FATWA: SIAPA MENGHINA 4 INI HARUS DIBUNUH

FATWA: SIAPA MENGHINA 4 INI HARUS DIBUNUH

Fatwa ini dikeluarkan oleh Dewan Fatwa Islam Yerusalem, yang dipimpin oleh Shaykh Khalid Ghanayim.
http://www.fatawah.com/Fatawah/349.aspx
Shaykh Khalid Ghanayim menegaskan, fatwa ini bukan hanya pendapat pribadinya, tetapi juga pendapat Al-Qur’an, sunnah, dan konsensus ulama Islam dan didukung oleh referensi dari berbagai sumber.

Tanya: Apa hukumnya bagi seseorang yang menghina Allah, Nabi (saw), Al-Qur’an, dan Islam?

Date: 29 Nov 2009
Fatwa No: 349

Segala puji bagi Allah, bla..bla..bla..

Barangsiapa menghina salah satu dari empat hal tersebut, baik sengaja ataupun tidak, dia telah menjadi kafir dan wajib dibunuh. Ini tertulis dalam Buku (Qur’an), dan sunnah, dan semua ulama sependapat tentang itu.

  1. Quran.
    وَإِننَّكَثُواْأَيْمَانَهُممِّن بَعْدِعَهْدِهِمْوَطَعَنُواْفِيدِينِكُمْ فَقَاتِلُواْأَئِمَّةَالْكُفْرِإِنَّهُمْلاَأَيْمَانَلَهُمْلَعَلَّهُمْيَنتَهُونَ
    QS. 9:12
    Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti.
  2. Sunnah
    Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4348
    ”Disampaikan oleh Abdullah Ibn Abbas:
    Seorang pria buta punya seorang budak wanita yang sedang mengandung (bayi pria buta itu sendiri) dan budak ini suka mengolok-olok dan menghina sang Nabi. Ia melarang budak ini tapi budaknya tidak mau berhenti. Ia memarahinya, tapi budak itu tetap tidak meninggalkan tabiatnya. Suatu malam, budak itu mulai mencemooh sang Nabi dan menghinanya. Lalu pria itu mengambil sebuah pisau, menempelkannya di perut budak itu, lalu menusuknya, dan membunuhnya. Janinnya ke luar diantara kakinya berlumuran darah. Pagi harinya, sang Nabi diberitahu tentang hal ini. Dia mengumpulkan orang2nya dan berkata: Aku meminta dengan sangat demi Allah orang yang melakukan hal ini untuk berdiri mengaku. Pria buta itu lalu melompat dan dengan gemetar berdiri.

    Dia duduk di sebelah sang Nabi dan berkata: Rasul Allah! Akulah majikan budak itu; ia seringkali menghina dan mengolok-olokmu. Aku melarangnya, tapi dia tidak berhenti, aku memarahinya, tapi dia tidak meninggalkan tabiatnya. Aku punya dua anak laki seperti mutiara dari budak perempuan ini, dan ia adalah kesayanganku. Kemaren malam, dia mulai lagi menghina dan mengolok-olok engkau. Lalu kuambil sebuah pisau, menempelkannya di perutnya, dan menusukkannya sampai aku membunuhnya.

    Sang Nabi berkata: Oh jadilah saksi ini, tidak ada pembalasan yang perlu dibayar bagi darahnya”.

  3. Konsensus/Mufakat Ulama
    Imam Ishaq bin Rahuwiya, seorang imam terkemuka, berkata, “Muslim sepakat (dalam perjanjian) bahwa siapapun yang menghina Allah, atau penghinaan Rasul Allah (saw), atau menyerang apapun yang telah Allah SWT turunkan, atau membunuh nabi Allah SWT, dia itu seorang kafir, dan ini didasarkan pada segala sesuatu yang diturunkan Allah (quran)”.

    Muhammad bin Sahnun berkata: “Para ulama sepakat bahwa siapapun yang menghina dan meremehkan Nabi (saw) adalah orang kafir. Dia harus menghadapi ancaman hukuman Allah. Hukum yang berlaku di komunitas muslim adalah ‘EKSEKUSI’. Barangsiapa yang meragukan kekafiran dan hukuman atas orang itu, dia sendiri adalah Kafir.”

    Al-Khattabi (semoga Allah mengasihaninya) berkata: “Saya tidak tahu Muslim mana yang berbeda pendapat tentang kewajiban untuk membunuh orang itu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: