnya atau sekedar ikut-ikutan media massa.

Dalam persoalan ini, para fuqoha telah berselisih pendapat antara melarang dan mengijinkan sesuai pandangan dan pendapat kuat yang nampak pada mereka. Dengan merujuk beberapa kondisi yang serupa pada nash-nash syar’i dan peristiwa-peristiwa dalam sejarah, kita dapati apa yang barangkali sedikit memberi kepuasan dalam perkara ini.

1-) Dalam Musnad Abi Sya’ibah dari Muhammad bin Ishaq dari ‘Ashim bin Muhammad bin Qotadah berkata: Berkata Muadz bin Afra, Wahai Rasulullah, apa yang bisa membuat Robb tertawa terhadap hamba-Nya? Beliau bersabda: Dia menerjunkan diri di tengah musuh sendirian. Lalu orang itu melemparkan baju besi yang dipakainya dan maju berperang hingga akhirnya terbunuh. Dishahihkan oleh Ibnu Hizam pada Muhalla juz 7 hal 294. Disebutkan oleh Imam Thobari dalam Tarikh-nya juz 2
hal 33 dari Auf bin Harits yaitu Ibnu Afra. Demikian pada Siroh Ibnu Hisyam juz 3 hal 175.

2-) Ibnu Hazm telah meriwayatkan pada Muhalla yang sama dari Abi Ishaq As-Suba’i berkata: Aku mendengar seorang laki-laki bertanya kepada Barro’ bin ‘Azib: Apa pendapatmu sekiranya ada seseorang sendirian menyerang batalyon musuh padahal mereka berjumlah seribu orang, apakah ia berarti menjerumuskan dirinya pada kebinasaan (bunuh diri, red)? Barro’ menjawab: Tidak, namun yang disebut kebinasaan adalah seseorang melakukan dosa lalu menjerumuskan dirinya seraya
berkata: tidak ada lagi taubat bagi saya. Ibnu Hazm berkata: Abu Ayyub Al-Anshary maupun Abu Musa Al-Asy’ari tidak mengingkari seseorang yang menyerang sendirian ke tengah pasukan yang banyak dan bertahan hingga terbunuh.

3-) Kisah Abu Ayyub di Kostantinopel terkenal dan sudah masyhur. Dalam kisah tersebut disebutkan ada seorang laki-laki dari kaum muslimin menyerang barisan pasukan Romawi hingga mampu menerobos
ke tengah-tengah mereka. Lalu manusia berteriak seraya berkata: Subhanallah, ia tengah menjerumuskan dirinya pada kebinasaan? Maka Abu Ayyub berdiri seraya berkata: Wahai manusia, sesungguhnya kalian telah memalingkan ayat pada ta’wil seperti ini. Sesungguhnya ayat itu turun pada kami, kalangan Anshar. Ketika Allah telah memenangkan Islam dan telah banyak orang-orang yang membelanya. Maka sebagian kami berkata lirih kepada sebagian lain tanpa Rasulullah:
Sesungguhnya harta kita telah lenyap dan Allah telah memenangkan Islam serta telah banyak penolongnya, sekiranya kita kumpulkan lagi harta kita sehingga kita dapat memperbaiki harta kita yang telah lenyap. Maka Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi-Nya……hingga akhir hadits. Hadits ini terdapat pada Sunan Turmudzi no 2898. Ia berkata: Hadits ini hasan shahih gharib. Juga diriwayatkan oleh Abi Daud no 2151.

4-) Sebagaimana diriwayatkan oleh para ahli sejarah dan Ibnul Mubarok dalam kitab Al Jihad juz 1 hal 134, tentang kisah Barro’ bin Malik melemparkan dirinya ke tengah-tengah kaum murtad dari Bani Hanifah. Pada beberapa sumber seperti Siyar juz 1 hal 196 serta yang lainnya disebutkan bahwa Barro’ menyuruh rekan-rekannya untuk mengangkatnya di atas perisai dengan ujung-ujung tombak mereka lalu melemparkannya ke dalam benteng maka Barro’ pun menerobos mereka, mengamuk dan menyerang hingga akhirnya ia dapat membuka pintu gerbang benteng. Pada hari itu ia mendapatkan 80 lebih luka-luka. Maka Kholid menugaskan seseorang pada hari itu untuk merawat
luka-lukanya. Semisal hal ini terdapat pada kitab Tsiqot-nya Ibnu Hibban juz 2 hal 175, Tarikh Thobari juz 2 hal 281 serta yang lainnya. Mirip dengan ini adalah kisah Barro’ radliyallahu ‘anhu dengan bertutup muka.

5-) Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibi Ishaq, saya berkata kepada Barro’: Seseorang menyerang ke tengah-tengah kaum musyrikin, apakah ia termasuk orang yang melemparkan dirinya pada kebinasaan?
(bunuh diri, pent) Barro’ menjawab: Bukan, karena Allah Azza wa Jalla membangkitkan Rasulullah SAW seraya berfirman: “Maka berperanglah kamu di jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri.” (An Nisa: 84). Sesungguhnya hal itu hanyalah berkenaan dengan infaq. (maksudnya, orang yang tidak mau berinfaq fi sabilillah).

6-) Pada Shohih Muslim rohimahullah dari hadits Shuhaib yang panjang dan terkenal, disebutkan pemuda yang tidak sanggup mereka bunuh berkata kepada raja: “Anda tidak akan bisa membunuhku sampai anda melaksanakan apa yang saya perintahkan.” Raja bertanya: “Apa itu?” Ia menjawab: “Anda kumpulkan manusia di satu tempat lalu saliblah saya pada sebuah batang kemudian ambil satu anak panah dariku. Lalu letakkan anak panah itu di tengah busur kemudian ucapkan: Bismillah
Robbil Ghulam, dengan menyebut nama Allah Robbnya pemuda. Lalu panahlah aku. Jika anda telah melakukan itu, maka anda baru dapat membunuhku,” hadits. Dalam hadits tersebut diceritakan, raja
melaksanakan apa yang diperintahkan pemuda lalu pemuda itupun meninggal. Maka manusia mengatakan: “Kami beriman kepada Robbnya pemuda. Kami beriman kepada Robbnya pemuda. Kami beriman kepada Robbnya pemuda.” Hadits tersebut terdapat pada Musnad No:22805 dan yang lainnya.

Pemuda ini telah menunjukkan kepada raja tentang cara yang dapat membuat ia terbunuh. Kemudian dijalankan oleh raja sehingga terwujudlah maslahat umum yang besar dengan anak panah yang
dilemparkan kepada pemuda itu dimana semua manusia menjadi beriman kepada Allah setelah sampai kepada mereka berita tentang pemuda dan karomah yang Allah perlihatkan kepadanya.

7-) Dalam hadits Abu Sa’id Al Khudhry, berkata: Bersabda Rasulullah SAW: “Orang-orang yang berada di front terdepan ketika perang lalu tidak menolehkan mukanya hingga terbunuh, maka mereka itu mendiami kamar-kamar tertinggi di jannah. Robb mereka tertawa kepada mereka.
Sesungguhnya jika Robbmu tertawa kepada suatu kaum maka tidak ada hisab lagi bagi mereka.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Sya’ibah juz 4 hal 569, Thobroni, Abu Ya’la, Ibnul Mubarok dalam Al Jihad, Abu Nu’aim dalam Hilyah serta yang lain. Al Mundzir berkata: perowi-perowinya tsiqoh.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Mudrik bin ‘Aus Al Ahmasi, berkata:
Saya berada pada Umar ra lalu mengatakannya. Di situ disebutkan: “Wahai Amirul mukminin, ada seorang laki-laki yang mengorbankan dirinya sendiri.” Maka Mudrik bin Auf berkata: “Demi Allah orang itu adalah pamanku wahai Amirul Mukminin. Orang-orang menganggap dia telah mencampakkan dirinya pada kebinasaan.” Maka Umar berkata: “Dusta mereka. Melainkan ia termasuk orang yang membeli akhirat dengan dunia.”

9-) Berkata Muhammad bin Hasan Asy Syaibani dalam Siyar juz 1 hal 163: Adapun orang yang yang menerjang musuh berarti ia telah berusaha memenangkan dien dan akan menghadapi mati syahid untuk
mendapatkan kehidupan abadi. Lantas bagaimana ia (dikatakan) mencampakkan diri pada kebinasaan?
Kemudian ia berkata: Tak mengapa seseorang melakukan serangan sendirian sekalipun ia menduga akan terbunuh jika ia melihat dirinya dapat berbuat sesuatu lalu terbunuh, terluka atau kalah.

Hal itu telah dilakukan sejumlah kalangan sahabat di hadapan Rasulullah SAW pada perang Uhud. Dan beliau memuji mereka. Dikatakan kepada Abu Hurairah: Tidakkah anda melihat Sa’ad bin Hisyam ketika bertemu antara dua pasukan, ia menerjang lalu menyerang hingga terbunuh. Ia telah mencampakkan dirinya pada kebinasaan. Abu Hurairah berkata: Sekali-kali bukan. Namun ia telah mempraktekkan satu ayat dalam kitabullah, Wa minannaasi man yasyrii nafsahu ibtighooa mardhotillah. (Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena memburu keridhoan Allah). (Al Baqarah: 207).

Adapun jika ia mengetahui tidak dapat menjatuhkan korban pada mereka, maka tidak boleh ia menerjang ke mereka karena tindakannya itu tidak menghasilkan sesuatu yang kembali kepada upaya memenangkan dien. Akan tetapi ia hanya terbunuh saja. Sedang
Allah telah berfirman: “Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri”. Jika ia tidak menjatuhkan korban sehingga tidak memberikan faedah yang dimaksud, maka ia tidak perlu maju untuk itu.

10-) Al Hafidz Ibnu Hajar pada persoalan satu orang melakukan serangan kepada sejumlah besar musuh menyebutkan, jumhur secara tegas menyatakan bahwa jika hal itu didorong oleh keberaniaannya yang kelewat dan ia menduga musuh akan keder dengan tindakannya itu atau dapat membangkitkan keberanian kaum muslimin menghadapi musuh maupun tujuan-tujuan benar semisal itu maka tindakannya tersebut BAGUS. Sedang jika hal itu sekedar tindakan ngawur maka dilarang.
Apalagi jika hal itu menimbulkan kelemahan kaum muslimin. Lihat Subulu Salam juz 2 hal 473.

11-) Ibnu Hajar mensyaratkan hal itu pada Hasyiah Dasuqi juz 2 hal 208 dengan dua hal:
a-) Tujuannya demi meninggikan kalimat Allah.
b-) Ia menduga dapat memberikan efek pada mereka.

12) Ibnul Aroby menyebutkan pada juz 1 hal 166, pendapat yang benar adalah boleh satu orang maju menghadapi sejumlah besar kaum kuffar, karena di situ ada empat sisi:
a-) Memburu mati syahid.
b-) Mewujudkan kerugian.
c-) Membangkitkan keberanian kaum muslimin menghadapi mereka.
d-) Lemahnya jiwa musuh karena mereka akan melihat hal itu hanyalah tindakan seorang saja dari kaum muslimin, lah bagaimana bayanganmu kalau semuanya???

13) Ibnu Taimiyyah berkata pada Inshof juz 4 hal 116: Disunnahkan terjun ke tengah musuh demi adanya kemaslahatan kaum muslimin. Namun jika tidak ada, maka dilarang karena termasuk membinasakan diri. Pada kebanyakan nash-nash dan riwayat ini diperhatikan tentang adanya seorang laki-laki atau beberapa orang yang berangkat dari sekelompok kaum muslimin dan kamp mereka menuju sasaran musuh. Namun pada sebagian nash tadi sebagaimana pada kisah pemuda mukmin, tidak demikian. Pendapat yang kuat dari sekumpulan nash tadi Wallahu a’lam, boleh menjalankan operasi semacam yang ditanyakan ini. Yakni, operasi mati syahid atau bom mati syahid, pent. Dengan
syarat-syarat yang disimpulkan dari perkataan para Fuqoha. Diantaranya yang terpenting yaitu;
a) Hal itu dilakukan demi meninggikan kalimat Allah.
b) Ada dugaan kuat atau yakin, bahwa hal itu mengakibatkan kerugian di pihak musuh dengan korban tewas, luka-luka, kekalahan, atau membangkitkan keberanian kaum muslimin terhadap musuh atau
melemahkan mental mereka ketika melihat bahwa itu hanyalah tindakan satu orang maka bagaimana kalau semuanya melakukan hal sama. Menentukan hal ini tidak mungkin diserahkan kepada setiap person orang dan individu mereka. Lebih-lebih pada kondisi manusia seperti hari ini. Namun harus dikeluarkan dari orang-orang berpengalaman, menguasai dan mengerti kondisi dari segi militer dan politik, dari kalangan pejuang Islam dan wali-walinya.
c) Hal itu dilakukan dalam rangka melawan kaum kuffar yang telah mengumumkan perang terhadap kaum muslimin. Sebab kaum kuffar itu ada beberapa macam: diantara mereka ada orang-orang kafir muharib, (yakni yang memposisikan diri sebagai lawan kaum muslimin, pent), ada juga orang-orang kafir musalim, yang menyerah atau tunduk, ada orang kafir musta’man, yang minta diberi jaminan keamanan, ada orang-orang kafir dzimmi, (yakni yang hidup dan tunduk patuh di bawah kekuasaan Daulah Islam dengan membayar jizyah sebagai ganti jaminan keamanan hidup). Di antara mereka ada orang kafir muahid (yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin dan masih setia dengan perjanjiannya). Kekafiran tidak secara mutlak membolehkan mereka dibunuh bahkan dalam sebuah hadits shahih sebagaimana pada Shahih Bukhari no 2930 dari Abdullah bin Amru dari Nabi saw bersabda: “Barangsiapa membunuh muahid (orang kafir yang masih setia dengan perjanjian dengan kaum muslimin) maka ia tidak akan mencium bau surga padahal bau wangi surga itu dapat tercium dari perjalanan 40 tahun.” Diriwayatkan oleh Nasai, Ahmad, Ibnu Majah dan yang lain.

d) Operasi itu dilakukan di negara mereka atau di negara yang mereka masuki, mereka serobot dan mereka kuasai dan kaum muslimin hendak melakukan perlawanan terhadap mereka dan mengusirnya.
Seperti Yahudi di Palestina, Rusia di Chechnya dimana memungkinkan untuk dijalankan operasi ini terhadap mereka dengan syarat-syarat di atas.

Barangsiapa menjalankan operasi ini sesuai syarat-syarat yang telah diakui secara syar’I maka dengan ijin Allah ia syahid jika niatnya benar. Sesungguhnya amal itu dinilai sesuai niatnya.

Orang itu dido’akan dan semoga Allah merahmatinya. Dan dibolehkan menyerahkan dana guna operasi ini dari baitul mal atau dari zakat karena ia termasuk fi sabilillah atau dari sumber-sumber yang lain. Ijtihad dalam bab ini terbuka dimana bisa salah bisa benar. Tetapi kaum muslimin bertaqwa kepada Allah sesuai dengan kemampuannya.

Wallahu A’lam.
http://www.islam-watch.org/MAsghar/Suic … nIslam.htm

Suicide Bombings Not Approved by Islam: A rebuttal to Dr Habib Siddiqui
by Mohammad Asghar

29 January, 2006

Dr. Habib Siddiqui, dlm artikel yg diterbitkan dlm News from Bangladesh, mengatakan bawha ia tidak setuju dgn suicide bombings, dan oleh karena itu :
1) upaya bunuh diri dgn bom oleh para Islamis Bangladesh adalah tidak Islami.

Memang bunuh diri dgn bom tidak secara eksplisit disebut dlm Quran. Alasannya ?

Pd saat Quran ditulis, bunuh diri dgn bom belum eksis. Ini karena belum ada orang yg menciptakan bom. Tapi kalau seandainya sang penulis tahu bahwa suatu saat Muslim bisa belajar membuat bom utk mencapai tujuan Islami mereka, ia pasti akan mencakupkannya dlm Quran.

2) Tetapi bgm dng argumen bahwa Islam tidak menyetujui pembunuhan orang2 tidak bersalah, termasuk suicide bombing?

Dr. Siddiqui mengutip Quran ayat 5:32 utk membuktikan bahwa Islam tidak menyetujui pembunuhan tidak berguna.

[5.32] Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. …

Dari surah tsb jelas bahwa Yahudi-lah DAN BUKAN MUSLIM yang diminta Allah agar jangan membunuh, kecuali dgn alasan pembalasan pembunuhan atau menghentikan penyebaran kebohongan di tanah Israel. Dikatakan, jika YAHUDI membunuh orang atas alasan apapun, ini berarti mereka membunuh seluruh bangsa.

Tetapi apa hukumannya bagi mereka yg menyatakan perang melawan
Allah dan rasulnya dan menyebarkan kebohongan di tanah Kanaan ?
InI yg dikatakan Quran :

[5.33] Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya).

Utk mengerti dampak ayat diatas, kita perlu simak bahwa: Muslim diminta utk membunuh mereka2 yg menyatakan perang terhdp Allah dan rasulNya, yi. Muhamad. Dan bgm bentuk “perang terhadap Allah” ini ?

Jawab: jika anda menolak Quran dan Islam. Inilah maksud “menyatakan perang terhdp Allah.” Ini sudah ditegaskanNya dlm Surah 3:9, bahwa Islam adalah satu2nya agama yg benar dan siapapun yg memilih agama selain Islam, tidak akan diterima olehNya (3:85).

Jadi mereka yg bukan Muslim dan memilih agama lain adalah para “penyebar kebohongan”. Merekalah yg menyatakan perang terhdp
Allah, dan inilah orang2 yg harus dihukum mati oleh Muslim, entah lewat pemenggalan kepala atau penyaliban dll spt tertera dlm Quran.

Bahwa memang non-Muslimlah yg merupakan pelaku “penyebar kebohongan” bisa disimpulkan dari Q 47:4:

[47.4] Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti.

3) Bgm dijaman sekarang Muslim masih juga menjalani kewajiban menyebarkan Islam diantara non-muslim ?
Dng JIHAD. Kata Jihad tampil 33 kali, dlm Quran. Dan terlepas dari apa yg dikatakan para Muslim apologis/pembohong, JIHAD berarti perjuangan bersenjata Muslim melawan non-Muslim.

Ini analisa singkat ttg kata JIHAD:

Kata Jihadu tampil dlm Quran bersama dgn kata2 “fi sabil Allah.” Artinya Dalam Jalan Allah [in the cause of Allah.]

Spt kata ‘Qatilu‘, Jihad berarti tindakan kekerasan dlm bentuk perang, yg dilakukan Muslim dijaman lalu dan wajib melakukannya bahkan sekarang. Tujuan akhir mereka : menundukkan seluruh dunia dibawah Islam.

Dlm Jihad, Muslim tidak boleh mengharapkan hasil rampasan. Tapi kalau toh diberikan, mereka tidak boleh menolak. Menolak pemberian hadiah dari Allah adalah dosa besar. Rampasan perangpun adalah pemberian Allah. (cf. Quran; 66:1).

Inilah kewajiban jihad yg diberikan Allah:

[9.41] Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Jelas, berjuang dgn harta dan dirimu bukanlah perjuangan jiwa. Berjuang (‘Jihadu’ dlm bahasa Arab) berarti perang melawan kafir, shg mereka wajib diberanguskah dari bumi milik Allah ini lewat aksi pembunuhan dan kekerasan lainnya.

[29.6] Dan barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Berjuang dng kekuatan harta dan dirimu juga bukan perjuangan jiwa. Ini jelas berarti perang fisik.

4) bagi Muslim, Jihad berarti perang. Dan dalam perang, Allah mengatakan bahwa mereka harus menerapkan segala strategi (Q. 9:5).

Inilah yg dilakukan Muslim di Palestina, Bangladesh dsb. Mereka menempelkan bom pada tubuh mereka yg jelas akan membunuh musuh dlm jumlah besar.

Bahkan sesama Muslim–yg tidak menjalankan islam secara sepenuhnya–juga sah sbg musuh. Bahkan wanita dan anak2 sekalipun. Selama perang diatasnamakan Allah dan ajaranNya, maka ini bukan saja mendapatkan persetujuanNya, malah dimataNya merupakan hal yg sempurna.//

😈😈😈😈
Dari adadeh :

Wawancara dengan Ibu Pembom Bunuh Diri
http://www.islamreview.com/articles/interview.shtml

Harian berbahasa Arab Al-Sharq Al-Awsat yang berpusat di London mempublikasikan sebuah wawancara dengan Umm Nidal, ibu martir shahid Muhammad Farhat. Dalam Intifada pertama, Umm Nidal menyembunyikan ‘Imad ‘Aql, panglima sayap militer Hamas yang bernama “Brigade Izz Al-Din Al-Qassam,” di rumah keluarganya selama setahun. Berikut adalah wawancaranya:

TANYA : “Bagaimana mulanya gagasan untuk melakukan usaha Fidaai [martirdom] muncul di hati anakmu Muhamad?”

Umm Nidal: “Jihad adalah perintah agama yang diterapkan pada kami. Kami harus memasukkan gagasan ini di hati anakku, setiap waktu … Apa yang kita lihat setiap hari – pembunuhan, penghancuran, pemboman rumah2 – memperkuat rasa cinta akan Jihad dan martyrdom di dalam hati anak2 lakiku, terutama Muhammad.

T: “Apakah kau punya peranan dalam menanamkan semangat Jihad ini dalam diri Muhamad?”

Umm Nidal:”Terpujilah Allah, aku Muslimah dan percaya akan Jihad. Jihad adalah satu elemen dari iman dan inilah yang mendorongku untuk mengorbankan Muhamad utk Jihad demi kepentingan Allah. Anakku tidak hancur, tidak mati, dia hidup lebih bahagia daripada aku sendiri. Jika pikiranku terbatas pada dunia ini saja, aku tidak akan mengorbankan Muhamad.”

“Aku adalah ibu yang mengasihi anak2ku, dan merakapun mengasihiku dan mengurusku. Karena rasa cintaku pada anak lakiku, aku mendorongnya untuk mati sebagai martir demi kepentingan Allah. Jihad adalah kewajiban agama yang ada di hadapan kita, dan kita harus melakukannya. Aku korbankan Muhamad sebagai bagian kewajibanku.”

“Ini mudah saja. Tidak ada pertentangan (diantara ilmuwan Islam) tentang hal itu. Kebahagiaan di dunia ini tidak lengkap, kebahagiaan yang abadi adalah hidup di dunia baka, melalui martirdom. Terpujilah Allah, anakku telah mendapatkan kebahagiaan ini.”

T: “‘Imad ‘Aql hidup bersamamu dan terbunuh di rumahmu. Apakah dia secara pribadi mempengaruhi Muhamad?

Umm Nidal: “Muhamad berusia tujuh tahun ketika martir ‘Imad ‘Aql hidup bersama kami di rumah … Muhamad bergabung dengan [Izz Al-Din] Brigade Al-Qassam di usia tujuh tahun. Meskipun usianya masih muda, dia adalah pembantu to ‘Imad ‘Aql, komandan Al-Qassam di Jalur Gaza. Ketika saudara2 lakinya tidak ada, dia akan mengawasi jalan, dan membawa pesan dari ‘Aql kepada para mujahidin. Martir Muhamad adalah murid ‘Imad. Muhamad mendengarkan kata2 ‘Imad dan melihatnya melakukan operasi2 penyerangan.

“Imad hidup bersama kami selama 14 bulan, dan dia punya kamar di rumah ini di mana dia biasa merencanakan operasinya. Kaum Mujahidin datang padanya dan merencanakan dan membuat sketsa tentang semua hal, dan Muhammad yang masih kecil juga berada bersama mereka, berpikir dan merencanakan. Inilah sumber rasa cinta Muhamad terhadap martirdom.”

“Inilah lingkungan yang menumbuhkan rasa cinta akan martirdom dalam jiwa Muhamad. Aku sebagai ibunya secara alami mendorong cinta akan Jihad dalam jiwa Muhamad dan dalam jiwa anak2 lakiku, yang semuanya bergabung dalam Brigade2 Al-Qassam. Anak lakiku yang tertua, Nidal (31) sekarang sedang dicari oleh pihak Israel. Anak lakiku yang kedua pergi untuk melakukan pelaksanaan martirdom, tapi ketahuan, ditangkap dan dihukum 11 tahun penjara. Aku punya anak laki lain [Mu’min Farhat] yang adalah pemandu Sheikh Ahmd Yassin.”

“Lingkungan di mana Muhamad hidup dipengaruhi oleh iman dan cinta yang besar akan martirdom. Aku berpendapat bahwa iman seseorang tidak mencapai kesempurnaan tanpa pengorbanan diri sendiri …”

T: “Bagaimana Muhamad mengatakan selamat tinggal sebelum dia melaksanakan usaha martirdom itu?”

Umm Nidal: “Muhamad bersedia melakukan kegiatan martirdom apapun. Dia bersumpah padaku bahwa satu2nya alasan dia mencintai kehidupan adalah karena Jihad. Dia berkata padaku jika gilirannya untuk Jihad tidak datang, dia akan ke luar dari gerakan militer, mengambil senjatanya, dan pergi perang sendirian.”

“Dia mencoba beberapa kali. Dia ke luar ke jalan Al-Muntar, mengambil senjata dan bom2-nya, tapi kesempatan mati tidak datang. Dia biasanya kembali dengan darah mendidih karena dia belum sanggup melaksanakan usahanya. Dia biasa mengacungkan senjatanya dan berkata padaku: ‘Bu, inilah pengantinku.’ Dia sangat mencintai senjatanya.”

“Dia biasa berkata padaku.’Aku pergi sekarang (untuk menyerang). Aku tidak dapat lagi mengendalikan diriku.’ Aku jawab.’Kau akan dapat kesempatan bagus. Sabarlah, rencanakan dengan baik, sehingga kau tidak mengorbankan dirimu dengan sia2. Bertindaklah dengan pikiranmu dan bukan dengan emosimu…’”

“Di hari terjadinya matirdom, dia datang padaku dan berkata:’Sekarang, ibu, aku akan keluar melaksanakan usahaku.’ Dia mempersiapkan usaha ini dua hari sebelumnya, ketika video direkam. Dia memintaku untuk berfoto bersamanya, dan selama perekaman film, dia mengacung-acungkan senjatanya. Aku pribadi yang minta film ini dibuat untuk kenang2an.”

“Dia ke luar untuk melaksanakan usaha martirdom itu, dan ketika dia sampai di tempat tujuan, dia bermalam dengan teman2nya di sana. Aku tetap berhubungan dengannya dan menanyakan bagaimana keadaan moralnya. Dia berkata bahwa dia sangat bahagia. Memang, aku belum pernah melihat wajahnya sebahagia itu.”

“Dia melaksanakan tugasnya dengan hati dingin, sangat tenang dan percaya diri, sepertinya yakin bahwa usahanya akan berhasil.”

“Tapi aku khawatir dan sangat takut jika usahanya tidak berhasil dan dia tertangkap. Aku berdoa baginya ketika dia meninggalkan rumah dan meminta Allah untuk membuat usahanya berhasil dan menjadikan dia martirdom. Ketika dia masuk daerah perumahan, kakak2 lakinya di sayap militer Hamas memberitahuku bahwa Muhammad berhasil menyelusup masukl. Lalu aku mulai berdoa pada Allah baginya.”

“Aku berdoa dari dalam hatiku agar Allah memberinya keberhasilan. Aku minta Allah untuk memberiku 10 orang Israel bagi Muhammad, dan Allah mengabulkan permintaanku dan Muhammad berhasil mewujudkan impiannya, membunuh 10 orang dan tentara Israel. Tuhan kami menganugerahi dia lebih lagi, karena lebih banyak lagi orang Israel yang cidera.”

“Tatkala kegiatan martirdom ini usai, media2 menyiarkan berita ini. Lalu kakak laki Muhammad datang padaku dan memberitahuku tentang martirdom Muhammad. Aku mulai menangis,’Allah yang Maha Kuasa.’ dan berdoa dan berterimakasih pada Allah akan kesuksesan usaha ini. Aku mulai menangis dengan penuh rasa syukur dan kami menyatakan kebahagiaan kami. Anak2 muda menembakkan senjata mereka ke udara dengan penuh sukacita akan suksesnya usaha ini, dan memang inilah yang kita harapkan bagi Muhammad.”

“Setelah usaha martirdom ini, hatiku merasa damai sejahtera kalau ingat Muhammad. Aku mendorong semua anak2 lakiku untuk mati sebagai martir, dan aku bahkan mengharapkan ini pula bagi diriku sendiri. Setelah ini semua, aku akan mempersiapkan diriku untuk menerima tubuh anak lakiku, shahid yang suci, untuk melihatnya terakhir kali dan menerima orang2 banyak yang menjenguk kami dan bersama-sama berpartisipasi dalam sukacita akan martirdom Muhammad. (1)

Endnote:
(1) Al-Sharq Al-Awsat (London), June 5, 2002.
*********************
The Middle East Media Research Institute (MEMRI) is an independent, non-profit organization that translates and analyzes the media of the Middle East. Copies of articles and documents cited, as well as background information, are available on request.
The Middle East Media Research Institute (MEMRI)
P.O. Box 27837, Washington, DC 20038-7837
Phone: (202) 955-9070
Fax: (202) 955-9077
E-Mail: memri@memri.org
www.memri.org
Suicide Bomber : halal atau tidak ? Spt segala macam dlm Islam : ada dua pendapat berbeda.

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … .php?t=486
sumber : http://www.hidayatullah.com/2002/ 04/ihwal3.shtml

Sebagian masyarakat mengira aksi bom syahadah merupakan aksi bunuh diri, sehingga bertentangan dengan syariat Islam. Namun para ulama justru menggolongkannya sebagai jihad fii sabilillah. Pelakunya insya Allah mati syahid.

