Tafsir Thabari Q An-Nisaa’ 24: Perkosaan & Mut’ah


Qur’an, Sura An-Nisaa’, ayat 24 mengandung 3 pokok bahasan:

i. Ijin memperkosa tawanan wanita kafir yang telah menikah, saat suami kafirnya masih hidup;
ii. Ijin menikahi wanita merdeka dan budak melalui pembayaran mahar;
iii. Ijin menikah mut’ah.

Qur’an, Sura An-Nisaa’, ayat 24
(i) dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu.
(ii) Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina.
(iii) Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dalam tafsir Qur’an-nya, Thabari menerangkan ketiga pokok bahasan dalam Q 4:24 dalam 20 lembar halaman. Dalam kesempatan ini, saya hanya akan mengutip bahasan nomer i dan ii saja, karena kedua pokok ini merupakan pokok perdebatan yang paling kontroversial di FFI. Banyak Muslim FFI yang menyangkal bahwa Muhammad memang menganjurkan Muslim untuk memperkosa tawanan2 wanita, bahkan yang bersuami sekalipun. Sebagian Muslim FFI bahkan berkata bahwa tawanan wanita harus dinikahi terlebih dahulu sebelum boleh “dinikmati” oleh Muslim. Tafsir Thabari yang panjang lebar menjelaskan bahwa semua anggapan ini salah. Muhammad memang menghalalkan pemerkosaan tawanan2 wanita di hadapan suami2 kafir mereka.

Garis bawah merah, kotak merah, dan tulisan2 berwarna merah adalah tambahan dari saya sendiri.

Image

Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image

Ingat pula bahwa para prajurit Muslim tidak pernah meminta ijin terlebih dahulu untuk bisa ngesex dengan para tawanan wanita kafir. Mereka dengan sesuka hati menyetubuhi para wanita yang telah bersuami tersebut. Hubungan sex tanpa persetujuan dari kedua belah pihak / pasangan merupakan PERKOSAAN!!

Andaikata sekali pun prajurit Muslim itu “menikahi” para wanita kafir tersebut sebelum disetubuhi, maka hal ini pun tidak menutupi tindakan perkosaan yang terjadi, sebab wanita kafir tersebut tidak diminta persetujuannya terlebih dahulu apakah dia bersedia dinikahi. Tawanan wanita dianggap sebagai budak, dan budak adalah barang milik Muslim yang tak punya hak menetapkan sendiri nasibnya. Bayangkan jika para prajurit kafir Amerika memperlakukan para wanita Muslim di Afghanistan dan Iraq seperti perlakuan prajurit Muslim terhadap para tawanan wanita kafir Authas.
Nikah Mut’ah dalam Qur’an, menurut Islam Sunni

Para Muslim FFI juga sangat menolak anggapan bahwa Islam Sunni menghalalkan nikah mut’ah. Thabari adalah ahli Islam Sunni, dan dia tidak membantah bahwa Q 4:24 memang adalah penghalalan terhadap nikah mut’ah bagi umat Muslim.

Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Read More



Akses ke Forum tanpa download proxy langsung aja klik di sini.

Posted on Agustus 29, 2011, in buku islam, Hukum islam, muhammad & sex, Poligami, Quran, Thabari and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Tafsir Thabari Q An-Nisaa’ 24: Perkosaan & Mut’ah.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: