[hadith] Mengeluarkan mani halal (istimta’ atau onani)


with thanks to noor-al-maseeh
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … sc&start=0

Fatwa dari Arab Saudi, atas nama (Shaykh Mahmood Khaleel Harraas) dengan judul bukunya (Fataawa Shaykh Mahmood Khaleel Harraas – Page 282-283)

isinya:

Question: Kami mendengar banyak ttg orang yg masturbasi, apa ada hadis ttg terkutuknya orang yg masturbasi dan orang yg bersenggama dgn budak wanita, bgmpun situasinya ? Semoga Allah memberikan kami kebijakan.

Response: Saya tidak ingat hadis yg mengutuk orang yg masturbasi namun saya pernah baca bahwa seorang remaja bertanya kpd Ibn ‘Abbaas (radhi-yAllaahu ‘anhumaa) ttg hal tsb. So Ibn ‘Abbaas mengatakan: Oh! Oh! Bersenggama dgn budak wanita lebih baik dari itu, dan itu lebih baik dari melakukan zinah :shock: :shock:
[Transmitted by al-Bayhaqee and Ibn Hazam in al-Muhallaa].

Dan saya juga membaca beberapa buku Hanaabilah ttg ijin masturbasi bagi mereka yg takut berzinah. Namun, derajad masturbasi sama dgn memakan mayat matidead carcass (yi. jika tidak ada makanan lain dan kau takut kau akan takut mati jika kaut tidak memakannya), shg tidak diijinkan baginya utk melakukannya kecuali utk menghilangkan birahi. Dan Allah maha tahu.

Ditambah lagi dri source hadis:

Ada seorang pemuda mengaku kepada Ibnu Abbas, “Wahai Ibnu Abbas, saya seorang pemuda dan melihat wanita cantik. Aku mengurut-urut kemaluanku hingga keluar mani”. Ibnu Abbas berkata, “Itu lebih baik dari zina, tetapi menikahi budak lebih baik dari itu (onani).” [Hr Buchari]

Bahwa mani adalah barang kelebihan. Oleh karena itu boleh dikeluarkan (istimta’), seperti memotong daging lebih. (Musnad Ahmad bin Hanbal)
jangan memelesetkan kata kata hadist,…

Read More


Posted on Juli 13, 2011, in Hadis and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada [hadith] Mengeluarkan mani halal (istimta’ atau onani).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: