Allah menyesatkan manusia

Ar Ra’d 13:
[27] Orang-orang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada Nya”,

[28] (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.

AL BAQARAH 2:
[15] Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

[17] Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.

[18] Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).

[26] Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,

Al Maaidah 5:
41. Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: “Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini (yang sudah dirobah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah” Barang siapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

An Nissa’ 4 :
[7] Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

Asy Syams 91 :
[8] maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, 

Allah swt berdusta.Al Anfaal 8:
[43] (yaitu) ketika Allah menampakkan mereka kepadamu di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepada kamu (berjumlah) banyak tentu saja kamu menjadi gentar dan tentu saja kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, akan tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
[44] Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu sekalian, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan matamu dan kamu ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mata mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.

Al Anfaal 8 : 43 dan 44 berbicara tentang perang Badar. Al Qur’an mencatat perang Badar dimana Aulloh SWT melakukan “dusta” lewat mimpi nabi Muhammad SAW demi hendak menaikkan moral perang diantara pejuang Muslim. Lewat mimpi, Aulloh SWT memperlihatkan kepada nabi Muhammad SAW bahwa musuh yang akan dihadapi hanyalah sejumlah kecil, padahal sebenarnya Aulloh SWT berdusta. Namun itu perlu agar tidak menciutkan nyali para pejuang.
Tidak adakah jalan lain selain berdusta, untuk memberikan kemenangan kepada pasukan muslim ?

[Q 8:30] Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

Khairul Makerin : The Best Deceiver. 2007/09/04. By Ali Sina. There is a verse in the Quran that says “they deceived and Allah deceived and Allah is the best deceiver. …

Perhatikan bahwa penerjemah Muslim Indonesia mengganti pernyataan ‘Allah is the best deceiver’ ( Allah = penipu paling ulung) kedalam ‘Allah = pembalas tipu daya,’ padahal aslinya (bhs Arab yg diterjemahkan dlm bhs Inggris) TIDAK menyebutkannya sbg ‘pembalas’, melainkan sbg /penipu paling ulung.’

http://islam-watch.org/AbulKasem/BismiAllah/11b.htm

Walau Allah dikatakan benci Setan, kadang2 Allah perlu bantuannya juga ! Allah dan Setan suka bagi tugas.

043.036
YUSUFALI:If anyone withdraws himself from remembrance of (Allah) Most Gracious, We appoint for him an evil one, to be an intimate companion to him.

[43.36] Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: