Category Archives: Biografi Muhammad

Q 2:223 Pilih DUBUR atau VAGINA?

Tafsir Thabari berikut membahas perbedaan pendapat diantara para Muslim tentang makna Q 2:223. Sebagian berpendapat Muslim diperbolehkan ngesex dengan istri dan/atau budak sex lewat dubut, dan sebagian lagi tidak berpendapat begitu. Yang gw garis bawahi merah adalah pendapat yang memperbolehkan ngebor lewat dubur alias sodomi.

Image
Image
Read the rest of this entry

[Hadis] Hajar BUAH DADA ISTRI DAN PUTRI SENDIRI!!

Abu Bakr Menghajar TOK3T (BUAH DADA) AISYAH (putrinya):
Hadis Sahih Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 132:
http://www.usc.edu/schools/college/crcc … l#004.2127
Narrated Aisha: A necklace of mine was lost at Al-Baida’ and we were on our way to Medina. The Prophet made his camel kneel down and dismounted and laid his head on my lap and slept. Abu Bakr came to me and hit me violently on the chest and said, “You have detained the people because of a necklace.”

artinya:
Dikisahkan oleh Aisyah: Kalungku hilang di Al-Baida’ dan kami sedang dalam perjalanan ke Medina. Nabi menyuruh untanya berlutut dan turn dari unta dan meletakkan kepalanya di pangkuanku dan tidur. Abu Bakr datang padaku dan memukul tok3tku dengan keras sambil berkata, “Kau memperlambat orang gara2 sebuah kalung.”

Muhammad Menghajar TOK3T (BUAH DADA) AISYAH (istrinya):
Hadis Sahih Muslim, Book 004, Number 2127:
http://www.usc.edu/schools/college/crcc … l#004.2127
He said: Was it the darkness (of your shadow) that I saw in front of me? I said: Yes. He struck me on the chest which caused me pain, and then said: Did you think that Allah and His Apostle would deal unjustly with you?

artinya:
Dia (Nabi) berkata: Apakah kamu yang berada di depanku dalam kegelapan? Aku (Aisyah) menjawab: Iya. Dia (Nabi) lalu memukul TOKETku sampai AKU KESAKITAN, dan dia berkata: Apakah kau kira Allah dan RasulNya akan menipu kamu?

Abu Bakr (LAGI-LAGI) Memukul / MENAMPAR Aisyah (putrinya):
http://www.usc.edu/schools/college/crcc … 01.007.330
Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 7, Number 330:
So he admonished me and said what Allah wished him to say and hit me on my flank with his hand. Nothing prevented me from moving (because of pain) but the position of Allah’s Apostle on my thigh.

artinya:
Maka dia (Abu Bakr) memanggilku dan berkata apa yang Allah harap dia katakan dan dia menamparku dengan bagian luar tangannya. Tiada yang mencegahku untuk bergerak (karena rasa sakit) kecuali posisi Rasul Allah di pangkuanku.

Begitulah contoh dari Rasul Allah bagaimana memperlakukan istrinya yang dianggapnya tidak nurut. Begitulah contoh dari Abu Bakr bagaimana memperlakukan putrinya yang dianggapnya bikin susyah. Helen mendengar keterangan tepat dari para imam/ustadz/guru Islam tentang sunnah Nabi dan bagaimana memperlakukan anggota keluarga perempuan secara Islamiah.
BAGAIMANA SIKAP SUAMI JIKA ISTRI MINTA DUIT UNTUK BELANJA?
HAJAR LEHERNYA!!!! NABI SETUJU TUUH!

Image
Image
Read More



Akses ke Forum tanpa download proxy langsung aja klik di sini.

SEJARAH Quran: 7 VERSI QURAN ?

http://answering-islam.org.uk/Authors/F … orthy2.htm

Apa proses yang dilalui Quran sebelum menjadi buku wahyu Allah ?

Aku diajar beberapa cerita bagaimana Qur’an dibentuk. Dua keterangan yang paling terkenal adalah :

Muhammad menyusun Qur’an menjadi sebuah buku sebelum dia mati dan Kalifa lainnya, Abu Bakr, menyusunnya dari orang2 yang telah menulis ayat2 Qur’an dan menghafalnya.

Meskipun begitu, aku diajari bahwa Qur’an yang sekarang ini persis sama dengan yang diberikan pada Muhammad dulu oleh malaikat Jibril. Setelah itu aku mulai mempelajari sumber2 Islam yang bisa dipercaya – terutama Hadis yang Sahih (terpercaya) yang disusun oleh Bukhari untuk mengerti sejarah Islam.

Sewaktu aku mempelajari sejarah penyusunan teks Qur’an, aku sangat kaget ketika mengetahui bahwa Qur’an yang kita miliki hari ini ternyata melalui beberapa tahapan evolusi sebelum jadi yang standard seperti yang saat ini ada. Misalnya, aku menemukan ada tujuh cara yang berbeda untuk melafalkan Qur’an. Seorang dapat melafalkan dan mengingat Qur’an secara berbeda dan itu tetap diterima sebagai wahyu Allah. Kutipan dari Hadis Sahih Bukhari:

Volume 3, Buku 41, Nomer 601:
Dikisahkan oleh ‘Umar bin Al-Khattab:
Aku dengar Hisham bin Hakim bin Hizam melafalkan Surat-al-Furqan dengan cara yang berbeda dengan caraku. Rasul Allah telah mengajarkan padaku (dengan cara yang berbeda). Lalu, aku hampir saja ingin bertengkar dengan dia (pada saat sembahyang) tapi aku tunggu sampai dia selesai, lalu aku ikat bajunya di sekeliling lehernya dan kuseret dan kubawanya menghadap Rasul Allah dan berkata, “Aku telah mendengar dia melafalkan Surat-al-Furqan dengan cara yang berbeda dengan yang kau ajarkan padaku.”

Sang Rasul menyuruhku melepaskan dia dan meminta Hisham melafalkannya. Ketika dia melakukan itu, Rasul Allah berkata, “Itu (Surat-al-Furqan ) dilafalkan begitu.” Sang Rasul lalu meminta aku melafalkannya. Ketika aku melakukannya, dia berkata, “Itu dilafalkan begitu. Qur’an telah dinyatakan dalam tujuh cara yang berbeda, jadi lafalkan dengan cara yang mudah bagimu.”

Karena itu dari sejak awal Qur’an, kutemukan bukan saja SATU melainkan TUJUH cara, untuk menghafalkan Qur’an. Ini berarti orang Muslim dapat menghafal Qur’an dalam tujuh cara yang berbeda, dan bukan hanya satu. Ini menimbulkan suatu masalah yang tadinya tidak terpikirkan bagiku. Jika Muhammad telah mengijinkan tujuh cara untuk melafalkan Qur’an, maka tentunya ada [b]TUJUH VERSI QURAN.

Aku tidak pernah diajari bahwa ada tujuh buah Qur’an, aku hanya diberitahu satu Qur’an saja. Apakah memang betul ada tujuh buah dan semuanya itu asli?

Ketika aku terus melanjutkan penelaahanku, kutemukan Hadis Sahih lain yang memperkuat dan memperluas paham bahwa Qur’an mungkin dikisahkan dalam tujuh cara yang berbeda. Contohnya Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomer 442; V6, B61, N513; V6, B61, N514; V9, B3, N640.

Sewaktu aku mempelajarinya lebih lanjut, Hadis Sahih menegaskan bahwa Muhammad tidak menyusun tulisan Qur’an jadi satu koleksi, tapi ini untuk pertamakali dilakukan di bawah kekuasaan Khalifa Abu Bakr. Ternyata pada saat itulah qurra, yakni orang2 yang menghafalkan Qur’an, terbunuh di Perang Yamama. Khalifa Abu Bakr memerintahkan untuk dibuat kumpulan ayat2 Qur’an, dan ini juga atas desakan Umar (Khalifa yang kedua). Kumpulan ayat ini disimpan oleh Khalifa Abu Bakr, dan setelah dia mati, lalu disimpan oleh Khalifa Umar dan diserahkan pada anak perempuan Umar yang bernama Hafsa, yang juga adalah janda Muhammad. Ini diceritakan dengan jelas di Sahih Hadis of Bukhari:

Volume 6, Buku 61, Nomer 509:
Dikisahkan oleh Zaid bin Thabit:
Abu Bakr As-Siddiq memanggilku ketika orang2 Yamama telah dibunuh (sejumlah pengikut sang Nabi yang bertempur melawan Musailama). (Aku pergi kepadanya) dan menemukan ‘Umar bin Al-Khattab duduk dengannya. Abu Bakr lalu berkata (padaku), “Umar telah datang padaku dan berkata: “Banyak yang Qurra Qur’an (orang2 yang hafal Qur’an di luar kepala) yang tewas di Perang Yamama dan aku takut akan lebih banyak lagi Qurra yang akan tewas di medan perang lain, sehingga sebagian besar Qur’an bisa hilang. Karena itu aku menganjurkan kau (Abu Bakr) memerintah agar ayat2 Qur’an dikumpulkan.”

Aku berkata pada ‘Umar, “Bagaimana kau dapat berbuat sesuatu yang Rasul Allah saja tidak lakukan?” ‘Umar berkata, “Demi Allah, ini adalah usaha yang baik.” ‘Umar terus saja membujukku untuk menerima usulnya sampai Allah membuka hatiku dan aku mulai menyadari kebenaran usul ini.”

Lalu Abu Bakr berkata (padaku). ‘Kamu adalah anak muda yang bijaksana dan kami tidak curiga apapun padamu, dan kau biasa menulis Ilham Illahi bagi Rasul Allah. Maka kau harus mencari (ayat2 terpisah-pisah) Qur’an dan mengumpulkannya jadi satu buku.” Demi Allah, jika mereka memerintahkanku untuk memindahkan satu dari gunung2, ini tidak akan sesukar perintah mengumpulkan ayat2 Qur’an.

Lalu aku berkata pada Abu Bakr, “Bagaimana kau dapat berbuat sesuatu yang Rasul Allah saja tidak lakukan?” Abu Bakr menjawab, ““Demi Allah, ini adalah usaha yang baik.” Abu Bakr terus saja membujukku untuk menerima usulnya sampai Allah membuka hatiku seperti Dia telah membuka hati Abu Bakr dan ‘Umar.

Lalu aku mulai mencari ayat2 Qur’an dan mengumpulkannya dari (yang ditulis di) tangkai2 palem, batu2 putih tipis dan juga orang2 yang mengingatnya dalam hati, sampai aku menemukan ayat akhir dari Surat At-Tauba (Pertobatan) dari Abi Khuzaima Al-Ansari, dan aku tidak menemukan ayat ini pada orang lain.

Ayatnya berbunyi: ‘Sesungguhnya telah datang bagimu seorang Rasul (Muhammad) dari antara kalian sendiri. Dia sedih melihat engkau harus menerima kecelakaan atau kesusahan … (sampai akhir Surat-Baraa’ (At-Tauba) (9.128-129). Lalu naskah2 (salinan) lengkap Qur’an disimpan Abu Bakr sampai dia mati, lalu disimpan ‘Umar sampai akhir hidupnya, dan kemudian disimpan Hafsa, anak perempuan ‘Umar.

Sewaktu aku mempelajari Hadis Sahih di atas dan Hadis yang lain yang sama pesannya, aku mendapatkan hal2 yang penting.

Pertama, Umar khawatir jika Qur’an tidak ditulis, dan jika Qurra banyak yang mati, maka sebagian besar Qur’an akan hilang. Kedua, ini adalah tugas yang monumental (besar sekali) yang diberikan pada Zaid karena Muhammad sendiri tidak pernah melakukan hal ini, dan Zaid menjelaskan kekhawatirannya. Ketiga, perlu banyak usaha untuk mengumpulkan ayat2 Qur’an karena beberapa ayat hanya diingat oleh satu orang dan tidak ada orang lain yang menegaskan atau membenarkannya.

Ada beberapa Hadis Sahih lain yang juga mengatakan hal itu. Kejujuran Zaid membuatku waswas. Apakah betul ini adalah tugas yang sangat berat? Apakah memang dia orang yang tepat melaksanakan tugas itu? Aku mulai mencari dan menemukan bahwa Muhammad telah menganjurkan orang2 lain dan bukan Zaid untuk mengajar Qur’an. Dari Hadis Sahih:

Volume 6, Buku 61, Nomer 521:
Dikisahkan oleh Masriq:
‘Abdullah bin ‘Amr mengingatkan ‘Abdullah bin Masud dan berkata, “Aku akan mencintai orang itu selamanya, karena aku mendengar sang Nabi berkata, ‘Belajarlah Qur’an dari empat orang ini: ‘Abdullah bin Masud, Salim, Mu’adh dan Ubai bin Ka’b.’”

Aku sangat khawatir karena tidak seorang pun dari keempat orang yang direkomendasikan Muhammad untuk mengajar Qur’an diberi tugas untuk mengumpulkan atau menegaskan kebenarannya. Yang disuruh malah juru tulisnya Muhammad: Zaid bin Thabit. Dia juga khawatir bah
wa tugas ini terlalu berat. Tapi baik Khalifa Abu Bakr maupun Umar pada saat itu tidak minta satu pun dari keempat orang di atas untuk memeriksa hasil kerja Zaid. Aku lanjutkan penyelidikanku dengan rasa agak bingung karena proses penyusunan ini ternyata melibatkan lebih banyak hal yang tidak pernah kedengar sebelumnya. Sayangnya, aku mendapatkan bahwa sejarah penyusunan Qur’an tidak berhenti pada saat itu saja. Dengan makin bertambah dan menyebarnya masyarakat Muslim, jadi bertambah sukar pula untuk mempertahankan keutuhan isi Qur’an karena tidak ada satu patokan isi Qur’an yang sah, tapi setiap guru agama punya salinan mereka sendiri. Ini mengakibatkan banyaknya ketidaksetujuan diantara masyarakat Muslim, dan karena itu, Khalifa Uthman diminta untuk berbuat sesuatu untuk menanggulangi hal ini. Harap ingat bahwa pada saat itu, naskah Qur’an yang dikumpulkan Zaid tidak disebarkan ke mana2, dan masih disimpan oleh Hafsa. Juga perhatikan apa yang dilakukan Khalifa Uthman seperti yang diterangkan di Hadis Sahih Bukhari berikut.

Volume 6, Buku 61, Nomer 510:
Dikisahkan oleh Anas bin Malik:
Hudhaifa bin Al-Yaman datang pada Uthman pada saat orang2 Sham dan Iraq sedang mengadakan perang untuk menaklukkan Arminya dan Adharbijan. Hudhaifa takut akan perbedaan pelafalan Qur’an yang dilakukan mereka (orang2 Sham dan Iraq), lalu dia berkata pada ‘Uthman, “O ketua orang yang beriman! Selamatkan negara ini sebelum mereka bertentangan tentang Buku ini (Qur’an) seperti yang dilakukan orang Yahudi dan Kristen sebelumnya.” Lalu ‘Uthman mengirim pesan pada Hafsa yang isinya, “Kirim pada kami naskah2 Qur’an sehingga kami bisa mengumpulkan bahan2 Qur’an dalam salinan yang sempuran dan mengembalikan naskah2 itu padamu.” Hafsa lalu mengirimkannya pada ‘Uthman. ‘Uthman lalu memerintahkan Zaid bin Thabit, ‘Abdullah bin AzZubair, Said bin Al-As dan ‘AbdurRahman bin Harith bin Hisham untuk menulis ulang naskah2 itu menjadi salinan yang sempurna. ‘Uthman berkata pda tiga orang Quraish, “Andaikata kau tidak setuju dengan Zaid bin Thabit tentang isi apapun dalam Qur’an, maka tulislah Qur’an dalam dialek Quraish, agar Qur’an dinyatakan dalam bahasa asli mereka.” Mereka melakukan itu, dan ketika mereka telah menulis banyak salinan, ‘Uthman mengembalikan naskah2 yang asli pada Hafsa. ‘Uthman mengirim satu salinan Qur’an ke setiap propinsi Muslim, dan memerintahkan semua tulisan2 Qur’an lain, baik yang ditulis di beberapa naskah atau seluruh buku, dibakar. Said bin Thabit menambahkan, “Satu ayat dari Surat Ahzab hilang dariku ketika kita menyalin Qur’an dan aku biasa mendengar Rasul Allah menceritakannya. Maka kami mencarinya dan menemukannya pada Khuzaima bin Thabit Al-Ansari. (Ayat ini berbunyi): ‘Diantara orang2 yang Beriman ada orang2 yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah.’ (33.23).

Dari mempelajari kisah di atas dan juga Hadis Sahih lain yang pesannya serupa, aku perhatikan ada beberapa kumpulan Qur’an yang berbeda-beda yang tersebar saat itu. Ini adalah bagian kumpulan Qur’an yang dibuat oleh keempat guru2 Qur’an yang direkomendasikan Muhammad seperti yang ditulis di Hadis terdahulu, yakni salah satunya Ubai bin Ka’b. Lagi2 aku merasa terganggu dengan hal2 berikut. Pertama, ada banyak ketidaksetujuan diantara para Mauslim tentang apa yang seharusnya ada dalam Qur’an. Karena itu, Khalifa Uthman memerintahkan naskah2 Qur’an yang disimpan Hafsa untuk disalin dan disebarkan dan ditunjuk sebagai salinan Qur’an yang sah. Kedua, jika ada banyak ketidaksetujuan diantara ahli2 tulis yang menyalin Qur’an tentang bagaimana melafalkan suatu ayat, ‘Uthman menyuruh mereka menulisnya dalam dialek Quraish. Aku merasa kecewa ketika tahu Khalifa Uthman memerintahkan perubahan kata2 Qur’an ke dalam dialek Quraish. Apakah perubahan bagian dari tujuh versi Qur’an yang berbeda? Aku tidak menemukan penjelasan ini di Hadis Sahih. Yang terakhir, aku kaget sekali ketika Khalifa Uthman memerintahkan penghancuran Qur’an2 yang lain – tidak peduli apakah seluruhnya atau sebagian saja. Ini sangat mengganggu. Aku bertanya dalam hati: mengapa? Mestinya karena Qur’an2 lain yang beredar saat itu begitu berbeda dengan yang dimiliki Khalifa sehingga dia sampai2 mengeluarkan perintah yang begitu keras. Ingat saat Al-Yaman bertemu Uthman untuk memintanya menyelamatkan negara karena mereka berbeda pendapat tentang Qur’an. Sekarang Khalifa Uthman memerintahkan disebarkannya salinan yang dimiliki Hafsa, padahal versi ini belum pula disahkan oleh guru2 Qur’an terbaik untuk jadi patokan Qur’an yang sah.

Sewaktu aku menyelidiki apa kemungkinan perbedaannya yang ada, aku menemukan contoh kata Bismillah yang hilang pada awal Surah 9, ayat perajaman yang hilang yang berhubungan dengan perzinahan, dan lalu ayat ini dihapus, ditarik kembali, dibatalkan atau dilupakan. Aku telah membicarakan hal ini dalam penelitianku tentang ayat2 yang dibatalkan. Aku menjumpai bahwa meskipun perintah penghancuran diberikan, beberapa bagian dari versi Qur’an lain ternyata selamat, mungkin karena orang2 Muslim hafal akan variasi lain dari Qur’an. Contohnya, dari terjemahan Qur’an oleh Abdullah Yusuf Ali dan dari catatan kaki kutemukan Qiraat (bacaan Qur’an) lain, dari Ka’b yang direkomendasikan Muhammad sebagai satu dari empat guru terbaik untuk mengajar Qur’an. Dia menulis ada kata2 tambahan bagi Surah 33:6. Aku dulu diajari bahwa tidak ada satu titik pun yang diubah, dan inilah seluruh kalimat yang hilang yang ditandai dengan ** di bawah di catatan kaki 3674 dari Abdullah Yusuf Ali.

Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri, ** dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmim dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah) . Surah 33:6

** Catatan kaki 3674 : … Di beberapa Qiraats, seperti yang dimiliki Ubai ibn Ka’b, muncul pula kata2 ini “dan dia adalah ayah bagi mereka”, yang mengartikan bahwa hubungan spiritualnya dan hubungannya denga kata2 “dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka”. …

Ini bukan berita baik bagiku. Tidak ada guru Muslim yang bahkan mengisyaratkan kenyataan bahwa naskah akhir Qur’an yang diperintahkan oleh Khalifa Uthman untuk disebarkan sebenarnya punya sejarah yang penuh perubahan, pertentangan dan penghancuran.

Dengan menyesal aku mengambil kesimpulan pengertian mengenai penyusunan Qur’an bahwa:

Muhammad tidak pernah mengumpulkan bahan2 Qur’an menjadi satu naskah Qur’an tunggal. Dia merekomendasikan empat guru untuk mengajar bahan2 Qur’an. Dia juga menegaskan bahwa Qur’an dapat dilafalkan dalam tujuh cara.

Khalifa Abu Bakr memerintahkan Zaid bin Thabit, salah satu juru tulis, dan bukan empat guru yang direkomendasikan Muhammad, untuk menyusun bahan2 Qur’an jadi satu naskah tunggal, ketika para qurra mulai berguguran di medan perang.

Dalam beberapa tahun, versi Qur’an yang berbeda-beda muncul dan menyebabkan banyak masalah diantara masyarakat Muslim. Khalifa Uthman memerintahkan penyebaran salinan dari versi Qur’an yang dibuat oleh Zaid bin Thabit yang disimpan oleh anak Khalifa Umar, yakni Hafsa. Dia lalu memerintahkan penghancuran Qur’an2 yang telah disusun orang lain.

Sebagian Muslim tentunya tidak suka dengan kesimpulan ini karena mereka percaya bukan ini yang terjadi. Akan tetapi, tulisan sah yang diakui dalam sejarah Islam adalah dari Hadis Sahih, Sirat (riwayat hidup Muhammad) dan dari Tafsir Qur’an. Tidak ada sumber sejarah Islam lain yang bisa menjelaskan dengan sah tentang masalah ini. Dari semua sumber yang lain, kesaksian yang ada juga mirip seper
ti yang telah aku jabarkan dengan menggunakan Hadis Sahih Bukhari sebagai sumber keterangan yang utama. Qur’an yang kita miliki sekarang jauh dari kumpulan Qur’an yang sempurna dan berwenang seperti yang dulu diajarkan padaku bahwa kita punya Qur’an asli dari Muhammad.

Read More



Akses ke Forum tanpa download proxy langsung aja klik di sini.

Muhammad dan Sex

Muhammad mencium kelamin bocah


Q 33:50 Hak NGESEX bagi Nabi Muhammad


[hadith] Mengeluarkan mani halal (istimta’ atau onani)


[Hadis] Kemiripan Anak Dgn Ortu, Siapa Yg Ejakulasi Duluan

Selanjutnya mampir ke SINI


Sumber: infomuslim.tk

[Q & H] ALLAH/Muhamad cinta UANG JIZYAH/JARAHAN

Kata Feodor Fathon : Muhamad tidak memiliki apa-apa. Betulkah ? Mari kita selidiki !

MUHAMAD/ALLAH CINTA UANG, Contoh2 menurut HADIS BUKHARI & TABARI & ISHAQ

Bagian Bukhari, cek sendiri di
http://www.darulislam.info/Hadith_Bukhari.html

Kalau cek Tabari, harus beli bukunya. Cuplikan2 ini didapatkan dari Prophet of Doom. Di internet belum saya temukan.

————————————-

Tabari VI:82, Ishaq:113
‘Saya tanya Abbas, ‘Apa agama ini?’ Jawabnya, ‘Ini Muhamad bin Abdallah, yg menyatakan bahwa Allah mengirimnya sbg rasulNya dgn agamaNya dan bahwa kekayaan Chusroes* dan Caesar akan diberikan kpdnya lewat cara kemenangan perang (conquest).’

Bukhari V4B52N220
Diriwayahkan Abu Huraira:
Rasulullah berkata, “… dan saya diberi kemenangan lewat teror (yg ditanamkan dlm hati musuh) … Abu Huraira menambahkan: Rasulullah telah meninggalkan dunia dan kini kau, wahai rakyat, keluarkan kekayaan2 tsb (yi. yg tidak dinikmati nabi. )(O YA ?? baca hadis berikut !)

Bukhari V5B59N512
Nabi menyuruh agar para lelaki dibunuh dan anak2 serta wanita mereka dijadikan tahanan. Para tahanan dibagi2 diantara para muslim. Lalu Rasul mulai mengambil rumah2 dan harta benda mereka yg paling dekat dgnnya.

Bukhari V4B52N267
‘Nabi mengatakan, “Khosrau* akan dihancurkan, dan tidak akan ada Khosrau setelah dirimya, dan Caesar sudah pasti akan hancur dan tidak akan adan Caesar setelah dirinya, dan kau akan menghabiskan kekayaan mereka dlm jalan Allah (baca: jalan Muhamad !).”’

(Q108:1
“Kepadamu telah Kami berikan Kausar*, air mancur kekayaan.”)

Bukhari VB56N793
‘Nabi mengatakan, “jika kau hidup cukup lama, maka harta benda Khosrau* akan dibuka dan diambil sbg barang jarahan. Kau akan mengangkat beberapa genggam emas dan perak.”’

Bukhari V4B56N795
“Saya diberikan kunci bagi kekayaan dunia oleh Allah.”

Tabari VI:95
“Abu Talib mengatakan kpd Muhamad, ‘Keponakanku, mengapa sukumu mengeluh tentang dirimu dan mengatakan bahwa kau menghina dewa2 mereka dan … ? Rasulullah mengatakan ‘Paman, saya ingin mereka mengucapkan satu pernyataan. Jika mereka mengatakannya, orang Arab akan menundukkan diri pada mereka dan non-arab akan membayar pajak jizyah.

Tabari VIII:122/Ishaq:515
Abu Huqayq memegang kekayaan Bani Nadir. Ia dibawa ke Rasullullah utk diinterogasi. Namun Huqayq menolak memberi tahu dimana kekayaan tsb. Lalu nabi bertanya kpd Yahudi2 lain. Ada yg mengatakan,
‘Saya melihat Kinanah berjalan diseputar sebuah puing2.’ Muhamad memanggil Kinanah dan mengatakan, ‘Tahukah kau bahwa jika kami menemukannya, saya akan membunuhmu ?’ ‘Ya, jawab Kinanah. Nabi memerintahkan agar puing2 itu digali. Beberapa kekayaan ditemukan. Lalu Muhamad bertanya kpd Kinana dimana sisanya. Ia menolak menyerahkannya ; shg Rasulullah memberikan perintah kpd Zubayr dan mengatakan, ‘SIKSA DIA SAMPAI KAU MENCABUT SEGALA APA YG DIMILIKINYA. Shg Zubayr menyalakan api didada Kinanah, dan mengaduk2nya dgn kayu apinya sampai Kinanah hampir mati. Lalu Rasulullah memberikannya kpd Maslamah, yg memenggalinya (Kinana).

Ishaq:515
Ketika rakyat Fadak mendengar apa yg terjadi, mereka mengirimkan berita kpd nabi, memintanya agar membiarkan mereka dan membiarkan mereka hidup, dgn mengatakan, mereka juga akan meninggalkannya harta benda mereka. Jadi Khaybar menjadi incaran Muslim, sementara Fadak secara eksklusif merupakan milik Rasulullah, menjadi kekayaan pribadinya.

BukhariV4B53N374(1/5th of the Booty to the Cause of Allah)
Diriwayahkan Anas:
Nabi mengatakan, “Saya memberi kpd rakyat Quraish agar mereka memeluk Islam, karena mereka mengakhiri hidup mereka dlm jahiliyah (yi mereka baru menjadi mualaf) dan Islam belum kuat dihati mereka.”

Bukhari V4B53N375
Narrated Anas bin Malik:
Ketika Allah memanjakan rasulnya dgn harta benda suku Hawazin sbg Fai (barang jarahan), ia memulai memberikan sejumlah lelaki Quarries bahkan sampai 100 onta per orang, shg beberapa lelaki Ansar mengatakan ttg rasulullah, “Semoga Allah mengampuni rasulNya ! Ia memberikan (lelaki) Quraish dan meninggalkan kami, padahal pedang2 kami masih menetes dgn darah (milik kafir).”

Ketka rasulullah diberitahu ttg apa yg mereka katakan, ia memanggil kaum Ansar dan … mengatakan, “Apa yg kalian katakan … dsb. [Kaum Ansar mengulangi apa yg mereka katakan diatas] …”

Rasulullah menjawab, saya memberi kpd orang2 itu karena mereka masih dekat kpd masa kekafiran mereka (yi. mereka baru saja memeluk Islam dan kepercayaan mereka masih lemah). Apakah kalian tidak akan senang melihat orang mendapatkan harta benda itu, sementara kalian kembali ke rumah2 kalian bersama dgn rasulullah ? Demi Allah, apa yg kalian bawa pulang lebih baik dari apa yg mereka bawa pulan.” Kaum Ansar menjawab, “Iya rasulullah, kami puas’.

Then the Prophet said to them.” You will find after me, others being preferred to you. Then be patient till you meet Allah and meet His Apostle at Al-Kauthar (i.e. a fount in Paradise).” (Anas added:) But we did not remain patient.

Bukhari V4B53N377
Diriwayahkan Anas bin Malik:
Saat saya sedang berjalan dgn nabi yg sedang mengenakan jubah bagian luar milik Najrani [NASRANI ?]dgn jahitan tebal, seorang beduin datang pd nabi dan menarik jubahnya begitu kuat sampai saya bisa melihat bekas jahitan pada bahunya dan beduin itu mengatakan, “Perintahkan utk saya sesuatu dari kekayaan Allah yg kau miliki.” Sang nabi berbalik padanya dan tersenyum dan memerintahkan agar sebuah hadiah diberikan kpdnya.[/b]

Bukhari V5B59N546 (Expedisi Militer pimpinan nabi)
Diriwayahkan ‘Aisha:
Fatima, puteri nabi, mengirimkan seseorang kpd Abu Bakr (ketka di masih), memintahnya akan warisan yg ditinggalkan rasulullah dari harta yg diberikan Allah dari FAI[ BARANG JARAHAN yg didapat tanpa perang] di Medinah, dan Fadak, dan apa yg tersisa dari Khumus dari barang jarahan Khaibar. Abu Bakr mengatakan, “Rasulullah mengatakan, “Harta benda kami tidak diwariskan. Apapun yg kami tinggalkan adalah sedekah namun keluarga nabi dapat makan dari kekayaan ini.

Bukhari V9B84N59 (Dealing with Apostates)
Narrated Abu Huraira:
Ketika nabi wafat dan Abu Bakr menjadi penerusnya dan beberapa orang Arab kembali menjadi kafir, ‘Umar mengatakan, “Ya Abu Bakr! Bgm kau bisa memerangi orang2 ini walau rasulullah mengatakan, ‘Saya telah diperintahkan utk memerangi orang sampai mereka mengatakan : La Illaha illalah ?”…

Abu Bakr mengatakan, “Demi Allah! Saya akan memerangi siapapun yg membedakan antara solat dan zakat dan zakat adalah HAK yg dapat diambil dari harta benda (sesuai perintah Allah). Demi Allah! Jika mereka menolak membayar saya se-cuilpun yg biasanya mereka bayar kpd rasulullah, saya akan memerangi mereka karena lalai
membayarnya.”

Bukhari V5B57N119 (Sahabat rasul)
Diriwayahkan ayah Hisham:
Rakyat sering mengirimkan hadiah kpd nabi pd hari giliran ‘Aisha (utk sex dgn nabi). ‘Aisha mengatakan, “Sahabat2ku (yi istri2 nabi lainnya) berkumpul di rumah Um Salama dan mengatakan, “Ya Um Salama! Demi Allah, rakyat memilih utk mengirim hadiah pada hari giliran ‘Aisha dan, pst Aisha, kamipun mencintai barang2 itu. Kalian harus mengatakan kpd rasulullah utk mengatakan kpd rakyat agar mengirimkan hadiah kpdnya dimanapun ia berada atau kapanpun gilirannya.”

Bukhari V9B87N127 (Interpretation of Dreams)
Diriwayahkan Abu Huraira:
Nabi mengatakan, “Saya diberikan kunci bagi kepandaian berpidato dan kemenangan dgn kekaguman (yg ditanamkan kedlm hati musuh2) dan saat saya tidur kemarin, kunci harta benda dunia diberikan kpd saya
dan diletakkan pada tangan saya
.” Abu Huraira menambahkan:
rasulullah meninggalkan (dunia ini) dan kini kalian membawa harta benda itu dari tempat yg satu ke tempat yg lain.

Bukhari V5B59N702 (Expedisi Militer pimpinan nabi)
Diriwayahkan Abdullah bin Kab bin Malik:
… Saya belum pernah sekuat atau sekaya ketika saya berada dibelakang nabi di Ghazwa itu.

QURAN:

[8.1] Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman”.

[59.6] Dan apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kuda pun dan (tidak pula) seekor unta pun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada Rasul-Nya terhadap siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

[59.7] Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.

Q9:29
9. 29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah [638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. [638] Jizyah ialah pajak per kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari orang-orang yang bukan Islam, sebagai imbangan bagi keamanan diri mereka

—————————–
Jadi setelah merampok, mencuri, membunuh, memperkosa, Muhamad tetap aja nggak memiliki sepeser pun ? Ini sih : salah manajemen atau : kebanyakan isteri !

Ini mengingatkan saya pada kata2 mantan presiden MOHAMAD Soeharto ketika dituntut utk mengungkapkan kekayaannya. Katanya : Saya tidak memiliki uang sepeserpun. :lol: :lol: :lol:

Read More


Untuk akses ke Forum tanpa download proxy langsung aja klik di sini.