SIRAH NABAWIYAH Ibn Ishaq/Hisyam (sejarah tertua Muhamad)


SIRAT RASULULLAH (Ibn Ishaq)

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=11150

———————————————————————

Ass. Wb. Wr.

kafires dan muslimers, PBNU
untuk semakin menambah kelengkapan RESOURCE Forum tercinta ini, sekarang kita baca2 dari SIRAH TERTUA islam, yaitu SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM/IBNU ISHAQ :

Image

Sirah yang dibuat pada abad ke 8 ini jauh lebih tua dibandingkan dgn sirah propagandis MUHAMMAD HUSEIN HAEKAL (yg terbit thn 1920) & sirah Syaifur Rahman dari Pakistan yg terbit thn 1980-an. Kitab ini sudah tinggal sedikit peredarannya di indonesia, mungkin karena saya tidak menjumpainya di Gramedia ataupun Gunung Agung. KITAB ini hanya bisa diperoleh di TB.WALISONGO. Itu pun tidak dipajang ditempat yang mencolok sebagaimana mereka begitu MENONJOLKAN Sirah M. Husein haikal dan Syaifur Rahman.

Terdiri dari 2 jilid :
Berhubung sangat tebal, cape juga saya kalau men-scan semuanya,jadi saya pilah-pilah saja, bagian mana dari KITAB ini yang MEMBENARKAN ‘FITNAH’ dari forum tercinta ini.

Untuk saat ini mungkin baru beberapa ‘FITNAHAN’ ini yang saya temukan, antara lain :


Muh’s Dead Poets Society: para penyair yg dibunuh Muhamad
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … php?t=1773

Daftar orang2 yg dibunuh atas perintah Muhamad
(Muhammad dan Pembunuhan Kinana)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … .php?t=747

PEMENGGALAN 700 ORANG YAHUDI

‘PERAMPOKAN/ PERANG’ BADAR

PEMBUNUHAN KAAB BIN ASRAAF

‘PERNIKAHAN ‘ DGN SAFIYYAH(JANDA 17 TAHUN..KEKEKEKE)

PEMBUNUHAN ASHTMA BINTI MARWAN

PEMBUNUHAN ABU AFAK(KAKEk TUA 120 THN)

PEMBUNUHAN SEWAKTU MENDUDUKI KAABAH

 

Wassalam,
MSAW
Ibnu Hisyam Jilid 2 hlm 206-207

PEMENGGALAN 800 ORANG YAHUDI DALAM SATU HARI

Keputusan Sa’ad bin Muadz Radhiyallahu Anhu

Ibnu Ishaq berkata, “Kaum Muslimin berdiri menuju Sa’ad bin Muadz dan berkata, ‘Hai Abu Amr, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengangkatmu untuk memutuskan perkara-perkara keluargamu.’ Sa’ad bin Muadz berkata, Terhadap itu semua, kalian harus komitmen dengan janji Allah bahwa hukum tentang mereka adalah sesuai dengan hukum yang aku keluarkan.’ Mereka berkata, ‘Ya.’ Sa’ad bin Muadz berkata, ‘Kalian juga harus komitmen kepada orang yang ada di sini.’ Sa’ad bin Muadz berkata seperti itu sambil menunjuk ke tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. la bertindak seperti itu sebagai penghormatannya kepada beliau. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Ya.’ Sa’ad bin Muadz berkata, Tentang Bani Quraidhah, aku putuskan bahwa orang laki-laki mereka dibunuh, kekayaan mereka dibagi-bagi, dan anak-anak serta wanita-wanita ditawan’.”
Ibnu Ishaq berkata, “Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku dari Abdurrahman bin Amr bin Sa’ad bin Muadz dari Alqamah bin Waqqash Al-Laitsi yang berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Sa’ad bin Muadz, ‘Sungguh engkau telah memutuskan perkara mereka dengan hukum Allah dari atas tujuh langit’.Ibnu Hisyam berkata, “Sebagian orang yang aku percaya berkata kepadaku bahwa Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu berteriak keras ketika kaum Muslimin mengepung Bani Quraidhah, ‘Hai pasukan iman!’ Kemudian ia dan Az-Zubair bin Al-Awwam maju. Ali bin Abu Thalib berkata lagi, ‘Aku pasti akan merasakan apa yang telah dirasakan oleh Hamzah atau aku pasti membuka benteng mereka.’ Orang-orang Yahudi Bani Quraidhah berkata, ‘Hai Muhammad, kita tunduk kepada hukum Sa’ad bin Muadz’.”

Realisasi Keputusan Sa’ad bin Muadz Radhiyallahu Anhu terhadap Bani Quraidhah

Ibnu Ishaq berkata, “Setelah itu, orang-orang Yahudi Bani Quraidhah disuruh turun, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menahan mereka di Madinah di rumah putri Al-Harits, salah seorang wanita dari Bani An-Najjar. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi ke Pasar Madinah, kemudian membuat parit di sana. Setelah itu, beliau memerintahkan orang-orang Yahudi Bani Quraidhah dibawa ke parit tersebut dan memenggal kepala mereka di dalamnya. Mereka dibawa ke parit tersebut kelompok per-kelompok, termasuk musuh Allah Huyai bin Akhthab, Ka’ab bin Asad tokoh Bani Quraidhah bersama enam ratus atau tujuh ratus orang-orang Bani Quraidhah. Ada yang mengatakan bahwa jumlah mereka adalah delapan ratus atau bahkan sembilan ratus. Orang-orang Yahudi Bani Quraidhah berkata kepada Ka’ab bin Asad ketika mereka dibawa kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam secara berkelompok, ‘Hai Ka’ab, bagaimana pendapatmu terhadap perlakuan Muhammad kepada kita?’ Ka’ab bin Asad berkata, ‘Kenapa kalian tidak berpikir di setiap tempat? Tidakkah kalian lihat dai yang tidak terbantahkan? Bukankah orang di antara kalian yang dibawa kepadanya itu tidak kembali lagi? Demi Allah, inilah pembunuhan.’ Itulah yang terjadi hingga Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selesai merealisasikan keputusan Sa’ad bin Muadz terhadap mereka.”

Perihal Huyai bin Akhthab

Ibnu Ishaq berkata, “Musuh Allah, Huyai bin Akhthab, yang ketika itu mengenakan pakaian berwama seperti bunga namun tercabik-cabik di semua sudutnya agar tidak diambil kaum Muslimin didatangkan dalam keadaan kedua tangannya ditali menyatu dengan lehernya. Ketika ia melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ia berkata, ‘Demi Allah, aku tidak menyalahkan diriku karena memusuhimu, namun barangsiapa tidak menolong Allah, ia tidak akan ditolong oleh-Nya.’ Setelah itu, Huyai bin Akhthab menghadapkan wajahnya kepada manusia dan berkata, ‘Hai manusia, tidak apa-apa terhadap perintah Allah. Ini adalah keputusan, takdir, dan penyembelihan yang telah ditetapkan Allah kepada Bani Israel.’ Usai berkata begitu, Huyai bin Akhthab duduk, kepalanya dipenggal


==========

SO CUTE…. OH MY LOVELY PROPHET🙂
jilid 2 Hlm 306

PENYIKSAAN DAN PEMBUNUHAN KINANAH BIN AR_RABIAH

Perihal Kinanah bin Ar-Rabi’ah dan Kematiannya

Ibnu Ishaq berkata,Kinanah bin Ar-Rabi’ didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, karena kekayaan Bani An-Nadhir ada padanya. Beliau menanyakan kekayaan tersebut kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, namun ia mengaku tidak mengetahui tempatnya. Setelah itu, salah seorang Yahudi didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Orang Yahudi
tersebut berkata, ‘Aku pcmah melihat Kinanah mengelilingi reruntuhan benteng ini setiap pagi.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, ‘Bagaimana pendapatmu, kalau kami menemukan kekayaan tersebut kemudian kami membunuhmu?’ Kinanah bin Ar-Rabi’ menjawab, ‘Ya.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan penggalian re-runtuhan benteng tersebut hingga akhimya sebagian kekayaan orang-orang Khaibar dapat dikeluarkan daripadanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada Kinanah bin Ar-Rabi’ tentang kekayaan lainnya, namun ia bungkam. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Az-Zubair bin Al-Awwam, ‘Siksa dia hingga engkau bisa mendapatkan apa yang ada padanya.’ Az-Zubair bin Al-Awwam menyalakan api dengan batang kayu di dada Kinanah bin Ar-Rabi’ hingga ia melihatnya, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendorong Kinanah bin Ar-Rabi’ kepada Muhammad bin Maslamah yang kemudian memenggal kepalanya sebagai pembalasan atas kematian saudaranya yaitu Mahmud bin Maslamah.”

=====
oh….so cute …my lovely prophet, you are my hero
Jilid 2 hlm 623-624

Pembunuhan Ashma’ binti Marwan

Sebab-sebab Pembunuhan Ashma’ binti Marwan

Ibnu Ishaq berkata, Abdullah bin Al-Haritsa bin Al-Fudhail berkata dari ayahnya, yang berkata, “Ashma’ binti Marwan diperistri salah seorang dari Bani Khathmah bernama Yazid bin Zaid. Ashma’ binti Marwan pernah berkata menghina Islam dan kaum Muslimin,
‘Dengan nama Bani Malik dan An-Nabit
Dengan nama Auf dan Bani Al-Khazraj
Kalian mentaati orang asing dari selain kalian
la juga tidak berasal dari Murad atau Madzhaj
Kalian berharap besar kepadanya setelah terbunuhnya banyak kepala
Sebagaimana diharapkannya minuman yang telah matang
Ingatlah hai orang sombong yang mencari kelengahan
Kemudian ia membunuh harapan.’
Syair Ashma’ binti Marwan di atas dijawab Hassan bin Tsabit Radhiyallahu
Anhu,
‘Bani Wail, Bani Waqif, dan Khathmah
Itu tidak sama dengan Al-Khazraj
Jika kabilah-kabilah tersebut diajak kepada kebodohan
Dengan membawa kematian, maka kabilah-kabilah tersebut berdatangan
Ulah kabilah-kabilah tersebut membangkitkan pemuda terhormat
Yang mulia nasab dan perbuatannya
Kemudian sang pemuda membasahi kabilah-kabilah tersebut dengan
darah yang banyak
Setelah pertengahan malam dan pemuda tersebut tidak menemui
kesulitan.’

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Memerintahkan Pem-bunuhan Ashma’ binti Marwan

Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendengar ucapan Ashma’ binti Marwan di atas, beliau bersabda, ‘Ketahuilah, siapakah yang bisa membunuh putri Marwan? Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam didengar Umair bin Adi Al-Khathmi yang ketika itu berada di dekat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Pada malam tersebut, Umair bin Adi Al-Khathmi pergi ke rumah Ashma’ binti Marwan dan membunuhnya. Esok paginya, Umair bin Adi bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku telah membunuh wanita tersebut.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Hai Umair, engkau telah menolong Allah dan Rasul-Nya.’ Umair bin Adi Al-Khathmi berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku ter-kena sesuatu karena membunuhnya?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Tidak ada satu pun orang yang ingin balas dendam karena kematiannya.’ Kemudian Umair bin Adi Al-Khathmi pulang ke kaumnya, Bani Khathmah, yang ketika itu sedang membicarakan kema-tian Ashma’ binti Marwan. Ketika itu, Ashma’ bin Marwan mempunyai lima anak laki-laki. Ketika Umair bin Adi Al-Khathmi tiba di kaumnya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ia berkata, ‘Hai Bani Khathmah, akulah yang membunuh Ashma’ binti Marwan, oleh karena itu, silahkan kalian membuat tipu daya untukku dan jangan menunda-nunda.’

Islam Bersinar di Bani Khathmah setelah Terbunuhnya Ashma’ binti Marwan

Sejak hari itulah, Islam menjadi kuat di Bani Khathmah. Tadinya orang yang telah masuk Islam menyembunyikan keislamannya. Orang-orang Bani Khathmah yang masuk Islam sebelum itu ialah Umair bin Adi yang mengaku sebagai qari’, Abdullah bin Aus, Khuzaimah bin Tsabit. Sejak terbunuhnya Ashma’ binti Marwan, orang-orang Bani Khathmah masuk Islam karena mereka mengetahui kekuatan Islam.”

oh so cute..kekuatan islam🙂

PEMBUNUHAN KA’AB BIN ASYRAF

Jilid 2 ,hlm 15-18

Jawaban Ka’ab bin Al-Asyraf terhadap Maimunah binti Abdullah

Ibnu Ishaq berkata, “Kemudian syair-syair Maimunah binti Abdullah dijawab lagi oleh Ka’ab bin Al-Asyraf,
Tahanlah orang tidak waras dari kalian Agar kalian selamat dari perkataannya yang tidak baik Apakah engkau mencelaku jika aku menangisi dengan air mata ber-cucuran
Terhadap kaum yang mencintaiku dengan hati yang tulus? Aku pasti akan menangis selagi aku masih hidup Dan selagi aku ingat amal mulia suatu kaum yang mulia di Al-Jabajib.’

Setelah itu, Ka’ab bin Al-Asyraf pulang ke Madinah dan memuji-muji istri-istri kaum Muslimin hingga mereka terganggu karenanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda -seperti dikatakan kepadaku oleh Abdullah bin Al-Mughits bin Abu Burdah-, ‘Siapa yang siap bertindak terhadap Ka’ab bin Al-Asyraf mewakiliku?’
Muhammad bin Maslamah, saudara Bani Abdul Asyhal berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya siap membunuhnya.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Satiam bersabda, ‘Silahkan engkau lakukan, jika engkau sanggup melakukannya.’ Muhammad bin Maslamah pulang ke rumah dan menetap di rumah selama tiga hari tanpa makan-minum, kecuali seperlunya saja.

Hal tersebut dilaporkan ke-pada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sal/am, kemudian beliau memanggilnya dan bersabda, ‘Kenapa engkau tidak makan-minum?’ Muhammad bin Maslamah menjawab, ‘Wahai Rasulullah, aku telah mengucapkan perkataan kepadamu dan aku tidak tahu apakah aku bisa menepatinya atau tidak?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Muhammad bin Maslamah, ‘Engkau lemah (kalau tidak makan-minum)?’ Muhammad bin Maslamah berkata, ‘Wahai Rasulullah, kita harus berkata.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Silahkan katakan apa yang ingin kalian katakan, karena itu diperbolehkan kepada kalian.’

Kemudian terkumpullah sejumlah orang untuk membunuh Ka’ab bin Al-Asyraf. Mereka adalah Muhammad bin Maslamah, Silkan bin Salamah bin Waqasy -yang tidak lain adalah Abu Nailah, salah seorang dari Bani Abdul Asyhal dan saudara sesusuan dengan Ka’ab bin Al-Asyraf-, Abbad bin Bisyr bin Waqasy -salah seorang dari Bani Abdul Asyhal-, Al-Harts bin Aus bin Muadz -salah seorang dari Bani Abdul Asyhal-, dan Abu Abs bin Jabr -salah seorang dari Bani Haritsah-. Sebelum mereka mendatangi musuh Allah, Ka’ab bin Al-Asyraf, mereka mengutus Silkan bin Salamah menemui Ka’ab bin Al-Asyraf. Silkan bin Salamah pun menemuinya. Silkan bin Salamah berbicara sesaat dengan Ka’ab bin Al-Asyraf, melantunkan syair-syair, dan berkata kepada Ka’ab bin Al-Asyraf, ‘Celakalah engkau wahai Ka’ab bin Al-Asyraf, aku datang kepadamu karena keperluan yang ingin aku utarakan kepadamu dan aku ber-harap engkau merahasiakannya.’ Ka’ab bin Al-Asyraf berkata, ‘Ya, akan saya rahasiakan.’

Silkan bin Salamah berkata, ‘Sungguh kedatangan orang ini (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallairt) kepada kita adalah malapetaka, perang menyerang kita, kabilah-kabilah bersatu untuk memusuhi kita, dan jalan-jalan terputus dari kita hingga orang-orang yang kita tanggung menjadi sengsara, setiap jiwa menjadi menderita, kita dan orang-orang yang kita tanggung juga dibuat repot.’

Ka’ab bin Al-Asyraf berkata, ‘Aku anak Al-Asyraf, demi Allah, aku telah menginformasikan kepadamu bahwa permasalahan ini akan ber-kesudahan kepada apa yang telah aku katakan.’ Silkan bin Salamah berkata kepada Ka’ab bin Al-Asyraf, ‘Aku ingin engkau menjual makanan kepada kami dan untuk itu kami gadaikan sesuatu kepadamu, buat penguat untukmu, dan sebagai gantinya engkau berbuat baik dalam hal ini.’ Ka’ab bin Al-Asyraf berkata, ‘Apakah engkau mau menggadaikan anak-anak kalian kepadaku?’ Silkan bin Salamah berkata, ‘Kalau begitu, engkau ingin menjelek-jelekkan kita. Sung-guh aku mempunyai teman-teman yang seide denganku dan aku ingin datang lagi kepadamu dengan mereka kemudian engkau jual makanan kepada mereka, berbuat baik, dan kami gadaikan kepadamu senjata, serta kami tidak akan me-langgar janji.’ Silkan bin Salamah ingin agar Ka’ab bin Al-Asyraf tidak menolak jika teman-temannya datang dengan membawa senjata.”

Kemudian Silkan bin Salamah keluar dari rumah Ka’ab bin Al-Asyraf untuk menemui sahabat-sahabafnya, menceritakan kondisi Ka’ab bin Al-Asyraf kepada mereka, memerintahkan mereka mengambil senjatanya masing-masing, dan berangkat untuk membunuh Ka’ab bin Al-Asyraf, namun sebelumnya mereka berkumpul di tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.”
Ibnu Hisyam berkata, “Ada yang mengatakan bahwa Ka’ab bin Al-Asyraf berkata, ‘Apakah kalian siap menggadaikan istri-istri kalian kepadaku?’ Silkan bin Salamah berkata, ‘Bagaimana kami harus menggadaikan istri-istri kami, padahal engkau warga Yatsrib yang jago memuji wanita dan paling doyan menggunakan parfum?’ Ka’ab bin Al-Asyraf berkata, ‘Apakah kalian siap menggadaikan anak-anak kalian?'”

Ibnu Ishaq berkata bahwa Tsaur bin Zaid berkata kepadaku dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma yang berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan bersama sahabat-sahabat tersebut ke Baqi’ Al-Ghar-qad dan memberi pengarahan kepada mereka. Beliau bersabda, ‘Berangkatlah kalian dengan nama Allah. Ya Allah, kepada Baqi’ Al-Gharqad.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kembali memberi pengarahan kepada mereka dengan bersabda, ‘Berangkatlah kalian dengan nama Allah. Ya Allah, tolonglah mereka.’ Usai berkata seperti itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pulang ke rumah dan ketika itu malam sangat gelap.

Sedang sahabat-sahabat tersebut berjalan hingga tiba di benteng Ka’ab bin Al-Asyraf. Silkan bin Salamah berteriak memanggil Ka’ab bin Al-Asyraf yang baru menikah. Ka’ab bin Al-Asyraf melompat dari selimutnya, namun istrinya memegang ujung selimutnya sambil berkata, ‘Engkau orang yang terbiasa perang dan orang yang terbiasa perang itu tidak terjun ke perang pada jam-jam seperti ini.’ Ka’ab bin Al-Asyraf berkata, ‘Orang yang memanggilku adalah Abu Nailah (Silkan bin Salamah). Jika ia melihatku tidur, ia pasti membangun-kanku.’ Istri Ka’ab bin Al-Asyraf berkata, ‘Sungguh aku dengar keburukan di ucapan Silkan bin Salamah.’ Ka’ab bin Al-Asyraf berkata, ‘Jika seorang pemuda diajak kepada tikaman, ia pasti memenuhinya.’

Ka’ab bin Al-Asyraf menemui Silkan bin Salamah dan sahabat-saha-batnya, berbicara dengan mereka sesaat, dan mereka pun berbicara dengannya. Sahabat-sahabat Silkan bin Salamah berkata, ‘Hai anak Al-Asyraf, maukah engkau berjalan ke luar Madinah kemudian kita ngobrol di sana di sisa malam kita ini?’ Ka’ab bin Al-Asyraf berkata, ‘Kalau kalian menghendaki, maka tidak ada salahnya.’ Mereka pun keluar dari Madinah, berjalan sesaat, kemudian Silkan bin Salamah memasukkan tangannya ke rambut samping Ka’ab bin Al-Asyraf dan mencium tangannya hingga ia merasa tenang. Silkan bin Salamah berkata kepada Ka’ab bin Al-Asyraf, ‘Aku tidak pernah melihatmu seperti pa-da malam ini dimana engkau menggunakan parfum yang sangat wangi!’ Silkan bin Salamah berjalan sesaat dan berbuat seperti sebelumnya, kemudian berkata, ‘Pukullah musuh Allah ini!’

Para sahabat pun memukuli Ka’ab bin Al-Asyraf dan pedang mereka menyerangnya secara bertubi-tubi, namun tidak menimbul-kan bekas apa pun di Ka’ab bin Al-Asyraf. Muhammad bin Maslamah berkata, ‘Ketika aku lihat pedang-pedang para sahabat tidak berpengaruh sedikit pun pada Ka’ab bin Al-Asyraf, aku ingat tombak kecil di pedangku dan aku meng-ambilnya. Musuh Allah, Ka’ab bin Al-Asyraf, berteriak dengan teriakan yang membuat benteng di sekitar kami menyalakan api kemarahan kepadanya, kemudian aku menusukkan tombak kecilku ke bagian bawah pusarnya dan menancapkannya hingga mengenai kemaluannya. Musuh Allah, Ka’ab bin Al-Asyraf, jatuh tersungkur.

Al-Harits bin Aus bin Muadz terluka di kepala atau kakinya karena terkena tebasan pedang kita sendiri. Setelah itu, kami pulang melewati perkampungan Bani Umaiyyah bin Zaid, kemudian melewati perkampungan Bani Quraidhah, kemudian melewati Bu’ats hingga kemudian mendaki tanah hitam berbatu Al-Uraidh. Sahabat Al-Harts bin Aus tertinggal oleh kami karena darah di lukanya masih mengucur. Kami berhenti sejenak menunggunya dan tidak lama berselang, ia datang menyusuri jejak-jejak kami.

Kami menggendong Al-Harts bin Aus dan membawanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di akhir malam yang ketika itu sedang qiyamul lail. Kami ucapkan salam kepada beliau, kemudian beliau keluar menemui kami. Kami jelaskan tentang terbunuhnya musuh Allah, Ka’ab bin Al-Asyraf, dan terlukanya salah seorang dari kami, yaitu Al-Harts bin Aus. Allah menyembuhkan luka Al-Harts bin Aus saat itu juga, kemudian masing-masing dari kami pulang ke rumah. Esok paginya, orang-orang Yahudi ketakutan karena pembunuhan kami terhadap musuh Allah, Ka’ab bin Al-Asyraf, dan semua orang-orang Yahudi mengkhawatirkan keselamatan dirinya’.”

PEMBUNUHAN PEDAGANG YAHUDI HANYA KARENA DIA ORANG YAHUDI

JILID 2 ,HLM 20-21

Perihal Muhayyishah dan Huwayyishah

Ibnu Ishaq berkata bahwa Rasulullah ShallaJIahu Alaihi wa Sallam ber-sabda,Siapa saja yang bisa mengalahkan orang Yahudi, bunuh dial” Kontan Muhaishah (Ibnu Hisyam berkata, “Ada yang mengatakan Muhaiyyishah) bin Mas’ud bin Ka’ab bin Amir bin Adi bin Majda’ah bin Haritsah bin Al-Khazraj bin Amr bin Malik bin Al-Aus menangkap Ibnu Sunainah (Ibnu Hisyam berkata, “Ada yang mengatakan Ibnu Subainah.”), salah seorang pedagang Yahudi yang biasa menjual pakaian dan barang-barang lainnya, kemudian membunuhnya. Huwaiyyishah bin Mas’ud ketika itu belum masuk Islam dan lebih muda daripada Muhaiyyishah. Ketika Muhaiyyishah membunuh Ibnu Sunainah, Huwaiyyishah memukulnya dan berkata, “Hai Musuh Allah, kenapa engkau membunuh Ibnu Sunainah? Demi Allah, itu barangkali karena lemak di perutmu berasal dari hartanya!” Muhaiyyishah berkata, Demi Allah, aku diperintah untuk membu nuhnya oleh orang yang jika ia menyuruhku membunuhmu, aku pasti me-menggal lehermu.” Muhaiyyishah berkata lagi, “Demi Allah, itulah sebab awal keislaman Huwaiyyishah.” Note : hehehe.. manis sekali ya kisah dia jadi MUALAF !!

Huwaiyyishah berkata, “Demi Allah, seandainya Muhammad menyuruhmu membunuhku, apakah engkau akan membunuhku?” Muhaiyyishah menjawab, “Ya, demi Allah, seandainya beliau menyuruhku membunuhmu, aku pasti memenggal lehermu.” Huwaiyyishah berkata, Demi Allah, sungguh agama yang membawamu sampai pada ketinggian ini betul-betul menakjubkan. Setelah itu, Huwaiyyishah masuk Islam.
note : kekekeke ,menakjubkan kan agama sempurna ini ?????

Ibnu Ishaq berkata, “Hadits tentang hal di atas diceritakan kepadaku oleh mantan budak Bani Haritsah dari putri Muhaiyyishah dari ayahnya, Muhaiyyishah. Tentang kejadian di atas, Muhaiyyishah berkata,
‘Anak ibuku mengecamku seandainya aku diperintah untuk membu-nuhnya,Aku pasti potong tulang di belakang telinga dengan pedang mematikan Pedang seperti wama garam yang putih cemerlang Jika pedang tersebut aku ayunkan, maka tidak pemah meleset Aku sangat berbahagia karena aku bisa membunuh Ibnu Sunainah karena taat (kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) Dan kita berhak atas apa yang di antara Bushra dan Ma’arib’.”

Ibnu Hisyam berkata bahwa Abu Ubaidah berkata kepadaku dari Abu Amr Al-Madani yang berkata, “Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berhasil mengalahkan Bani Quraidhah, beliau menangkap sekitar empat ratus orang-orang Yahudi dari mereka. Keempat ratus orang tersebut adalah sekutu-sekutu orang-orang Al-Aus. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerin-tahkan orang-orang Al-Khazraj memenggal kepala keempat ratus orang-orang Yahudi tersebut, kemudian orang-orang Al-Khazraj memenggal kepala mereka dan itu membuat lega orang-orang Al-Khazraj. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melihat orang-orang Al-Khazraj, ternyata wajah mereka berbinar-binar bahagia, kemudian melihat orang-orang Al-Aus, namun terlihat kusut. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menduga bahwa ketidakcerahan wajah orang-orang Al-Aus itu disebabkan karena adanya persekutuan antara mereka dengan Bani Quraidhah.

Sisa dari keempat-ratus orang yang masih hidup dari Bani Quraidhah adalah delapan belas orang, kemudian kedua belas orang tersebut diserahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada orang-orang Al-Aus; satu orang dari Bani Quraidhah diserahkan kepada dua orang dari orang-orang Al-Aus. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Hen-daklah satu orang memukulnya tidak sampai mati dan orang satunya membu-nuhnya.’ Di antara kedua belas orang Bani Quraidhah yang diserahkan kepada orang-orang Al-Aus ialah Ka’ab bin Yahudza -salah seorang tokoh Bani Quraidhah-.

la diserahkan kepada Muhaiyyishah bin Mas’ud dan Abu Burdah bin Niyar. Abu Burdah inilah yang diberi keringanan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk menyembelih anak kambing yang berusia delapan atau sembilan bulan di Hari Raya Idul Adha. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Hendaklah Muhaiyyishah memukul Ka’ab bin Yahudza tidak sampai mati dan hendaklah Abu Burdah membunuhnya!’ Muhaiyyishah memukul Ka’ab bin Yahudza dengan pukulan yang tidak mematikan kemudian Abu Burdah memukulnya dengan pukulan mematikan. Huwaiyyishah yang ketika itu masih kafir berkata kepada saudaranya, Muhaiyyishah, ‘Engkau bunuh Ka’ab bin Yahudza?’ Muhaiyyishah berkata, ‘Ya.’ Huwaiyyishah berkata, ‘Demi Allah, barangkali engkau membunuhnya karena lemak yang tumbuh di perutmu berasal dari hartanya? Engkau tercela, hai Muhaiyyishah.’ Muhaiyyishah berkata, ‘Aku diperintah membunuhnya oleh orang yang jika menyuruhku membu-nuhmu, aku pasti membunuhmu.’ Huwaiyyishah berpaling dari Muhaiyyishah dalam keadaan kagum kepadanya. Para ulama menyebutkan bahwa pada malam harinya, Huwaiyyishah terbangun dari tidurnya karena kagum pada ucapan saudaranya, Muhaiyyishah. Esok paginya, Huwaiyyishah berkata, ‘Demi Allah, inilah agama yang benar.’ Setelah itu, ia menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, masuk Islam, dan mengucapkan syair-syair yang telah saya sebutkan di atas.”
Ibnu Ishaq berkata, “Setibanya dari Buhran, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menetap di Madinah selama bulan Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan. Orang-orang Quraisy menyerang beliau di Perang Uhud di bulan Syawal tahun ketiga Hijriyah.”

:))

PEMBUNUHAN SEWAKTU MENAKLUKAN MEKKAH!

JILID 2,HLM 379-382

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Memerintahkan Pembunuh-an Beberapa Orang Kafir kendati Mereka Bergantung di Kain Ka’bah

Ibnu Ishaq berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah berpesan kepada para komandan pasukannya -ketika beliau memerintahkan mereka memasuki Makkah- agar mereka tidak memerangi siapa pun kecuali orang-orang yang memerangi mereka dan beberapa orang yang harus dibunuh kendati orang-orang tersebut bergantung di kain Ka’bah. Orang-orang tersebut adalah sebagai berikut:

1. Abdullah bin Sa’ad

la saudara Bani Amir bin Luai. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan para komandan perang membunuhnya, karena tadinya ia masuk Islam dan menulis wahyu untuk beliau, namun kemudian murtad dan pulang kepada orang-orang Quraisy. Abdullah bin Sa’ad lari kepada Utsman bin Affan -saudara susuannya- dan Utsman bin Affan menyembunyikannya kemudian membawanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika kaum Muslimin dan penduduk Makkah telah merasa tenang. Utsman bin Affan meminta jaminan keamanan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk Abdullah bin Sa’ad, namun beliau diam lama sekali, kemudian bersabda, ‘Ya.’

Ketika Utsman bin Affan telah meninggalkan Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda kepada para sahabat yang ada di sekitar beliau, ‘Aku diam lama tadi karena aku berharap ada salah seorang dari kalian yang berdiri kemudian memenggal leher Abdullah bin Sa’ad.’ Salah seorang dari kaum Al-Anshar berkata, ‘Kenapa engkau tidak memberi isyarat kepadaku, wahai Rasulullah?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Nabi itu tidak boleh membunuh dengan memberi isyarat.’ (Ibnu Hisyam berkata, “Setelah itu, Abdullah bin Sa’ad masuk Islam lagi dan Umar bin Khaththab mengang-katnya sebagai gubernur di salah satu wilayah Islam, begitu juga Utsman bin Affan sesudah Umar bin Khaththab.”).

2. Abdullah bin Khathal

la salah seorang dari Bani Tamim bin Ghalib. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan pembunuhan terhadapnya, karena tadinya, ia Muslim dan beliau mengutusnya sebagai petugas zakat ke salah satu daerah bersama salah seorang dari kaum Anshar dan mantan budak Abdullah bin Khaththal yang Muslim. la berhenti di suatu tempat, kemudian menyuruh mantan budaknya menyembelih kambing hutan miliknya dan membuat makanan untuknya. Setelah itu, Abdullah bin Khaththal tidur. Ketika ia bangun, ia melihat mantan budaknya tidak membuatkan makanan untuknya, kemudian ia me-nyerangnya hingga tewas. Setelah itu, ia murtad. la mempunyai dua penyanyi wanita pelacur dan istri. Keduanya penyanyi wanita yang pelacur tersebut ber-nyanyi menghina Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian beliau memerintahkan pembunuhan keduanya bersama Abdullah bin Khaththal.

3. AhHuwairits bin Nuqaidz

Nama lengkapnya adalah Al-Huwairits bin Nuwaidz bin Wahb bin Abdun bin Qushai. la termasuk orang yang menyakiti Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Makkah (Ibnu Hisyam berkata, “Abdullah bin Al-Abbas membawa Fathimah dan Ummu Kultsum, keduanya putri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dari Makkah dengan tujuan Madinah, kemudian hewan kendaraan keduanya dicucuk lambungnya oleh Al-Huwairits bin Nuqaidz hingga keduanya jatuh terpelanting ke tanah.”).


4. Miqyas bin Shubabah

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan pembunuhan terhadap Miqyas bin Shubabah, karena ia telah membunuh salah seorang dari kaum Anshar yang membunuh saudaranya dengan tidak sengaja dan karena ia pulang ke Quraisy dalam keadaan murtad.

5 dan 6. Sarah dan Ikrimah bin Abu Jahal

Sarah adalah mantan budak salah seorang dari Bani Abdul Muththalib, sedang Ikrimah adalah anak Abu Jahal. Sarah termasuk wanita yang menyakiti Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Makkah. Adapun Ikrimah bin Abu Jahal, ia kabur ke Yaman, sedang istrinya, Ummu Hakim binti Al-Harits bin Hisyam, masuk Islam kemudian memintakan jaminan keamanan untuknya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan beliau mengabulkan per-mintaannya. Setelah itu, Ummu Hakim binti Al-Harits pergi mencari suaminya ke Yaman hingga akhimya berhasil membawanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan masuk Islam.
Abdullah bin Khathal dibunuh Sa’id bin Hants Al-Makhzumi dan Abu Barzah Al-Aslami.
Miqyas bin Shubabah dibunuh Numailah bin Abdullah, salah seorang dari kaumnya sendiri. Tentang pembunuhan Miqyash bin Shubabah, saudara perempuannya berkata,
‘Aku bersumpah, sungguh Numailah telah menghinakan kaumnya Dan melukai tamu-tamu musim hujan dengan membunuh Miqyas Sungguh indah mata yang melihat orang seperti Miqyas Jika wanita-wanita nifas tidak dibuatkan makanan setelah melahirkan.’ Sedang dua penyanyi wanita pelacur Abdullah bin Khathal, salah satu dari keduanya dibunuh, sedang satunya melarikan diri, kemudian meminta jaminan keamanan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan beliau mengabulkan permintaannya.
Sarah juga meminta jaminan keamanan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan beliau memberinya. Pada zaman pemerintahan Umar bin Khaththab, ia diinjak kuda salah seseorang di salah satu Al-Abthah hingga ia meninggal dunia.
Sedang Al-Huwairits bin Nuqaidz, ia dibunuh Ali bin Abu Thalib.”

Ibnu Ishaq berkata, Sa’id bin Abu Hindun berkata kepadaku dari Abu Murrah mantan budak Aqil bin Abu Thalib bahwa Ummu Hani’ binti Abu Thalib berkata, “Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berhenti di Makkah Atas, dua orang dari paman-pamanku dari Bani Makhzum lari kepadaku -ketika itu, Ummu Hani’ diperistri Abu Habirah bin Abu Wahb Al-Makhzumi- kemudian saudaraku, Ali bin Abu Thalib, datang kepadaku dan berkata, ‘Demi Allah, akan membunuh dua orang ini.’ Aku tutup pintu rumahku untuk melindungi kedua orang tersebut, kemudian aku pergi ke tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Makkah Atas. Aku lihat beliau mandi dengan mangkok yang di dalamnya terdapat bekas adonan roti, sedang Fathimah menutupinya dengan kainnya. Setelah mandi, beliau mengambil baju, mengenakannya, mengerjakan shalat Dhuha sebanyak delapan raka’at, datang kepadaku, kemudian bersabda, ‘Selamat datang wahai Ummu Hani’, kenapa engkau datang ke rnari?’ Aku jelaskan kepada beliau tentang dua orang yang berada di rumahku dan rencana Ali bin Abu Thalib untuk membunuh keduanya. Beliau bersabda, ‘Aku lindungi orang yang engkau lindungi dan member! keamanan kepada orang yang engkau beri keamanan. Oleh karena itu, Ali bin Abu Thalib jangan sekali-kali membunuh kedua orang tersebut (Ibnu Hisyam berkata, “Kedua orang tersebut adalah Al-Harits bin Hisyam dan Zuhair bin Abu Umaiyyah bin Al-Mughirah.”).
Thawaf Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Baitullah dan Shalat Beliau di dalam Ka’bah
Ibnu Ishaq berkata, Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair berkata kepadaku dari Ubaidillah bin Abdullah bin Abu Tsaur dari Shafiyyah binti Syaibah yang berkata, “Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam turun ke Makkah dan manusia sudah merasa tenang, beliau pergi ke Baitullah dan thawaf di dalamnya sebanyak tujuh kali putaran di atas unta beliau dan mengusap mkun dengan tongkat. Usai melakukan thawaf, beliau memanggil Utsman bin Thalhah dan mengambil kunci Ka’bah darinya. Beliau membuka Ka’bah, memasukinya, mendapati patung burung merpati dari kayu, kemudian beliau memecahkannya dan membuangnya.”
Arti sesungguhnya kata ; PRESTASI dalam agama ISLAM
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

NABI MUHAMMAD MENUKAR TAWANAN wanita dgn kuda,dan HANYA mengambil satu orang WANITA dari tawanan untuk diri beliau sendiri(DIBEBASKAN maksudnya)..kejam dan munafik gak ya ?🙂
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

JATAH para MUALAF.
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

PEMENGGALAN 800 orang yahudi , termasuk HUKUM SIAPA??
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

Benarkah SAFIYAH senang nikah dgn PEMBUNUH SUAMINYA?
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

TIDAK ada paksaan MEMASUKI ISLAM,yang ada cuman ANCAMAN 🙂
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

KEMULIAAN MUHAMMAD,sampai2 BATU dan POHON pun memberi salam kepadanya
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

KUPAS TUNTAS penyembelihan 800 orang yahudi..SIAPA yang paling BERSALAH??
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

MUHAMMAD ternyata DIPANGKU oleh KHADIJAH,bukannya muhamamd yang memangku,tapi malah si sitrinya loh   :p
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

NABI menyuruh MUALAF untuk MENIMBULKAN FITNAH dan KEKACAUAN,berdasarkan hadits “PERANG adlah tipu daya
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=
SELINGAN

13 buku yang membenarkan fitnah ffi

[sorry md,saya sengaja merge disini,spy saya bisa membuat SEMUA LINK buku2 ini dalam satu link :]

Kategori :
SEJARAH NABI SAW :
KITAB tertua mengenai S|EJARAH NABI MUHAMMAD.menjadi rujukan bagi semua ahli biografi muslim.
SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM/IBNU ISHAQ ( EDISI INDONESIA )
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

Sex dgn bidadari :
1.PERSETUBUHAN DGN BIDADARI ( Dari buku islam yg ada di INDO )
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

2. DADA MONTOK (Dari buku islam yang ada di INDONESIA)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

3. Indahnya BIDADARI Surga (Dari Buku islam di INDONESIA)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

Sex dgn anak2
1 . AISYAH umur 6 dan 7 TAHUN (Dari buku islam yang ada di INDONESIA)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

HUKUMAN MATI BAGI PENCACI MAKI NABI
inilah alasan muslim menjadi bringas sewaktu terjadinya KASUS KARTUN muhamamd
HUKUMAN MATI BAGI PENCACI MAKI NABI(Dari buku islam di indo)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

Jihad
1. JIHAD APA yang terbesar? jihad fi sabililah atau jihad MELAWAN HAWA NAFSU?(BUKU indonesia)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

POLIGAMI HALAL atau HARAM?
ISLAM MENGGUGAT POLIGAMI (BUKU INDONESIA) THE ONE N ONLY!!
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

MITOS :

1. RUNTUHNYA MITOS Kebutahurufan Nabi Muhamad (EDISI INDONESIA)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=
you guys are awesome!!!

Jadi lebih cocoknya,
momet itu adalah utusan iblis (bisa dajjal atau lusifer),
untuk mengacau di bumi ini …..

tapi bungkusan agama sucinya,
top markotop banget ya …..
Harus hati-hati dalam membaca sirat,karena sirat tidak diverifikasi,dan dibuat dlm masa pemerintahan syiah,yg penuh dengan tekanan kepentingan politik dari penguasa,kaum syiah sangat memuja sahabat Ali bahkan kl perlu menjelek2kan sahabat nabi yg lain,hingga nabi sendiri pun bs mereka fitnah. itulah kaum syiah. Sirat derajatnya jauh lbh rendah dr ijma maupun hadist. tanpa verifikasi,semua orang bs menuturkan dan menulis dlm sirat. dibuatnya pun ratusan thn stl nabi wafat,jd boanyak sekali distorsinya.
kalau gitu mana ya benar?

JCfollower wrote:kalau gitu mana ya benar?

Wah, kayaknya kasusnya sama dengan tuduhan muslim terhadap kitab agama yahudi dan nasrani.
Nuduh doang, tp ga bisa ngasih yg asli
yang benar ya baca Quran dan hadist sahih yg tak bertentangan dengan quran dan sudah diverifikasi tak bertentangan pula dg hadist sahih lainnya.

doramma wrote:yang benar ya baca Quran dan hadist sahih yg tak bertentangan dengan quran dan sudah diverifikasi tak bertentangan pula dg hadist sahih lainnya.

Quran & Hadist yg mn??
@Dorama

Kalau sirah itu tidak betul, kenapa tidak dilarang beredar ?

Read More

Posted on Juli 8, 2011, in Biografi Muhammad, buku islam, Hukum islam, Muhammad, Sirah and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada SIRAH NABAWIYAH Ibn Ishaq/Hisyam (sejarah tertua Muhamad).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: