Category Archives: Syahid

Mengakses Indonesia Faithfreedom Temukan Wajah Asli Islam

Masihkah anda mau hak anda sebagai manusia diborgol oleh Islam? Anda terlahir sebagai manusia bebas, bebas berpikir dan bertindak, tentunya saya ajak anda berpikir dan bertindak dalam jalur positif.

Ketika Indonesia Faithfreedom (IFF) mengkritisi ajaran Islam dengan membeberkan fakta Islam sesungguhnya, muslim tercengang! Reaksi yang wajar, karena sejak lahir muslim dicekoki “apa yang nampak luar terlihat baik” mengenai Islam. Ternyata Islam adalah ideologi yang ditanamkan Iblis ke dalam otak Muhammad.

Muslim-muslim yang duduk di Pemerintahan ketar-ketir takut akan gelombang murtad yang besar karena banyak dari pembaca IFF malah melepas iman Islamnya. Upaya pembendungan dilakukan. IFF diblokir oleh pemerintah dan hasilnya orang-orang di Indonesia tidak bisa mengaksesnya lagi.

Pertanyaannya, jika Islam benar, mengapa segitu takutnya muslim di pemerintah Indonesia membiarkan muslim seluruh Indonesia menengok IFF? Takut muslim-muslim di Indonesia pada murtad semuanya setelah menemukan wajah Islam sebenarnya lewat IFF? Katanya Islam itu benar, kalau benar kenapa takut?

Mirip sekali dengan kelakuan Muhammad sang teladan Islam ketika dikritisi orang lain, ia malah membunuhnya. Seperti di dunia maya, IFF mengkritisi Islam, muslim membunuh akses ke IFF.

Muslim sudah tidak sanggup lagi menjawab apa yang sodorkan oleh IFF. Cara akhir yang ditempuh yaitu muslim lain yang belum pernah menyentuh IFF dicegah agar tidak membaca artikel-artikel di forum IFF. Muslim-muslim seperti kerbau yang hidungnya dicucuk. Mau-maunya dibatasi HAKnya sebagai manusia bebas untuk mencari/menemukan kebenaran.

Melihat keadaan di atas, saya tergerak membagikan caranya supaya anda tetap bisa mengakses serta membaca semua artikel dalam IFF. Caranya dengan menggunakan proxy.

Download ultrasurf dan add on firefoxnya.

http://www.ultrareach.com/download_en.htm
download ultrasurf  : http://www.ultrareach.com/download/u.zip
add on untuk firefox : http://www.ultrareach.com/downloads/ultrasurf/wjbutton_en.zip

Extract(unzip) wjbutton_en.zip, seret wjbutton_en.xpi ke firefox, klik install. Restart firefox
Extract u.zip dan jalankan ultrasurf (u1016.exe) , tunggu hingga status menjadi “succesfullyconnected to server”
Pada firefox klik icon ultrasurf di bagian kanan bawah.
Setelah itu anda bisa membuka Forum Faithfreedom.

MATI SYAHID, Suicide Bomber : SESUAI Islam atau Tidak ?

HUKUM BOM BUNUH DIRI

Seperti yang kita ketahui bersama sama,MUSLIMERS di forum ini pasti akan menolak MENTAH2 apabila dikatakan BOM BUNUH DIRI = HALAL/ISLAMI.
Ataupun berkata ‘Salah tafsir’ , ‘Ulamanya cuman ngikutin hawa nafsu’,’tidak memahami islam yg aslilah’

Untuk MEMBUNGKAM hal tsb sekaligus juga untuk MENGHINDARI FITNAH dari para MUSLIMERS,Maka saya akan BUKTIKAN bahwasanya FORUM INI TIDAK FITNAH,Terbukti dgn adanya BUKU2 di INDONESIA baik terjemahan ataupun karya anak bangsa yang memang MENGAKUI BOM BUNUH DIRI = ISLAMI.

Kalau anda masih ngotot mengatakan forum ini fitnah,ANDA juga harus jujur untuk MENGATAKAN PENULIS buku2 tsb menyebarkan FITNAH. Fair enough ?

Masalah anda setuju atau tidak itu bukan urusan saya,TAPI yang jelas.buku2 yang saya kutipkan ini memang MEMBENARKAN tulisan di forum ini bahwa ISLAM itu GANAS bin BRINGAS!

Image
Judul : DARAH SYUHADA
KISAH KISAH HEROIK PARA MUJAHID

PENYUSUN : FAUZAN AL ANSHARI
Email : HEHEHE..beliau ini cukup terkenal.kalau ada muslimers yang tidak kenal,saya anggap aja anda baru tiba dari abad ke 6 :P~~

Halaman 39-42

OPERAS1 MENCARI JIHAD

Ada sebuah buku berjudul Hukum Bom Bunuh Diri dan Antek-antek Thaghut, aslinya berjudul al- ‘Amaliyyaat al-lstisyhaadiyyah fi al-lslam wa Hukmi A’wani at-Jhawaaghiit wa Junuudihim karya Abu Mahmud Abdul Majid, diterjemahkan oleh Abu Zufar dan diterbitkan oleh Pustaka Ikhtiar, Solo, cetakan I, September 2001.

Kematian syahid memang bukan sembarang kematian, karena di dalamnya mengandung banyak keutamaan. Di antara keutamaan mati syahid menurut Rasulullah saw adalah:

1) diampuni dosanya sejak tetes pertama darahnya,
2) diperlihatkan kepadanya tempat duduknya di sorga,
3) dipakaikan baginya hiasan iman,
4) dinikahkan dengan bidadari,
5) dijauhkan dari azab kubur,
6) diamankan dari guncangan yang dahsyat,
7) diletakkan di atas kepalanya mahkota waqar yang terbuati dari permata yaqut sumber kebaikan dunia dan segala yang ada di dalamnya,
8. dinikahkan dengan 72 orang bidadari,
dan
9) dapat memberikan syafaat bag! 70 orang kerabatnya.
(HR. Ahmad, At-Turmudzi, dan Ibnu Majah dengan sanad yang sahih).

Dengan kemuliaan sedemikian tinggi, wajarlah banyak umat Islam yang memburunya dengan melakukan berbagai operasi mencari syahid (amaliyah isytisyhadiyah). Salah satu operasi yang banyak melahirkan kesyahidan adalah perang (jihad) di jalan Allah, sebagaimana firman Allah SWT:

Artinya: Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an….” (QS At-Taubah (9): 111).

Dalam operasi peperangan, Rasulullah saw telah menjelaskan bahwa inti dari peperangan adalah tipu daya (khid’ah) (HR. Bukhari Muslim). Oleh karena itu, kaum muslimin diperbolehkan melakukan apa saja dalam peperangan demi kemenangan serta kemuliaan kalimat Allah. Termasuk di dalamnya adalah dengan melakukan bom bunuh diri. Hukum tentang bom bunuh diri dalam peperangan dibahas tuntas dalam buku tersebut yang disertai dengan dalil-dalil sahih dan contoh-contoh peristiwa pada zaman Rasulullah,sahabat,dan kontemporer. Di mana banyak kejadian menunjukkan bahwa bom bunuh diri ini sangat efektif untuk memenangkan sebuah pertempuran, karena senjata jenis ini amat ditakuti oleh musuh, seperti Israel dan Amerika.
Di antara pembahasan yang paling penting dalam buku ini adalah ketika penulis memaparkan bebarapa hal pokok seperti:

1- Kebolehan bunuh diri demi tercapainya maslahat kemuliaan dien dan kemenangannya.
2. Ijma’ ulama akan kebolehan menceburkan diri ke dalam hal-hal yang sangat membahayakan di dalam jihad.
3. Dibolehkan seorang diri menyerang musuh yang banyak dalam jihad.
4. Orang yang bunuh diri demi kemuliaan dien terbebas dari ancaman yang ada pada larangan bunuh diri.
5. Orang yang mengorbankan dirinya sampai mati di jalan Allah tidak termasuk orang yang melemparkan diri ke dalam kehancuran.
6. Keutamaan sabar bag! yang tertawan dan keutamaan berperang sampai mati serta menolak untuk ditawan.
7. Keutamaan sabar sampai dibunuh dan tidak mengucapkan kata-kata kufur.
8. Keutamaan sabar sampai dibunuh di dalam beramar makruf nahi munkar.
9. Kebolehan bunuh diri demi tidak terbongkarnya rahasia manakala diintimidasi.

Kesembilan bahasan pokok dalam buku ini nampaknya harus segera dibaca oleh mereka yang ingin berjihad jalan Allah, seperti membela umat Islam Afghanistan, Irak Chechnya, Kashmir, Moro, Palestina, dan negeri-negeri jihad lainnya dari gempuran Amerika dan sekutunya. Karena pemaparan dalam buku ini merupakan ilmu yang sang bermanfaat bagi para mujahid agar semakin mantap dalar melangkah menuju medan tempur. Semangat tanpa ilmu ibarat orang buta. Ilmu tanpa semangat bagaikan orang lumpuh. Oleh sebab itu, dengan membaca buku ini akan menjadi salah satu bekal yang berharga dalam berjuang menegakkan syahadah di muka bum! ini. Wallahu a’/am.

Di buku DARAH SYUHADA KISAH KISAH HEROIK PARA MUJAHID terdapat banyak contoh SYUHADA yang tewas baik ditembak ataupun dgn MELEDAKKAN DIRINYA.tapi saya cuman tertarik untuk mengutip beberapa kisah SYUHADA WANITA yang melakukan BOM BUNUH DIRI

Read the rest of this entry

BUKU : Jihad Apakah yang Terbesar? Jihad Perang?

Jihad Apakah yang TERBESAR ? Melawan hawa nafsu kah ??

MENGKRITISI HADITS JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU

Image

Judul : Hukum islam seputar
Jihad dan mati syahid
Menyikapi Aksi Terorisme dan Perang fisik
Karya : Syamsuddin ramadlan al-Nawiy
Penerbit : Fadilah Print Surabaya
Telp : 031-60244576
Email : syamsuddin.Ramadhan@gmail.com
Tebal : 276 Halaman

[Bila anda tidak setuju,jangan bilang forum ini menyebarkan FITNAH, Apa yang saya kutip semua berasal dari buku tersebut , Silahkan kirim imel kepada penulis bila anda mau menyanggahnya.Tujuan saya hanya untuk MEMBUKTIKAN Jihad yang tertinggi itu adalah jihad fi sabililah bukan jihad NAFSU,dan ini bukan hasil rekayasa dari ORIENTALIS ataupun pihak2 yang anti ISLAM ataupun pihak2 yang mau MENJELEK2KAN arti dari JIHAD fi sabililah,tapi semua ini murni dari Muslim sendiri.KHUSUSNYA MUSLIM di INDONESIA tercinta ini : )) ]

ok langsung saja kita baca dari BAB IX

BAB IX
MENGKRITISI HADITS JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU

[Semua ayat quran dalam b.arabnya tidak saya sertakan,untuk menghemat tempat,tetapi di buku aslinya ada b.arabnya baik ayat quran dan hadits ]

Meskipun keutamaan jihad fi sabilillah di atas amal perbuatan lain telah ditetapkan berdasarkan nash-nash syara’, akan tetapi ada sebagian kaum Muslim mema-hami, bahwa jihad melawan hawa nafsu (jihad al-nafs) merupakan jihad besar {jihad al-akbar} yang nilainya lebih utama dibandingkan dengan jihad fi sabilillah dengan makna perang fisik melawan orang-orang kafir. Mereka menyandarkan pendapat mereka pada sebuah sebuah hadits yang berbunyi:

“Kita baru saja kembali dari jihad kecil menuju jihad yang besar. Para shahabat bertanya, “Apa jihad besar itu? Nabi saw menjawab, “jihaad al-qalbi (jihad hati). ‘
Di dalam riwayat lain disebutkan jihaad al-nafs”
.178(178 KanZ al-‘Ummaal, juz 4/616; Hasyiyyah al-Baajuriy, juz 2/ 265)

Berdasarkan hadits ini, mereka berhujjah bahwa jihad memerangi orang kafir adalah jihad kecil (jihad al-ashghar), sedangkan jihad memerangi hawa nafsu adalah jihad besar (jihad al-akbar). Walhasil, jihad memerangi hawa nafsu memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan jihad memerangi orang-orang kafir. Sesungguhnya, kesimpulan semacam ini adalah kesimpulan salah, akibat kesalahan dalam memahami nash-nash syariat.

Adapun bantahan terhadap pendapat mereka adalah sebagai berikut;

Pertama, status hadits jihaad al-nafs lemah, baik ditinjau dari sisi sanad maupun matan. Dari sisi sanad, isnaad hadits tersebut lemah (dla’if). Al-Hafidz al-‘Iraqiy menyatakan bahwa isnad hadits ini lemah. Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalaaniy, hadits tersebut adalah ucapan dari Ibrahim bin ‘Ablah.179 (179 Lihat Imam al-Dzahabiy, Syiar A’laam al-Nubalaa’, juz 6/ 324-325. Di dalam kitab ini dituturkan, bahwasanya Mohammad bin Ziyad al-Maqdisiy pernah mendengar Ibrahim bin ‘Ablah berkata kepada orang-orang yang baru pulang dari peperangan (jihad), “Kalian baru saja kembali dari jihad kecil ffihaadal-ashghar), lantas, apayang kamu lakukan dalam jihad al-qalbiy.”

Al-Hafidz al-Suyuthiy juga menyatakan, bahwa sanad hadits ini lemah (dla’if).

Kedua, seandainya keabsahan hadits ini tidak perlu kita perbincangkan, maka lafadz jihad al-akbar yang tercantum di dalam hadits itu wajib dipahami dalam konteks literal umum; yakni perang hati atau jiwa melawan hawa nafsu dan syahwat serta menahan jiwa untuk selalu taat kepada Allah swt. Sebab, jihad menurut pengertian bahasa bisa bermakna perang maupun bukan perang. Sedangkan jihad kecil (jihaad al-ashghar) dalam hadits itu mesti dimaknai dalam konteks syar’iy dan ‘urfy, yakni berperang melawan orang-orang kafir di jalan Allah.180 (180 Dr. Mohammad Khair Haekal, al-Jihaad n>a al-Qitaal, juz 1/46)

Suatu lafadz, jika memiliki makna bahasa, syar’iy, dan ‘urfiy, harus dipahami pada konteks syar’iynya terlebih dahulu. Baru kemudian dipahami pada konteks ‘urfiy (konvensi umum), dan lughawiy (literal). Demikian juga kata jihaad. Lafadz ini mesti dipahami pada konteks syar’iynya terlebih dahulu, yakni berperang melawan orang kafir. Jika makna ini ingin dialihkan ke makna-makna yang lain, selain makna tersebut, harus ada qarinah (indika-tor) yang menunjukkannya. Lafadz jihad (jihad al-akbar) yang termaktub di dalam hadits jihaad al-nafs harus dibawa kepada pengertian literal secara umum.
Hanya saja, dalam konteks syar’iy dan konvensi umum, lafadz jihad harus dipahami perang melawan orang kafir (perang fisik), dan tidak boleh diartikan dengan perang melawan hawa nafsu dan syahwat.

Ketiga, dari sisi matan hadits (redaksi), redaksi hadits jihaad al-nafs di atas bertentangan nash-nash yang menuturkan keutamaan jihaad fi sabilillah di atas amal-amal kebaikan yang lain. Oleh karena itu, redaksi (matan) hadits jihad al-nafs wajib ditolak karena bertentangan dengan nash-nash lain yang menuturkan keutamaan jihad fi sabilillah di atas amal-amal perbuatan yang lain. Bahkan, para ulama yang memiliki kredibilitas ilmu dan iman telah menetapkan jihaad fi sabilillah sebagai amal yang paling utama secara mutlak. Adapun bukti yang menunjukkan bahwa jihad fi sabilillah adalah amal yang paling utama adalah sebagai berikut:

a.Al-Quran telah menempatkan jihad fi sabilillah (berperang di jalan Allah) sebagai amal yang paling utama dibandingkan amal-amal yang lain.
Allah swt berfirman di dalam al-Quran al-Karim;
Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan
yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khaivatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempattinggalyangkamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nja dan (dart) berjihad di jalan-Nja, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. ” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” [al-Taubah:24]

Di ayat yang lain, Allah swt berfirman:
“Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orangyang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram, kamu samakan dengan orang-orangyang beriman kepada Allah dan hart kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama disisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang splim.” [al-Taubah:19]
Allah swt juga melebihkan orang yang berangkat ke medan perang di atas orang yang tidak berangkat perang. Al-Quran telah menyatakan hal ini:
“Tidaklah sama antara mu’minyang duduk (yang tidak turut berperang)jang tidak mempunyai u^ur dengan orang-orang yang berjihad dijalan Allah dengan harta mereka danjhvanya. Allah melebihkan orang-orangyang berjihad dengan harta dan jiwanja at as orang-orangyang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahalayang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang jang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar;(yaitu) beberapa derajat daripada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. al-Nisaa’: 95-96]

Al-Quran juga menjelaskan balasan Allah swt atas semua waktu dan usaha yang dihabiskan oleh seorang mujahid ketika melaksanakan kewajiban jihad, serta kesibukan dirinya dengan aktivitas jihad. Hal ini telah dinyatakan dengan sangat jelas di dalam al-Quran;

“Tidaklah sepatutnya bagipenduduk Madinah dan orang- orang Arab Badwiyang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparanpadajalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. SesungguhnyaAllah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkahyang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apayang telah mereka kerjakan.” [al-Taubah: 120-121]

b.Al-Quran juga memuji mujahid di jalan Allah, serta perbuatan yang mereka lakukan.

Dalam hal ini Allah swt telah berfirman di dalam al-Quran;

[9.111] “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.”

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari a^abyangpedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasu/-Nya dan berjihad dijalan Allah dengan harta danjiwamu. Itulahyang lebih baik bagi kamujika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surgayang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggalyang baik di dalam surga ^Adn. Itulah keberuntungan yang besar. ” [al-Shaff: 10-12]

c. Ada celaan dari Allah swt bagi orang yang meninggalkan jihad di jalan Allah swt.

Allah swt berfirman;
“Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya
sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ” [al-Taubah: 39]

d. Di dalam hadits Rasulullah saw telah menyatakan dengan sangat jelas keutamaan jihad di atas amal kebaikan yang lain.

Di dalam hadits banyak disebutkan keutamaan jihad di atas amal kebaikan yang lain. Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Anas bin Malik ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
“Berjaga-jaga pada saat berperang di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya”. [HR. Imam Bukhari] Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim, Turmudziy, dan lain-lain.
“Sesungguhnya, kedudukan kalian di dalam jihad di jalan Allah, lebih baik daripada sholat 60 tahun lamanya.” [HR. Imam Ahmad].
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudziy disebutkan, bahwa jihad lebih baik daripada sholat di dalam rumah selama 70 tahun.
Masih banyak lagi riwayat yang menuturkan keutamaan dan keagungan jihad di atas amal kebaikan yang lain.

Dari sini kita bisa menyimpulkan, bahwa jihad melawan orang-orang kafir merupakan amal yang paling utama secara mutlak. Oleh karena itu, hadits yang menyatakan bahwa jihad al-nafs di atas jihad fi sabilillah (perang di jalan Allah) harus ditolak untuk menyelamatkan khabar dari pertentangan.
Silahkan pindah ke forum utk melanjutkan perdebatan.
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … php?t=2922

Read the rest of this entry