Fatwa Ulama

Dalam bahasa jurnalistik media Barat yang juga kerap diadopsi wartawan di negeri ini aksi bom syahadah disebut sebagai aksi bom bunuh diri (suicide bomb), sebuah terminologi yang mungkin dikira sebagian orang melanggar syariat Islam. Benarkah demikian?

Untuk lebih jauh meninjau pendapat apakah bom merupakan aksi bunuh diri, perlu untuk mengedepankan beberapa pendapat ulama sekitar persoalan ini. Dengan menyebutkan beberapa di antaranya Muhammad bin al Hasan as Syaibani, murid Abu Hanifahrahimahullah. Ia mengatakan bahwa, ‘Bila seseorang melancarkan serangan terhadap seribu kaum musyrik, maka hal tersebut tidak menjadi masalah bila akan selamat atau menyebabkan malapetaka besar bagi musuh.’

Ibn Taimiyah berpendapat senada dalam kitabnya Fatawa tentang memerangi kaum Tatar. Berdasarkan dalil dari riwayat Shahih Muslim dari Nabi SAW tentang kisah Ashhabul Ukhdud. Cerita itu mengkisahkan seorang anak laki-laki (ghulam) memerintahkan untuk membunuh dirinya, demi kemenangan agama (yang diyakininya) ketika meminta kepada algojo-algojo raja agar membaca: ‘Bismillah Rabbi Ghulam’ (Dengan nama Allah, Tuhannya anak laki-laki ini) saat melemparkan panah ke arahnya.

Ibn Taimiyah melanjutkan: Oleh karena itu para Imam yang empat memperbolehkan seorang muslim menyerbu sendirian dalam kubu pasukan musuh, walaupun kemungkinan besar mereka akan membunuhnya. Jika memang di situ ada kemaslahatan bagi kaum muslimin.

Imam As-Suyuthi berpendapat, tidak ada masalah bagi Muslim menyerang musuh yang berkekuatan besar dan tidak masalah juga bila tetap bersabar. Dan ini berseberangan dengan mereka yang mengatakan bahwa hal tersebut masuk dalam kategori mencampakkan diri dalam at-tahlukah (kebinasaan). Bahkan hal tersebut merupakan wujud dari jihad di jalan Allah.

(Lihat lebih detil dalam buku Al-`Amaliyyah al-Istisyhadiyyah fi al-Mizan al-Fiqhi operasi syahadah ditinjau dari kaca mata fiqh karya Nawaf Hail at Takurni, Darul Fikr, Cet.II, 1997).

Para ulama khalaf (penerus ulama salaf) juga mendukung operasi syahadah ini dan mengkategorikannya sebagai bentuk jihad fi sabilillah, seperti fatwa Syaikh Nashiruddin al-Albani, ‘Operasi-operasi syahadah yang terjadi dewasa ini ada yang boleh dan ada yang tidak. Adapun yang dibolehkan bila hal itu berlaku di dalam sistem Islam dan jihad Islam yang berdasarkan pada hukum Islam. Dan di antara hukum Islam ini adalah bahwa seorang prajurit tidak boleh bergerak kecuali dengan perintah pimpinannya.’

Dr.Wahbah Az-Zuhaili, Dekan Jurusan Fikih dan Ushulnya di Fakultas Syariah Universitas Damaskus mengatakan, operasi syahadah yang dilakukan terhadap Yahudi dengan izin pimpinannya dengan tujuan menjatuhkan kerugian di pihak musuh adalah dibolehkan. Karena operasi seperti yang terjadi dewasa ini menjadi bagian dari keharusan syariah.

Dr. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi, Dekan Jurusan Akidah dan Agama di Fakultas Syariah Universitas Damaskus mengatakan, operasi ini 100% disyariatkan oleh Islam, bila operasi itu dilancarkan dengan maksud menimbulkan malapetaka di pihak musuh.

Ulama asal Mesir, Dr. Yusuf Al-Qaradhawi mengungkap fatwa serupa. ‘Saya ingin katakan di sini bahwa operasi-operasi ini adalah termasuk cara yang paling jitu dalam jihad fisabilillah dan ia termasuk bentuk teror yang diisyaratkan dalam Al Qur`an dalam sebuah firman Allah Ta`ala (QS. Al-Anfal: 60).(NAH LO ! MUSLIM SENDIRI MENGATAKAN QURAN MENGANDUNG TEROR !!! loh kok ?? ahhh nggak mungkin khan ? Khan Islam agama damai khan ?)

Qaradhawi juga mengatakan bahwa bila hukum jihad di satu negara sudah pada fase wajib `ain, maka wanita harus berjihad bahu membahu dengan kaum laki karena wanita dapat saja mengeksekusi sesuatu operasi secara sukses di mana kaum pria tidak dapat dilakukan oleh kaum pria (lihat http://www.palestina-info.com)

Rekannya sesama ulama Mesir dari Al-Azhar, Dr. Jalal Yusuf As-Syaraqi berpendapat, orang-orang Yahudi di Israel telah meninggalkan negeri asli mereka untuk menduduki Palestina. Mereka datang untuk menjadi penduduk Israel dan menjadi bala tentaranya. Pemerintah Israel menanamkan pada diri setiap penduduknya secara umum bahwa mereka adalah tentara yang siap untuk memerangi kaum Muslim. Karena itu operasi syahadah layak dilancarkan kepada penduduk Israel. Dan itu merupakan satu izzah dan kehormatan umat Islam, insya Allah. (Al-Mujtama`, No.1483, 5/1/2002)

TAPI :
Menurut Dr. Fathi Yakan, dalam tulisannya di majalah Al-Mujtamaa` No.1465 (25-31/8/2001), bertajuk ‘Operasi-operasi Syahadah antara Syari`ah dan Optimisme’, ia mengatakan bahwa perbedaan antara operasi syahadah dengan bunuh diri adalah sebagaimana perbedaan antara yang halal dan yang haram. Dan perjalanan keduanya sangat bertolak belakang, ada yang menuju surga dan ada yang ke neraka.

Bunuh diri menurut Dr. Fathi Yakan adalah upaya mencari jalan pintas oleh sebab kondisi hidup yang depresif dan ingkar terhadap apa yang datang dari Allah. Dan hal ini merupakan pelanggaran yang jelas terhadap ajaran-Nya. (MANA BUKTINYA ???? BILANG SAJA SAMA PAKAR2 DIATAS BAHWA INI MELANGGAR ISLAM !)

Adapun operasi syahadah adalah pengorbanan dengan jiwa di jalan Allah dengan mengesampingkan kemewahan hidup duniawi dan berzuhud, sebagai wujud dari menurut terminologi Fathi ketamakan pada akhirat dan apa yang ada di sisi Allah seperti terungkap di dalam surat Asy-Syura ayat 36: ‘Maka sesuatu apapun yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakal.’

Dr. Fathi juga mengelaborasi bahwa bunuh diri adalah jiwa pengecut dan keputusasaan dari rahmat Allah (QS. Yusuf: 87) serta menantang ketentuan Allah dan takdir-Nya. Adapun operasi syahadah adalah puncak respons terhadap perintah Allah dalam menghadapi musuh-musuh-Nya dan melawan para auliyaa as-syaithan dengan persenjataan apapun, sebagaimana Allah berfirman di dalam Al Qur`an:

‘Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. (QS. Al-Anfaal: 60).’ Allahu a`lam bi-shawab

bingung bingung … (JADI BOLEH BUNUH DIRI APA NGGAK SIH ???)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … php?t=1680
Foto2: Anak Mati Bagi Allah, Ibu Senang
Muslims Martyrs & Jihad
http://www.faithfr.dreamhosters.com/Art … g50804.htm

TANYA JAWAB HUKUM ISLAM
Dari www.islam-qa.com

Hukum2 bagi semua Muslimin jaman ini menjelaskan bawha Jihad, holy war, adalah nilai atau “puncak” tertinggi yang dapat dicapai Muslimin. Martyrdom/mati syahid – perang, membunuh kafir dan mati untuk Islam adalah tujuan tertinggi bagi semua Muslim, mengikuti ‘contoh sempurna’ nabi mereka, Muhammad. Muslimin yagn memerangi non-muslim dan mati adalah yang paling hebat diantara semua Muslim. Mereka martir suci, syahid dan mencapai surga tertinggi Allah. Para Munafik adalah Muslimin yang damai, toleran yang bergabung dan mendukung non-Muslim dengan cara apapun. Mereka adalah Muslim terburuk dan pantas bagi Neraka.

PERATURAN JIHAD:

Questions #8961,
http://63.175.194.25/index.php?search_t … ubmit.y=10

Apakah Jihad dianggap WAJIB?

JAWAB:
Jihad adalah guna menganggap suruhan Allah yang paling tinggi/utama, melindungi agama Islam, menyebarkan agama dan melindungi hal2 yang dianggapnya suci, adalah WAJIB bagi semua yang mampu melakukannya. Jika Jihaad dimulai dan muslimin dimobilisir, maka semua yang mampu harus memenuhi panggilan, secara sungguh2 demi nama Allah, mengharapkan bahwa kebenaran akan menang dan guna melindungi Islam. Siapapun yang menahan diri, tanpa alasan masuk akal, saat panggilan dibuat, dianggap berdosa.

————————
Question #5275,
http://63.175.194.25/index.php?search_t … submit.y=6
Dapatkah kami berpartisipasi dalam Jihad tatkala tidak memiliki khalifah untuk mengorganisasikan kita, atau saat kita tidak memiliki kekuatan untuk memerangi musuh ?

JAWAB :
Jihad demi nama Allah adalah puncak Islam dan salah satu prinisp agama. Jihad tidak tergantung imam atau khalifah atau pemimpin …
Namun jelas, Jihad memerlukan persiapan dan organisasi dan
eksistensi pemimpin tentara yang dapat menimbang situasi.

———————-
Question #26125
http://63.175.194.25/index.php?search_t … submit.y=4

Apa beda antara “Jihad” dan “Qital” ?

JAWAB :
Kata Jihad lebih umum daripada kata Qital (bertempur). Jihad dapat dengan lidah (dengan membuka suara), atau dengan senjata
(qitaal atau bertempur) atau dengan uang. Setiap kategori ini mencakup beberapa sub-kategori.

Qital hanya dapat dilakukan dengan senjata; ini termasuk memerangi kafir, mereka yang bersalah dan para Khawaarij.

Pertempuran yang paling besar adalah memerangi mereka yang tidak percaya, karena Allah memerintahkan agar memerangi mereka.
Allah mengatakan :

“Fight against those who (1) believe not in Allah, (2) nor in the Last Day, (3) nor forbid that which has been forbidden by Allaah and His Messenger (Muhammad), (4) and those who acknowledge not the religion of truth (i.e. Islam) among the people of the Scripture (Jews and Christians), until they pay the Jizyah with willing submission, and feel themselves subdued” QURAN 9:29

“O you who believe! Fight those of the disbelievers who are close to you, and let them find harshness in you” QURAN 9:123

Jihad melawan kafir dengan senjata termasuk dua tipe : jihad talab (jihad ofensif) dan jihad daf’ (jihad defensif).

Jihad talab berarti menyerang kafir di negara mereka sendiri sampai mereka menjadi Muslim atau membayar pajak Jizyah dengan kemauan dan perasaaan tunduk. Rasulullah (saw) mengatakan: “Saya diperintahkan agar memerangi orang agar bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Muhamad adalah rasulullah dan menetapkan sholat dan membayar zakat. Jika mereka melakukannya maka mereka melindungi darah dan harta mereka dari saya,
kecuali dalam kasus2 yagn ditetapkan hukum Islam dan pertanggungjawaban mereka adalah pada Allah.”
Riwayah al-Bukhaari, 25; Muslim, 20.

Jihad al-daf’ (jihad defensif) adalah jika musuh menyerang negara Muslim atau memerangi negara muslim, MAKA JIHAD ADALAH WAJIB.
Jika rakyat negara tersebut mampu melakukan kewajiban tsb, maka itu bagus dan yang lainnya harus mendukung mereka.

—————————-
Lihat juga pertanyaan no. 20214 and 34830.
http://63.175.194.25/index.php?ln=eng&QR=20214
http://63.175.194.25/index.php?ln=eng&QR=34830

Question #20214
http://63.175.194.25/index.php?search_t … ubmit.y=13

Di jaman sekarang apakah Jihad Fard (wajib) pada setiap lelaki yang mampu ?

JAWAB :

Pertama :

Jihad bentuknya macam2… Jihad al-nafs (jihad melawan diri sendiri) dan jihad al-Shaytaan (jihad melawan Setan) adalah wajib bagi siapapun yang bertanggungjawab. Jihad melawan kaum munafiq, kafir dan pemimpin penindasan adalah wajib bagi seluruh masyarakat Islam.
Jihad fisik (i.e. bertempur) melawan kafir bisa menjadi kewajiban individual bagi siapapun yang mampu dalam keadaan tertentu, seperti dijelasakan dibawah ini.

Kedua:

Jihad fisik terhadap kafir harus memlalui beberapa tahap, tergantung
keadaan Ummah. Ibn al-Qayyim mengatakan :

“Yang pertama yagn dikemukakan Allah kepadanya adalah utnuk membaca dengan nama Allah pencipta. Itu permulaan ke-nabiannya, dimana Allah memerintahkannya untuk membaca kepada diri sendiri namun tidak untuk menyampaikannya kepada orang lain.
Lalu Allah mengungkapkan kata2 (interpretasi kami):

‘Wahai kau (Muhamad) yang ditutupi jubah !

Bangun dan peringatkan !’ 74:1-2

Akhirnya ia menjadi nabi dengan kata ‘Iqra (Baca!) dan ia menjadi pembawa pesan dengan kata2, ‘Wahai kau (Muhammad) yang ditutupi jubah…’ Lalu Allah memerintahkannya untuk memperingatkan rakyatnya, lalu memperingatkan orang Arab sekitar mereka lalu memperingatkan semua orang Arab, lalu memperingatkan seluruh umat manusia.
Ia meneruskan peringatannya selama 10 tahun masa kenabiannya,
tanpa kekerasan atau memaksakan jizyah; ia diperintahkan agar menahan diri dan sabar.

Lalu diberikan ijin kepadanya agar bermigrasi dan bertempur.

Lalu ia diperintahkan agar memerangi mereka yang memeranginya, dan tidak memerangi mereka yang membiarkannya dan tidak melawannya.

Lalu Allah memerintahkannya untuk memerangi kaum Mushrik sehingga
timbul agama yang hanya diperuntukkan bagi Allah.

Ketiga :

Peraturan tentang jihad fisik melawan kafir adalah bahwa ini adalah sebuah kewajiban bagi masyarakat sebagai keseluruhan (fard kafayah).

Yang dimaksudkan dengan fard kafayah adalah bahwa jika ini tidak ditanggapi cukup orang, maka semua orang berdosa, tetapi jika cukup orang menanggapinya maka sisanya akan bebas dari tuduhan. Jihad adalah fard kafayah, sesuai dengan mayoritas akademisi.” (al-Mughni, 9/163)

Shaykh ‘Abd al-‘Azeez ibn Baaz mengatakan :

“kami sudah menjelaskan dibeberapa kesempatan bahwa
jihad adalah fard kafaayah, bukan fard ‘ayn. Semua Muslim diikat untuk mendukung saudara mereka dengan diri mereka (i.e. secara fisik dengan bergabung dengan mereka), atau dengan uang, senjata, da’wah dan nasehat. Jika cukup dari mereka berperang, sisanya bebas dari dosa, namun jika tidka seorangpun melakukannya, maka semuanya berdosa. (Fatwa al-Shaykh Ibn Baaz, 7/335)

Keempat:

JIhad fisik melawan kafir menjadi wajib dalam 4 hal:

1 – Ketika Muslimin hadir dalam situasi jihad.

2 – Saat musuh datang dan menyerang tanah muslim

3 – Saat pemimpin menggerakkan rakyat, mereka harus menanggapi.

4 – Ketika seseorang diperlukan dan tidak ada orang lain yang dapat melakukannya.

Shaykh Ibn ‘Uthaymeen mengatakan :

Jihad adalah wajib dan menjadi fard ‘ayn jika seseorang hadir pada tempat berlangsungnya pertempuran. Ini merupakan situasi pertama dimana jihad menjadi kewajiban individual, karena Allah says mengatakan:

“Wahai mereka yang percaya! JIka kau bertemu mereka yang tidak percaya (kafir) dalam medan pertempuran, jangan memalingkan punggunggmu kepada mereka.

Dan siapapun yang memalingkan punggung mereka –kecuali dalam hal perang atau untuk mengumpulkan kembali kekuatan tentara–ia akan mengundang dendam Allah. Dan tempatnya adalah Neraka …!” QURAN 8:16

Page 2 | 3 | 4 belum diterjemahkan
Quran : Manual Teror Bunuh Diri
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … php?t=2408
http://cedarmailer.com/americancongress/pages/archive/

Inside the mind of a suicide bomber/Didalam Benak seorg SHAHID

Tgl 15 Juli, sebuah program MSNBC membahas serangan teroris Islam 7/7 di London. Salah seorang pembicara adalah Pierre Rehov, seorg produsen film Perancis yg membuat 6 film dokumenter ttg intifada dgn menyamar di daerah2 Palestina.

Film Pierre yg sedang dinantikan adalah, “Suicide Killers” (Pembunuh Diri), yg didasarkan pada wawancaranya dgn keluarga2 para shahid (Muslim yg bunuh diri demi Allah) dan para calon shahid utk mencari tahu alasan kenekadan mereka.

Lebih lanjut keterangan Pierre ttg film barunya itu.

Q – Apa yg mendorong anda utk memproduksi film “Suicide Killers,” film anda yg ketujuh ?
A – Saya mulai bekerja dgn para korban pemboman bunuh diri utk membuat film ttg PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) dan lalu saya mulai tertarik dgn kepribadian para pelaku kejahatan ini, spt yg digambarkan berkali2 oleh korban mereka. Khususnya bahwa semua suicide bomber selalu tersenyum pada detik sebelum meledakkan diri.

Q – Mengapa film ini anda anggap penting ?
A – Orang tidak mengerti budaya biadab dibelakang fenomena yg sulit dipercaya ini. Film saya ini memang tidak ‘politically correct,’ menyinggung perasaan orang, karena memang menyentuh ke akar masalah, menunjukkan wajah Islam sebenarnya … the real face of Islam. Film ini menuding BUDAYA KEBENCIAN dimana orang2 tidak berpendidikan mengalami cuci otak sedemikian rupa shg satu2nya solusi hidup adalah membunuh
diri sendiri dan orang lain atas nama Allah yg menjadi satu2nya pedoman mereka.

Q – Apa yg anda dapatkan dari film ini ? Apa yg anda tahu yg tidak diketahui pakar2 lain ?
A – Saya sampai pada kesimpulan bahwa kami menghadapi sebuah ‘neurosis’ (keresahan jiwa) yg diidap oleh satu peradaban secara keseluruhan. Kebanyakan ‘neuroses’ biasanya dihubungkan dgn adanya frustrasi seksual. Maksud saya, kita berbicara ttg anak2 yg seluruh hidupnya frustrasi, tanpa kesempatan mengalami sex, cinta kasih, kasih sayang atau bahkan saling pengertian antara jenis kelamin yg berlainan.

Ini karena dlm Islam, pemisahan antara lelaki dan wanita adalah absolut ! Begitu pula kebencian terhdp wanita, yg didominasi total oleh lelaki. Ini mengakibatkan jiwa dlm keadaan resah. Bukan suatu kebetulan bahwa para suicide killers biasanya lelaki muda yg secara tidak sadar didominasi oleh libido yg menggebu2 yg mereka sendiri tidak mampu lampiaskan, karena ini mereka anggap kelakuan setan.

Karena Islam menggambarkan surga sbg tempat dimana akhirnya semua
diperbolehkan, belum lagi janji adanya 72 perawan bagi anak2 frustrasi itu, membunuh orang lain dan diri sendiri merupakan satu2nya solusi mereka.

Q – Bgm rasanya mewawancarai para calon shahid, keluarga mereka dan korban2 mereka yg selamat ?
A – Ini pengalaman yg baik menakutkan dan menakjubkan. Kau berurusan dgn orang2 yg nampak normal dan santun yg memiliki jalan pikir sendiri dan benar2 percaya bahwa jalan pikir mereka itu memang benar. Ini spt menangani kasus murni orang yg sakit jiwa. Spt mewawancarai orang2 dlm sebuah RS JIwa, karena bagi mereka, apa yg mereka percaya adalah kebenaran absolut. Saya pernah mendengar seorang ibu mengatakan “Puji Tuhan, putera saya mati.” Puteranya menjadi shahid, martyr, yg baginya merupakan kebanggaan yg lebih tinggi daripada puteranya menjadi seorang Insinyur ataupun pemenang hadiah Nobel.

Sistim nilai2 mereka itu bekerja terbalik karena Islam versi mereka (?? Islam asli, maksud Monsieur Pierre ?) adalah memuja kematian ketimbang kehidupan. Kau menghadapi orang2 yg satu2nya mimpi mereka, satu2nya prestasi mereka adalah utk memenuhi panggilan agama, yaitu menjadi Shahid atau keluarga seorang sahid. Mereka tidak melihat orang2 tidak bersalah yg turut terbunuh, mereka hanya melihat bahwa yg mereka hancurkan adalah hal2 yg tidak murni, najis, kotor.

Q -Anda mengatakan bahwa para suicide bomber mengalami suatu detik kekuasaan absolut. Apakah kematian dianggap kekuasaan paling tinggi ? Is death the ultimate power?
A – Bukan kematian sbg akhir, tetapi kematian sbg pintu pembuka bagi kehidupan berikutnya. Mereka mencari hadiah yg dijanjikan Allah. Mereka bekerja bagi Allah, otoritas paling tinggi, diatas semua UU manusia. Utk itulah mereka mengalami delusi kekuasaan absolut dlm sedetik, dimana tidak adahal buruk yg dapat terjadi pada mereka, karena mereka menjadi pedang Allah.

Q – Adakah sebuah profil kepribadian seorang suicide bomber ? Tolong gambarkan segi psychopathology-nya.
A – Biasanya anak antara usia 15 dan 25 yg mengidap berbagai macam kompleks, biasanya kompleks inferioritas. Mereka sudah pasti dicekoki agama. Mereka biasanya tidak memiliki kepribadian matang. Biasanya mereka adalah idealis yg mudah dipengaruhi. Di Barat mereka dgn mudah menjadi pencandu narkoba, tetapi bukan penjahat.

Menarik bahwa mereka bukan penjahat karena mereka tidak memandang baik-buruk dari kaca mata kami. Kalau mereka dibesarkan di budaya Barat, mereka akan membenci kekerasan. Tetapi karena mereka terus berperang melawan keresahan jiwa mereka sendiri, satu2nya solusi bagi pathology mengakar ini adalah kemauan utk mati dan menikmati hadiah di Surga nanti.

Q – Apakah suicide bombers hanya dimotivasi oleh agama ?
A – YA, itu satu2nya kepercayaan mereka.. Mereka tidak mencari kebebasan atau bahkan harga diri. Mereka hanya mengikuti Allah, hakim paling tinggi, dan apa yg IA perintahkan.

Q – Apakah semua Muslim sama menafsirkan jihad dan martyrdom?A – Semua Muslim percaya bahwa pada akhirnya, hanya Islam yg akan berkuasa di bumi ini. Mereka percaya bahwa ini hanyalah satu2nya agama dan DALAM BENAK MEREKA, TIDAK ADA RUANG BAGI INTERPRETASI BERBEDA.

Beda utama antara Muslim moderat dan ekstremis adalah bahwa Muslim moderat tidak merasa bahwa kemenangan Islam akan terjadi semasa hidup mereka, oleh karena itu mereka menghormati agama2 lain. Para extremis percaya bahwa ramalan Islam utk menguasai dunia spt ditulis dlm Quran, berlaku utk hari ini.

Setiap kemenangan Bin Laden meyakinkan 20 juta Muslim moderat utk menjadi extremis.

Q – Gambarkan budaya yg menghasilkan suicide bombers.
A – Budaya yg opresif, kurangnya kebebasan, pencucian otak, kemiskinan terorganisasi (organized poverty), menempatkan Tuhan sbg kendali kehidupan sehar2i, pemisahan total antara lelaki dan wanita, pelarangan sex, tidak memberikan wanita kekuasaan apapun dan
menempatkan lelaki dlm posisi menjaga kehormatan keluarga, yg terutama menyangkut kontrol terhdp kelakuan wanita mereka.

Q – Apa faktor2 sosio-ekonomis yg mendukung suicide bombings?
A – Yayasan zakat Muslim biasanya tameng organisasi2 yg mendukung terorisme. Tetapi kita juga harus melihat negara2 spt Pakistan, Saudi Arabia dan Iran, yg juga mendukung organisasi2 yg sama lewat network2 berbeda. Ironisnya, suicide bombers Palestina justru didukung oleh uang dari Barat yg dimaksudkan bagi bantuan kemanusiaan. Uang ini diberikan kpd sebuah budaya yg amat sangat membenci dan menolak Barat (yg dilambangkan oleh Israel).

Q – Apakah ada dukungan finansial bagi keluarga2 para suicide bombers? Dan siapa yg membayar mereka ?
A – Di jaman Sadam Husein dan Yaser Arafat memang ada insentif uang ($25.000 per keluarga), tapi hari2 ini sudah lewat. Tapi anda salah kalau menyangka bahwa keluarga2 ini mengorbankan anak2 mereka hanya utk uang. Walau, anak2 yg sangat citna keluarga mereka, merasa bahwa dukungan uang ini merupakan alasan bagus utk menjadi suicide bomber. Jadi, ini spt beli asuransi jiwa dan mengadakan bunuh diri.

Q – Mengapa begitu banyak lelaki muda yg suicide bombers ?
A – Spt dibahas diatas, libido sangat penting. Juga ego, karena ini merupakan cara menjadi pahlawan. Para shahid adalah cowboy2 atau ‘petugas pemadam kebakaran’ dlm Islam. Shahid adalah nilai yg dianggap positif dlm budaya ini. Anak mana yg tidak pernah bermimpi utk menjadi cowboy atau petugas pemadam kebakaran ?

Q – Apa peran PBB dlm penyebaran teroris ini ?
A – PBB berada di tangan negara2 Arab dan dunia ketiga atau ex komunis. Tangan mereka terikat. PBB mengutuk Israel lebih dari negara manapun didunia, sejajar dgn rejim Castro, Idi Amin atau Kaddafi.
AKibatnya, PBB tidak mampu mengutuk organisasi2 teroris. Ditambah lagi, lewat UNRWA, PBB secara langsung terikat pada organisasi teroris
spt Hamas, mewakili 65 % dari apparatus mereka dlm kamp2 pengungsi
Palestina.

Sbg pendukung negara2 Arab, selama lebih dari 50 thn PBB membiarkan orang2 Palestina di kamp2 pengungsi terkatung2 dgn harapan suatu hari akan “kembali” ke Israel, shg semakin menyulitkan ditempatkannya masyarakat ini dan membebaskan mereka dari keadaan mengenaskan mereka.

US$ 400 juta dolar dihabiskan setiap tahunnya oleh AS utk mendukung 23.000 pekerja UNRWA, yg kebanyakan anggota organisasi teroris (lihat Congressman Eric Cantor ttg topik ini dan film saya “Hostages of Hatred“).

Q – Anda mengatakan suicide bomber adalah ‘stupid bomb dan smart bomb’ sekaligus. Tolong jelaskan.
A – Berbeda dgn alat elektronik, seorang suicide killer memiliki kapasitas utk merubah pikirannya, bahkan sampai detik terakhir. Tapi realitasnya, ia tidak lebih dari boneka yg mewakili kepentingan2 yg tidak peduli akan kepentingannya, tapi ia tidak tahu ini.

Q – Bgm kami dapat menghentikan kegilaan suicide bombings dan terorisme pada umumnya ?
A – Hentikan sikap yg ‘politically correct’, hanya berani mengatakan sesuatu yg tidak menyinggung perasaan orang lain. Dan hentikan kepercayaan bawha budaya ini adalah KORBAN atau kesalahan Barat.
ISLAM RADIKAL ADALAN BENTUK BARU NAZISME. Di thn 1930-an dulu, tidak ada orang yg membenarkan tindakan Hitler. Hanya dgn kekalahannya kita dapat berdamai dgn rakyat Jerman.

Q – Apakah orang2 ini melancong diluar daerah asal mereka dlm jumlah besar ? Berdasarkan penelitian anda, apakah anda akan meramalkan gelombang baru diluar Timur Tengah ?
A – Setiap serangan teror dianggap kemenangan oleh Islam radikal. Dimanapun Islam menyebar, disitu ada konflik.

Pada detik ini ada ribuan kandidat martir di kamp2 latihan di
Bosnia, Afghanistan dan Pakistan. Didalam Eropa, ratusan mesjid gelap mempersiapkan pencucian otak generasi berikutnya terhdp lelaki2 muda yg bingung akan identitas mereka. Israel lebih memiliki persiapan dlm hal ini dari negara manapun didunia ini. Ya, nantikan lebih banyak lagi suicide killings di Eropa dan AS (dan dimanapun didunia). Ini baru permulaannya saja.

——————————————————————————–

Setiap hari, American Congress for Truth (ACT) adalah NGO yg berada di garis depan utk memperjuangkan kepentingan kalian utk emperingatkan politisi, para pembuat keputusan dan kampus2 akan ancaman Muslim fundamentalis. Kami bertujuan utk memerangi meningkatnya kebencian dan intoleranis global.

Utk itu kami butuh solidaritas dan bantuan anda.

ACT, P.O.Box 6884, Virginia Beach, VA 23456
Email: info@americancongressfortruth.com
http://www.netanyahu.org/culofmar.html
Suicide bombing is the crack cocaine of warfare.

It doesn’t just inflict death and terror on its victims; it intoxicates the people who sponsor it.

It unleashes the deepest and most addictive human passions—the thirst for vengeance, the desire for religious purity, the longing for earthly glory and eternal salvation.

Related:
The Palestinians: Cult Of Suicide – Culture Of Failure
http://www.hyscience.com/archives/2006/ … tinian.php

The Culture of Martyrdom
http://www.netanyahu.org/culofmar.html
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … php?t=5927

PENTAGON menyimpulkan: Pembom Bunuh Diri Mengikuti Perintah Qur’an

Para pengamat dari Pentagon, setelah mempelajari Qur’an dan latar belakang tindakan bunuh diri para teroris, menemukan bahwa kebanyakan pembom bunuh diri Muslim ternyata paham betul tentang Qur’an dan mereka tertarik akan pesan2 Qur’an yang penuh kekerasan. Hal ini membuat mereka menjadi2 pelaku2 waras ajaran Islam.

Dalam islam, bukan tindakan seseorang dalam hidup ini yang menentukan keselamatan spiritual, tapi bagaimana orang itu mati, begitu laporan dari para pengamat. Ada keuntungan besar jika Muslim mati sebagai martir. Mati dalam berperang melawan kafir di jalan Allah memberikan mereka tempat dan kehormatan khusus di surga. Tindakan mati sebagai martir merupakan tindakan istimewa yang menyenangkan Allah.

“Mati bunuh diri untuk mempertahankan Islam dihalalkan, dan pembom bunuh diri Islam adalah pelaku2 ajaran Islam yang rasional,” begitu kesimpulan laporan Pentagon yang berjudul “Motivasi Pembom Bunuh Diri Muslim.”

Image
Sekolah teroris Afghan.
Guru sedang menunjukkan cara menjadi suicide bomber : ‘PERHATIKAN ! Saya akan melakukan ini sekali saja !’
PEMBUNUHAN KAFIR ATAS NAMA ISLAM, HALAL ATAU TIDAK ? HALAL ! Kata calon suicide bomber ini.
http://www.ynetnews.com/articles/0,7340 … 82,00.html

Recruited attacker for terror group talks to WND about ‘serving Allah by blasting unbelievers to hell’
Aaron Klein, WND Published: 11.26.06, 14:35

JENIN – WND was granted access through the Islamic Jihad terror group to a 23-year old Palestinian man who has volunteered to become a suicide bomber and who the organization says has “great potential” to carry out one of the next attempted suicide attacks against Israeli civilians.

Following are excerpts from WND’s conversation with the potential bomber, which includes topics such as the supposed reward of 72 dark-eyed virgins for carrying out an attack; the belief among some Muslims that Jews descended from pigs and monkeys; and the potential suicide bomber’s desire to kill WND’s reporter in a suicide operation.

‘I pray Allah makes me dead in a (suicide) operation’

WND: Tell me about your life and what you do with your free time.

BOMBER: I study at a West Bank university and I have great hopes of getting married within the next couple of months. My life is very normal. I watch television, particularly news, and historical and religious programs. From time to time I play soccer and lift weights.

WND: Is your family poor?

BOMBER: No. We are regular but far from being wealthy. I share my bedroom with my brothers but now there is less pressure because last summer one of my brothers was married and moved to live outside.

WND: Why do you want to become a suicide bomber?

BOMBER: I originally decided to become a martyr after I saw what the Israeli army did in the refugee camp of Jenin in the big military campaign of April, 2002.

But this idea became stronger when I understood what status I will have in heaven if I scarify myself for Allah. Every time somebody else dies as a martyr in a suicide bomb attack, I pray for him but I feel jealous. I want to be where he is now and I pray that Allah will one day offer me this occasion and this honor.

(Editor’s note: The potential bomber was referring to an Israeli anti-terror raid in his hometown of Jenin in 2002 in which Palestinian leaders accused the Jewish state of a “massacre,” claiming the Israeli Defense Forces killed over 500 Palestinian civilians, including many women and children.

It was later determined 56 Palestinians, mostly gunmen, were killed in the raid, which followed a series of deadly suicide attacks inside Israel that were reportedly planned and directed from the terror infrastructure in Jenin. Twenty-three Israeli soldiers died in the Jenin battle, in which IDF troops conducted house-to-house searches to minimize civilian casualties by avoiding air attacks.)

WND: Is your main motivation for becoming a bomber is to serve Allah?

BOMBER: Yes, of course. Allah gave Muslims the possibility to gain their prize and payment in different ways. There are those (Muslims) who pray and fast only and respect Allah’s commandments, and there are those who wish a higher prize. And the highest prize is given to those who scarify themselves, their lives, their bodies and everything in this world.

WND: What you are saying is interesting because a lot of academics in the United States and many of my colleagues in the media claim Palestinians become suicide bombers because they are poor and desperate and because of so-called Israeli occupation. Are you telling me these are not the reasons you want to blow yourself up amongst Israelis?

BOMBER: The will to scarify myself for Allah is the first and most major reason. It is true that the Zionists are occupying our lands and that it is our religious duty to fight them, including through suicide attacks. The goal is not the killing of the Jews, but that this is the way to reach Allah.

The goal is satisfying Allah and his instructions. No money interests, nothing. No brainwash, no pressure; it is my decision. All the other lies are pathetic Israeli propaganda.

I pray that Allah gives me the honor to be dead in an operation. This is the supreme and the noblest way to ascend to Allah.

These martyrs have special status in the next world and have bigger chances to watch Allah’s face and enjoy the magnificent pleasures he offers us.

‘It is our duty to fight Jews but our goal is to please Allah’

WND: Did I hear you say your goal is not to kill Jews? Isn’t that exactly what you will do as a suicide bomber?

BOMBER: Maybe the fact that I was born here has sharpened my religious conscience, but I believe that even if I was in Chechnya, in Iraq, Afghanistan on anywhere else I would want to be a martyr.

It is Allah’s satisfaction that is important to me no matter where I live. But as we live in this part of the world the way to reach Allah for me is through fighting the Zionist enemy. It is the jihad, the sacrificing that is important.

WND: These cliches are impressive but I know you are aware that you are speaking to a Jew. Perhaps you are telling me what I want to hear. Tell me the truth. You want to kill Jews, don’t you?

BOMBER: We were never taught to hate Jews (???) but to hate the occupation of the Zionists to our Islamic land that the Zionist entity with the conspiracy of the world has stolen and occupied. Jews can have their state but not on our lands and until this goal is achieved every Muslim must fight this entity.

The Jews stole this holy Islamic land and we must fight them, but I am looking to receive what waits for me in the next world.

‘Enjoy your tea before I send you to hell’

WND: You talk about fighting them, the Jews. I’m an American Jew. Do you want to kill me?

BOMBER: You are here and nobody hurts you and nobody thinks to do so. But if, unfortunately for you, if you will be in a place where my (suicide) operation will take place, I will not feel sorrow.

You American Jews are fully partners with the Zionists and even more dangerous than the Israelis because of the international support you give to the Israelis in their massacres against our people and the maintenance of the occupation.

WND: So if after today’s meeting you saw me in a cafe in Jerusalem that you were sent to attack, you’d still try to blow it up?

BOMBER: At the moment there will not be a place for feelings and hesitations. If I go in an operation it means that I decided to leave behind my loved ones – my mother, my father, brothers and sisters, all my family and my friends. And if I am capable of this I would not give you a break just because we met for one time.

Meanwhile and before I drive you to hell in an operation, enjoy your tea and our hospitality. (Laughing).

‘And Allah shouted: Be pigs and monkeys’

WND: Many programs on Palestinian television have been teaching viewers Jews are descended from pigs and monkeys and that we use Palestinian and Christian blood to bake our Passover matzos. Is this what you believe?

BOMBER: I know where this question comes from. You think that we all are naive or bad from birth or that we were exposed to brainwashing. We just follow what we are demanded in the Quran to do because if we do not do so we will be attacked, occupied, controlled and killed by these enemies of Islam.

WND: You didn’t answer my question. Do you believe I come from pigs and monkeys?

BOMBER: The Quran tells us that Allah was upset with the Jews because of their negative behavior towards Moses and Allah’s commandments and Allah shouted to the Jews, ‘Be pigs and monkeys.’

I don’t know if physically Allah turned them to pigs and monkeys, or it was a way to tell them that they are as terrible as pigs and monkeys. The most important thing is that this is what Allah, may he be blessed, thinks that the Jews deserve to be.

I don’t know about the Passover matzo but I know the Jews are the nation who was known for killing Allah’s prophets and the nation that in our days wants to control the world or at least this part of the world, from the Nile to the Euphrates.

Meanwhile they (Jews) are controlling the US, its media, its financial system and its administration.

‘You’ll go to hell while virgins await me in paradise’

WND: When you mentioned before the pleasures that await you after a suicide bombing, I assume you were referring to the 72 dark-eyed virgins you believe will be waiting for you in heaven?

(Potential bomber nods to signal yes.)

WND: You talk about so-called martyrdom being divine. About being rewarded in the next world on supreme spiritual levels for what you say is a gift to Allah. And yet you tell me that what awaits you after a suicide operation is an eternity of sex with virgins. This is the most baseline physical pleasure imaginable. This is your religious version of heaven?

BOMBER: Let me explain something to you. The world, the lower one we are in now, it is temporary. Allah examines the loyalty of human beings, asking you in this materialistic world to avoid all that is tempting, all that pleasures you on earth, and to dedicate yourself to Allah.

This doesn’t mean that Allah does not think it is good to take part in these needs of sex, in the pleasure of drinking alcohol, enjoying nature and other stuff. The point is that non-Muslims do those things in this world while ignoring Allah and all moral rules, while Muslims are asked to do a tremendous spiritual effort on earth in order to gain these other (physical) pleasures in the next world.

I don’t know how you Jews see these physical pleasures, especially after the Torah that Allah gave you was falsified, but in our religion all spiritual efforts are asked from us on earth and it is much more difficult. So it is not that all the story is about sex. You do free sex now, I do not.

But you will go to hell after living 50, 60, 70, 80 years, and I will go, I pray that Allah accepts, to heaven and there I will do and will enjoy what you did during these 80 years. The difference is that after these years you will burn in hell forever and I will, after my years in this world of faith, restraint and patience, enjoy Allah’s pleasures forever.

WND: Let’s say your concept of heaven is accurate. You are indeed rewarded with 72 dark-eyed virgins for living the kind of life you describe. Do you really think you will go to heaven for killing innocent civilians during a suicide operation?

BOMBER: You are treating in a ridiculous way this issue, but this is in the Quran. Go and, Allah forbid, ask Allah about this point. We are promised in the Quran to have the dark-eyed virgins and that’s it. The Quran is full of verses glorifying the shahid, the martyr.

WND: Show me exactly where in the Quran it states you will get 72 dark-eyed virgins for blowing yourself up amongst civilians.

BOMBER: You and I, we do not discuss Allah and the Quran. I will tell you more the moment that I will explode myself when there will be one dark-eyed virgin who will carry up my soul to the sky.

This is the important part of our mission – fulfilling Allah’s commandments and hoping to receive the prizes we were promised in the Quran.

‘America is a culture of immorality and free sex’

WND: What do you think about the Unites States?

BOMBER: I have no interest in the American culture which is an empty culture with no values. It is full of immorality and elements that are forbidden by Allah, like free sex and violence.

WND: So I take it you don’t listen to American music or watch American movies?

BOMBER: I do not watch American movies and regret those days before the intifada (the Palestinian terror war that started in 2000) when I used to watch American movies like “Platoon” and that film that was made under the water.

These are stupid things and I ask Allah to forgive me for those hours I spent watching this nonsense.

In my opinion, America is the big enemy leading the war against Islam, Muslims, Palestinians and against anything that threatens the Zionist enemy.

WND: In the last suicide bombing, which took place in Tel Aviv earlier this year, an American teenager named Daniel Wultz was severely injured and later died of his wounds. In general, are Americans part of your target?

BOMBER: America is destroying and exploiting the Arabic and the Islamic world as part of a Zionist and Crusader plan. The American Jews, we say, are the godfathers of this Zionist entity in America.

Therefore this Daniel, I am sure, participated in the army activity. If not, he collected money for this Zionist entity. If not, he would decide one day to come to live here as a settler. Therefore there is no way that he can be defined as innocent.

WND: Do you think your family will miss you if you became a suicide bomber. Would blowing yourself up amongst Israeli men, women and children make them proud?

BOMBER: My family, I think especially my mother, they have the feeling that one day they will hear that I carried out an operation. I do not think that they will be sad that I killed myself in an operation. It is the will to satisfy Allah.

I do not think my family will be surprised if I do it but I never told them anything because there may be some pressure and all our ideology is based on avoiding pressures and temptations connecting us to this lower world. It is the other world that I am seeking to join with all the love I have to my mother and my family. Now they love me and I hope in the future they will still love me but also be proud of me.

Reprinted by permission of WorldNetDaily
http://www.memri.org/bin/opener_latest.cgi?ID=SD150307
March 15, 2007 No.1503

Anak2 Suicide Bomber Palestina, Rim Al-Riyashi, diwawancarai TV Hamas: ‘Mama Membunuh Lima Yahudi dan Kini Mama di Surga’

Lihat Video Clipnya di :
http://www.memritv.org/search.asp?ACT=S9&P1=1398#

“Berapa Yahudi dibunuh Mama ?”

Pewawancara : “Mari kita berbicara dgn kedua anak pejuang jihadi dan pencapai syuhada Rim Al-Riyashi; Dhoha dan Muhammad. Dhoha, kamu cinta Mama, bukan ? Kemana Mama pergi ?”

Dhoha: “Ke surga.”

Pewawancara: “Apa yg dilakukan Mama ?”

Dhoha: “Ia melakukan syuhada.”

Interviewer: “Mama bunuh Yahudi, khan?”

Interviewer: “Berapa Yahudi yg dibunuh Mama, Muhamad?”

Muhammad: “Huh?”

Interviewer: “Berapa Yahudi yg dibunuh Mama ?”

Muhammad: “Segini … ” (menunjukkan jari2 tangannya)

Interviewer: “Berapa itu ?”

Muhammad: “Lima.”

Interviewer: “Kamu cinta Mama? Kamu kehilangan Mama?

“Dimana Mama, Muhamad?”

Muhammad: “Di surga.”

Interviewer: “Dhoha, apa yg akan kamu lafalkan utk kami ?”

Dhoha: “Bismillah … ‘Saat datangnya bantuan Allah dan kemenangan, dan kau akan saksikan barisan orang2 masuk agama Allah, lalu rayakan pujaan bagi Tuhanmu dan mintalah pengampunanNya, karena Ia selalu siap utk menunjukkan maaf.'”

Interviewer: “Apa lagi yg akan kau lafalkan ? Kau sudah menyebut surat ‘Saat datangnya bantuan Allah dan kemenangan.’ Nah, apalagi sekarang yg bisa kau lafalkan ?”

Dhoha: “‘Mama Rim.'”

Interviewer: “OK. Bacakan sajak ‘Mama Rim’ utk kami. Sajak mana saja. Apa yg kau mau bacakan ?”

“Saya ingin bicara ttg Taman Kanak2”

Interviewer: “Muhammad, kau bisa melafal ?”

Muhammad: “Ya.”

Interviewer: “Ayo dong, lafalkan sesuatu utk kami.”

Dhoha: “Saya baru ingat.”

Muhammad: “Saya berada di TK.”

Interviewer: “Kalian anak2 rajin di TK ?”

Muhammad: “Ya.”

Dhoha: “Saya di TK, saya ingin cerita.”

Interviewer: “Ayo ceritakan … kau juga di TK, Dhoha? Di Tk atau di sekolah ?”

Dhoha: “Di TK.”

Interviewer: “Bagus. Kita harus berbicara ttg keluguan anak2 …”

Muhammad: “Saya juga di TK.”

Interviewer: “Ah masa ! Kamu juga di TK ?”

Dhoha: “Saya ingin cerita ttg TK, saya ingin cerita.”

Interviewer: “Ayo dong … cerita …. atau bacakan sajak ‘Mama Rim’ utk kami …. ayo dong…”

Dhoha: “Rim, kamu bom api.”

Interviewer: “Ayo, teruskan.”

Dhoha: “‘Anak2 dan senapan mesinmu adalah motto-mu.'”

Interviewer: “Muhammad, ayo lanjutkan …”

Muhammad: “Saya di TK.”

Dhoha: “Udah, selesai.”

Interviewer: “OK, kalian mau pergi ke Mama?”

Dhoha: “Ya.”

Wawancara paranormal dgn arwah Dr Azahari & Arman

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=12109

Sementara Arman tampak sangat menyesal dan berkali-kali protes kepada Azahari. Mana surga yang kamu janjikan? Sekarang saja gelap seperti ini. Untuk pulang ke rumah sudah tak mungkin,” katanya. Arman tampak sangat gundah. Tubuhnya yang hancur tampak selalu kepanasan dan ia merasakan sangat kehausan.
>
> “Terus bagaimana nasib saya ini, Mas?” tanyanya kepada tim paranormal. “Kalau tahu akhirnya jadi begini, saya tak mau bergabung. Sebab niat saya sebenarnya hanya memperdalam agama, bukan yang lain. Siapa berbuat, ia akan menuai hasilnya. Mungkin sudah takdir saya seperti ini,” katanya lagi.
Nasib Jihadis WANNABE :
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=13188
Saya Sudah di surga, Ustadz!
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=14441

MUHAMMAD SAW wrote:HUKUM BOM BUNUH DIRI

Seperti yang kita ketahui bersama sama,MUSLIMERS di forum ini pasti akan menolak MENTAH2 apabila dikatakan BOM BUNUH DIRI = HALAL/ISLAMI.
Ataupun berkata ‘Salah tafsir’ , ‘Ulamanya cuman ngikutin hawa nafsu’,’tidak memahami islam yg aslilah’

sayangnya para suicide bomber usianya relatif muda rata2 18 tahunan, should you be curious ….? mungkin bapak bisa log on ke nbc.com trus cari acara 20/20 suicide bomber, pasti bapak sedikit tahu cerita di balik para suicide bomber. saya merassa prihatin kebanyakan mereka memperalat para remaja yang naif dan mudah di provokasi.

salam-

saidi wrote: sayangnya para suicide bomber usianya relatif muda rata2 18 tahunan, should you be curious ….?

kenapa? toh mereka terbukti PINTAR2 dan RAJIN SHOLAT? ada juga pengurus mesjid.belajar quran dari kecil.

mungkin bapak bisa log on ke nbc.com trus cari acara 20/20 suicide bomber, pasti bapak sedikit tahu cerita di balik para suicide bomber.

kenapa merujuk ke situs KAFIR?
Setau saya suicide bomber itu melakukan hal tsb2 karena dibenarkan oleh alquran dan hadits. Silahkan liat vcd ini:
VCD BOM BUNUH DIRI/PEMBUNUHAN SESAMA MUSLIM (EDISI INDONESIA) PRODUK MUSLIM INDO

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

Silahkan ditonton cuplikannya :
Judul vcd : KELUARGA SUHADA

Ini kisah seorang pemuda yang mengantarkan jenazah rekannya yang telah melakukan BOM BUNUH DIRI, dan TEBAK apa keinganinannya🙂
20 HARI kemudian, DIa pun melakukan BOM BUNUH DIRI juga🙂

Image

AYAT Quran pendukung = AT – Taubah 111

Image

saya merassa prihatin kebanyakan mereka memperalat para remaja yang naif dan mudah di provokasi.

Kalau anda ngomong di kantor Hamas,kemungkinan anda sudah digoreng ama hamas😛🙂.
Kenapa tidak ada Ormas islam yang MEMPROTES KELICIKAN HAMAS dalam mempralat dan provokasi tsb?
Kalau anda PRIHATIN, hanya ada satu cara, TINGGALKAN islam.. selagi anda masih islam di kemudian hari malah anak anda yang jadi PENGEBOM bunuh diri, kenapa saya yakin??? Karena BOM BUNUH diri itu = ISLAMI.

Salam🙂

Read More

Posted on Juli 8, 2011, in buku islam, Hukum islam, Jihad, Muhammad, Syahid and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada MATI SYAHID, Suicide Bomber : SESUAI Islam atau Tidak ?.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: